Tak Diizinkan Atasan, Siswa Paket C Batal Ikut Ujian

Kompas.com - 17/04/2015, 08:29 WIB
Kompas.com/Nadia Zahra Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Arie Budiman.

JAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Pendidikan DKI Jakarta menerima sejumlah laporan mengenai adanya peserta Ujian Nasional tingkat Paket C untuk wilayah DKI Jakarta yang batal mengikuti ujian. Alasannya, karena tidak mendapatkan izin dari atasan di tempat mereka bekerja.

"Dari Paket C, banyak yang tak tidak bisa ikut karena laporannya tak diizinkan oleh pimpinan tempat dia bekerja," kata Kepala Dinas Pendidikan Arie Budhiman, di Balai Kota, Kamis (16/4/2015).

Arie menyayangkan terjadinya hal tersebut. Ia menilai, para pimpinan di tempat bekerja para peserta ujian tersebut harusnya bisa bersikap bijak.

"Kan ujiannya tidak lama. Sebenarnya diberi saja izin ikut ujian sebentar, setelah itu wajib masuk kerja seperti biasa," ujar dia.


UN untuk tingkat Paket C berlangsung pada 13-16 April. Meski ada peserta yang batal ikut, Arie menyebut tingkat partisipasi pada UN Paket C tahun ini meningkat dibanding tahun lalu. Hal itu berbanding lurus dengan meningkatnya peserta UN secara keseluruhan, termasuk UN untuk tingkat SMA sederajat.

Menurut Arie, peningkatan tidak hanya terjadi di UN yang dilaksanakan di sekolah, tetapi juga yang dilaksanakan di lembaga pemasyarakatan. "Laporan diterima sejauh ini relatif baik. Secara keseluruhan tinggi partisipasinya karena mencapai 99 persen. Perhatian kita di Lapas Cipinang dan Lapas Pidana Narkoba ada 45 peserta, jumlahnya lebih besar dari tahun lalu," papar Arie.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorAna Shofiana Syatiri
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Polisi Sita Ribuan Ekstasi dari Jaringan Pengedar Internasional

Polisi Sita Ribuan Ekstasi dari Jaringan Pengedar Internasional

Megapolitan
Pemprov DKI Akan Bagikan Tanaman Lidah Mertua untuk Tekan Polusi Udara

Pemprov DKI Akan Bagikan Tanaman Lidah Mertua untuk Tekan Polusi Udara

Megapolitan
Berkaca pada Kasus Nunung, Tahu Kerabat Konsumsi Narkoba tapi Tak Melapor Ada Akibatnya…

Berkaca pada Kasus Nunung, Tahu Kerabat Konsumsi Narkoba tapi Tak Melapor Ada Akibatnya…

Megapolitan
Sidang Praperadilan, Kivlan Zen Minta Penetapan Tersangka Dibatalkan

Sidang Praperadilan, Kivlan Zen Minta Penetapan Tersangka Dibatalkan

Megapolitan
Melihat Wajah Jakarta Melalui Ilusi Hologram

Melihat Wajah Jakarta Melalui Ilusi Hologram

Megapolitan
Anies Bilang Tak Punya Kewenangan untuk Desak Pemilihan Wagub

Anies Bilang Tak Punya Kewenangan untuk Desak Pemilihan Wagub

Megapolitan
Petugas UNHCR Mengecek Tempat Penampuan Pencari Suaka di Kalideres

Petugas UNHCR Mengecek Tempat Penampuan Pencari Suaka di Kalideres

Megapolitan
Putra Nunung Tak Tahu Ibunya Konsumsi Narkoba Jenis Sabu

Putra Nunung Tak Tahu Ibunya Konsumsi Narkoba Jenis Sabu

Megapolitan
Kivlan Zen Layangkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan ke Ryamizard Ryacudu

Kivlan Zen Layangkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan ke Ryamizard Ryacudu

Megapolitan
Situasi di Penampungan Imigran Kondusif Setelah Warga Afghanisatan dan Somalia Ribut

Situasi di Penampungan Imigran Kondusif Setelah Warga Afghanisatan dan Somalia Ribut

Megapolitan
Suami Pernah Ingatkan Nunung Berobat agar Berhenti Konsumsi Narkoba

Suami Pernah Ingatkan Nunung Berobat agar Berhenti Konsumsi Narkoba

Megapolitan
Sidang Praperadilan Empat Pengamen Cipulir Salah Tangkap Ditunda hingga Esok

Sidang Praperadilan Empat Pengamen Cipulir Salah Tangkap Ditunda hingga Esok

Megapolitan
Pimpinan DPRD DKI Sibuk Jadi Alasan Rapat Paripurna untuk Pilih Wagub Ditunda

Pimpinan DPRD DKI Sibuk Jadi Alasan Rapat Paripurna untuk Pilih Wagub Ditunda

Megapolitan
Beda Versi dengan Pertamina soal Penyebab Kecelakaan, Ini Kata Polisi

Beda Versi dengan Pertamina soal Penyebab Kecelakaan, Ini Kata Polisi

Megapolitan
Pedagang Keluhkan Sepinya Sentra Buku Pasar Kenari

Pedagang Keluhkan Sepinya Sentra Buku Pasar Kenari

Megapolitan
Close Ads X