Kompas.com - 20/04/2015, 15:33 WIB
Unjuk rasa pedagang di Majene, Sulbar memprotes makin menjamurnya swalayan.
Massa pedangang mengingatkan agar pemerintah tidak lagi menambah izin swayalayan. 
KOMPAS.ComUnjuk rasa pedagang di Majene, Sulbar memprotes makin menjamurnya swalayan. Massa pedangang mengingatkan agar pemerintah tidak lagi menambah izin swayalayan.
|
EditorGlori K. Wadrianto
MAJENE, KOMPAS.com - Ratusan pedagang di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Senin (20/4/2015) menggelar unjuk rasa dengan melakukan konvoi kendaraan dari Kota Majene ke desa-desa tempat sejumlah minimarket berdiri.

Para pedagang menuntut komitmen Bupati Majene Kalma Katta untuk menggenapi janji tidak lagi memberi izin minimarket baru berdiri di Majene. Para pedagang beralasan, sejak swalayan berjejaring nasional seperti Alfamidi, Alfamart, dan Indomaret marak berdiri hingga ke desa-desa, pendapatan pedagang tradisional turun drastis.

Massa pendemo sempat melintas di depan sejumlah swalayan, namun tidak sampai terjadi keributan. Puluhan polisi diturunkan untuk mengamankan aksi itu.

Aksi para pedagang Majene itu dimulai dari depan Pasar Sentral Majene. Di depan Pasar Sentral, para pedagang menggelar orasi tentang kebulatan tekad para pedagang untuk berjuang bertahan dari serbuan pengusaha besar.

Para pedagang yang mayoritas menggunakan sepeda motor, kemudian menggelar aksi konvoi melintas ke sejumlah tempat di Kabupaten Majene antara lain DPRD, Kantor Bupati. Massa berkonvoi hingga ke Pellattoang, Kecamatan Tammerodo Sendana, dan juga melewati sejumlah swalayan seperti Alfamidi dan Indomaret.

Menurut Sekretaris Forum Komunikasi Pedagang Pasar Sentral Majene (FKP2SM) Umar Thayyeb, aksi kali ini adalah bentuk deklarasi untuk menandai lahirnya forum pedagang sekabupaten Majene yang akan mengawal dan mengadvokasi para pedagang kecil tersebut.

Menurut Umar, selain para pedagang pasar, forum pedagang ini juga menghimpun para pedagang kecil di luar Pasar Sentral Majene, seperti para pedagang kaki lima di pinggir jalan, hingga pedagang pasar di luar Kota/Kabupaten Majene.

“Kami mengingatkan kepada pemerintah kabupaten untuk konsisten pada janjinya untuk tidak lagi menambah swalayan, dengan jumlah swalayan saat ini saja pedagang sudah terus merugi, apalagi kalau ditambah lagi,” kata Umar.

Jumlah minimarket di Majene hingga saat ini ada tujuh unit. Pedagang menengarai swalayan akan kembali bertambah khususnya di Kecamatan Banggae Timur. Menurut pedagang, jumlah swayalan tersebut sudah berlebihan, karena Majene hanya berpenduduk 120.000 jiwa.

Dibandingkan dengan Kabupaten Polewali Mandar yang berpenduduk kurang lebih 500.000 jiwa, swalayan sejenis hanya berjumlah lima unit di sana. "Tidak logis kalau pedagang kecil seperti kami disuruh bersaing bebas dengan pedagang besar,” kata Umar.

Seperti pernah diberitakan sebelumnya, tanggal 9 Januari 2015, pemerintah setempat mengeluarkan surat bernomor 511.1/01/2015 yang ditandatangani Wakil Bupati Fahmi Massiara. Surat tersebut berisi perintah kepada Kepala SKPD dan para Camat sekabupaten Majene untuk tidak lagi menambah jumlah minimarket.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Regional
Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Regional
Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

Regional
Melalui BLUD, Ridwan Kamil Optimistis Pendidikan di Jabar Bisa Hasilkan Prestasi

Melalui BLUD, Ridwan Kamil Optimistis Pendidikan di Jabar Bisa Hasilkan Prestasi

Regional
Tidak Libur Lebaran, 21 Anggota Jabar Quick Response Bantu Operasi SAR Evakuasi Korban Banjir Bandang Sumedang

Tidak Libur Lebaran, 21 Anggota Jabar Quick Response Bantu Operasi SAR Evakuasi Korban Banjir Bandang Sumedang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.