Wagub DKI Ingin Delegasi KTT Asia-Afrika Tak Rasakan Macet Jakarta

Kompas.com - 17/04/2015, 09:09 WIB
Kemacetan pada jam pulang kerja di Jalan Gatot Subroto, Kamis (24/7/2014). Puncak arus mudik kendaraan keluar dari Jakarta diperkirakan terjadi pada Jumat malam. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO-RODERICK ADRIAN MOZES KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO-RODERICK ADRIAN MOZESKemacetan pada jam pulang kerja di Jalan Gatot Subroto, Kamis (24/7/2014). Puncak arus mudik kendaraan keluar dari Jakarta diperkirakan terjadi pada Jumat malam. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO-RODERICK ADRIAN MOZES
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengharapkan pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan untuk meliburkan aktivitas di Ibu Kota selama pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Afrika mulai 19-24 April 2015. Pasalnya, Djarot tidak ingin para perwakilan atau delegasi negara Asia Afrika merasakan kemacetan di Jakarta. 

"Diharapkan kepala-kepala negara datang ke sini, ada kebijakan khusus dari pemerintah pusat untuk meliburkan (aktivitas di Jakarta). Supaya mereka (perwakilan negara Asia Afrika) tidak terjebak macet," kata Djarot, Kamis (16/4/2015). 

Pemprov DKI, kata dia, telah optimal mempersiapkan segala kebutuhan penyelenggaraan KTT Asia Afrika ke-60 tersebut. Persiapan, lanjut dia, telah mencapai 90 persen. Baik dari segi keamanan, kenyamanan, akomodasi hingga hospitality telah dipersiapkan untuk menyambut ratusan tamu negara tersebut. Sementara sisa persiapan 10 persen, bakal diselesaikan sebelum 19 April 2015.

"Yang 10 persen, ya nanti dirampungkan. Makanya kami koordinasi terus sama dinas-dinas," kata Djarot. 

Adapun beberapa persiapan yang dilakukan DKI seperti pengaspalan jalan di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman hingga Jalan Medan Merdeka. Kemudian pengaspalan juga dilakukan di Jalan Gatot Subroto dan Jalan HR Rasuna Said.

Sepanjang Jalan MH Thamrin juga telah dipasang umbul-umbul dan spanduk, begitu pula di proyek pengerjaan MRT. Kemudian, DKI juga meniadakan kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) pada 19 April mendatang.

Tak hanya itu, sebanyak 2.000 pelajar SMP juga akan dikerahkan untuk menyambut tamu negara yang menghadiri KTT Asia Afrika. Para pelajar ini akan mengenakan seragam sekolah lengkap dan di tangannya memegang bendera negara-negara peserta KAA.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mereka yang berasal dari 20 SMP di Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat akan turut menyambut tamu-tamu negara mulai dari pukul 06.00-09.00. Selain di JCC, para pelajar juga ada yang berdiri di kiri kanan jalan yang menjadi perlintasan tamu-tamu negara, khususnya di depan Hotel Mulia Senayan.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bentrokan PP dan FBR di Ciledug, Ini Respons Wali Kota Tangerang

Bentrokan PP dan FBR di Ciledug, Ini Respons Wali Kota Tangerang

Megapolitan
Kronologi Kematian Mahasiswi UPN Veteran Jakarta Saat Pembaretan Menwa di Bogor

Kronologi Kematian Mahasiswi UPN Veteran Jakarta Saat Pembaretan Menwa di Bogor

Megapolitan
Tertangkap Warga, Begal Babak Belur Diamuk Massa di Cakung

Tertangkap Warga, Begal Babak Belur Diamuk Massa di Cakung

Megapolitan
Polantas Tembak 2 Orang di Exit Tol Bintaro, Propam Usut Pelanggaran Kode Etik

Polantas Tembak 2 Orang di Exit Tol Bintaro, Propam Usut Pelanggaran Kode Etik

Megapolitan
Mahasiswa UPN Veteran Jakarta Demo di Kampus Terkait Kematian Rekannya Saat Pembaretan Menwa

Mahasiswa UPN Veteran Jakarta Demo di Kampus Terkait Kematian Rekannya Saat Pembaretan Menwa

Megapolitan
Polantas Penembak di Exit Tol Bintaro Belum Jadi Tersangka, Polda Metro Sebut Kurang Alat Bukti

Polantas Penembak di Exit Tol Bintaro Belum Jadi Tersangka, Polda Metro Sebut Kurang Alat Bukti

Megapolitan
Tak Pernah Kebagian Kuota, Warga Senang Akhirnya Bisa Vaksinasi Covid-19 Saat Belanja di Pasar

Tak Pernah Kebagian Kuota, Warga Senang Akhirnya Bisa Vaksinasi Covid-19 Saat Belanja di Pasar

Megapolitan
Buruh Berencana Gugat ke Pengadilan jika Anies Tak Revisi UMP 2022 Jakarta

Buruh Berencana Gugat ke Pengadilan jika Anies Tak Revisi UMP 2022 Jakarta

Megapolitan
Polda Metro Jaya Belum Tetapkan Anggotanya Jadi Tersangka Penembakan di Exit Tol Bintaro, Apa Alasannya?

Polda Metro Jaya Belum Tetapkan Anggotanya Jadi Tersangka Penembakan di Exit Tol Bintaro, Apa Alasannya?

Megapolitan
Pemkot Bekasi Kucurkan Dana Rp 2,1 Miliar untuk Atlet Peraih Medali PON XX Papua

Pemkot Bekasi Kucurkan Dana Rp 2,1 Miliar untuk Atlet Peraih Medali PON XX Papua

Megapolitan
Profil Ahmad Sahroni, 'Crazy Rich' Tanjung Priok yang Ditunjuk Anies Jadi Ketua Pelaksana Formula E

Profil Ahmad Sahroni, "Crazy Rich" Tanjung Priok yang Ditunjuk Anies Jadi Ketua Pelaksana Formula E

Megapolitan
Penembak di Exit Tol Bintaro adalah Polantas, Berawal Laporan Warga yang Merasa Dibuntuti

Penembak di Exit Tol Bintaro adalah Polantas, Berawal Laporan Warga yang Merasa Dibuntuti

Megapolitan
Pengelola Hotel dan Mal di Kota Tangerang Dilarang Gelar Pesta Tahun Baru 2022

Pengelola Hotel dan Mal di Kota Tangerang Dilarang Gelar Pesta Tahun Baru 2022

Megapolitan
Kronologi Penembakan Misterius di Exit Tol Bintaro, Berawal dari Warga yang Diikuti Mobil Tak Dikenal

Kronologi Penembakan Misterius di Exit Tol Bintaro, Berawal dari Warga yang Diikuti Mobil Tak Dikenal

Megapolitan
Pemkot Tangerang Terapkan PPKM Level 3 Saat Libur Natal dan Tahun Baru, Berikut Peraturannya

Pemkot Tangerang Terapkan PPKM Level 3 Saat Libur Natal dan Tahun Baru, Berikut Peraturannya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.