Kompas.com - 14/04/2015, 17:54 WIB
Sebanyak 40 unit komputer di dalam satu ruang kelas disediakan pihak SMA Negeri 78, Jakarta Barat, untuk melaksanakan Ujian Nasional (UN) Computer Based Test (CBT), besok. Foto diambil pada Minggu (12/4/2015). KOMPAS.com/Andri Donnal PuteraSebanyak 40 unit komputer di dalam satu ruang kelas disediakan pihak SMA Negeri 78, Jakarta Barat, untuk melaksanakan Ujian Nasional (UN) Computer Based Test (CBT), besok. Foto diambil pada Minggu (12/4/2015).
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com — Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menemukan kebocoran di internet untuk soal ujian nasional (UN) jurusan IPA. Soal tersebut disebar melalui aplikasi Google Drive dengan bentuk PDF.

Sekretaris Jenderal FSGI Retno Listyarti mempertanyakan mengapa hal itu masih terjadi. Sebab, UN bukan lagi penentu kelulusan siswa.

"Ini seharusnya bisa jadi pelajaran kita bersama. Dengan sistem baru (UN bukan lagi penentu kelulusan), seharusnya tidak ada lagi yang seperti ini," kata Retno saat dihubungi, Selasa (14/4/2015).

Retno memaparkan, kebocoran soal UN awalnya diketahui dari laporan seorang guru dan beberapa siswa ke posko pengaduan FSGI. Laporan itu juga menyertai tautan internet.

Selanjutnya, FSGI menelusuri tautan tersebut. "Laporan itu dibuat kemarin dan hari ini. Untuk kemarin, soal Bahasa Indonesia dan Kimia sama persis. Itu diakui oleh siswa yang mengerjakan soal-soalnya," tutur Kepala SMA Negeri 3 Jakarta ini.

Seperti diketahui, pelapor kebocoran soal UN awalnya mengunduh sebuah dokumen melalui Google Drive. Di dalamnya terdapat lima tipe untuk tiap-tiap pelajaran sehingga secara total ada 30 soal dalam bentuk PDF.

Di soal tersebut terdapat kop "Naskah Soal UN 2015" lengkap dengan tanggalnya yang merupakan tanggal pelaksanaan UN hari pertama, yakni 13 April 2015.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Esok paginya, ketika guru tersebut menjadi pengawas UN untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Biologi, ia sempat melihat soal UN dan mendapati bahwa soal tersebut sama persis dengan kelima tipe soal yang ditemuinya di internet.

Sementara itu, soal hari ini, untuk mata pelajaran Biologi, memang tidak terlalu persis.

Namun, ada sekitar 50 persen kesamaan dari soal yang diunggah di Google Drive itu. Retno mengatakan, jajarannya akan terus memantau soal-soal yang bocor di internet itu sampai hari terakhir pelaksanaan UN. Hal itu untuk memastikan apakah soal UN benar-benar bocor sepenuhnya atau tidak. "Mungkin saja soal yang besok berbeda sama sekali. Makanya kami akan terus pantau," kata dia.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

RS Harapan Kita: Lulung Masuk Keadaan Sadar, lalu Alami Pemburukan

RS Harapan Kita: Lulung Masuk Keadaan Sadar, lalu Alami Pemburukan

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta Hujan Disertai Angin Kencang

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta Hujan Disertai Angin Kencang

Megapolitan
RS Harapan Kita Klarifikasi Kabar di Medsos 'Lulung Dibuat Koma' Setelah Serangan Jantung

RS Harapan Kita Klarifikasi Kabar di Medsos "Lulung Dibuat Koma" Setelah Serangan Jantung

Megapolitan
Bus Sepolwan Tabrak Dahan Pohon, 3 Murid Polwan Terluka Kena Pecahan Kaca

Bus Sepolwan Tabrak Dahan Pohon, 3 Murid Polwan Terluka Kena Pecahan Kaca

Megapolitan
Jabat Ketua Presidium JKPI, Bima Arya Akan Benahi Pelestarian Budaya dan Pusaka di Indonesia

Jabat Ketua Presidium JKPI, Bima Arya Akan Benahi Pelestarian Budaya dan Pusaka di Indonesia

Megapolitan
Kecelakaan Berulang, TransJakarta Gandeng KNKT Audit Operasional

Kecelakaan Berulang, TransJakarta Gandeng KNKT Audit Operasional

Megapolitan
Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Tangsel 82,9 Persen

Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Tangsel 82,9 Persen

Megapolitan
Serapan APBD Kabupaten Bekasi 2021 Hanya 60,79 Persen, Pemkab: Tahun Depan Harus Serius

Serapan APBD Kabupaten Bekasi 2021 Hanya 60,79 Persen, Pemkab: Tahun Depan Harus Serius

Megapolitan
Bandar Sabu Jaringan Internasional Akui Tabrak Lari Polisi di Tol Palikanci

Bandar Sabu Jaringan Internasional Akui Tabrak Lari Polisi di Tol Palikanci

Megapolitan
Warga Diminta Mengungsi Selama Evakuasi Crane Terguling di Depok

Warga Diminta Mengungsi Selama Evakuasi Crane Terguling di Depok

Megapolitan
Empat Bandar Narkoba Jaringan Internasional Ditangkap, Sabu Senilai Rp 91 Miliar Disita

Empat Bandar Narkoba Jaringan Internasional Ditangkap, Sabu Senilai Rp 91 Miliar Disita

Megapolitan
Kumpul di Bogor, 40 Kepala Daerah Bahas Isu Budaya

Kumpul di Bogor, 40 Kepala Daerah Bahas Isu Budaya

Megapolitan
Diminta Jokowi Tak Sowan ke Ormas, Polda Metro: Kami Sudah Laksanakan Jauh-jauh Hari

Diminta Jokowi Tak Sowan ke Ormas, Polda Metro: Kami Sudah Laksanakan Jauh-jauh Hari

Megapolitan
Polisi yang Tembak Dua Orang Belum Jadi Tersangka dan Ditahan

Polisi yang Tembak Dua Orang Belum Jadi Tersangka dan Ditahan

Megapolitan
19 WNA Dilarang Masuk Indonesia lewat Bandara Soekarno-Hatta

19 WNA Dilarang Masuk Indonesia lewat Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.