Kekecewaan Anggota DPRD kepada Prasetio...

Kompas.com - 21/04/2015, 08:43 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kanan) bersama Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi (kiri), di Balai Kota, Kamis (19/3/2015). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kanan) bersama Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi (kiri), di Balai Kota, Kamis (19/3/2015).
Penulis Jessi Carina
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Keputusan Fraksi PDI-Perjuangan yang memilih untuk tidak mendukung hak menyatakan pendapat (HMP) atas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menimbulkan kekecewaan bagi anggota Dewan lain.

Salah satunya anggota DPRD DKI dari Fraksi Demokrat-PAN Ahmad Nawawi. Khususnya kepada Prasetio Edi Marsudi, anggota Fraksi PDI-P sekaligus Ketua DPRD DKI. Nawawi mengaku menyayangkan pilihan Prasetio tersebut.

"Saya menyayangkan. Jujur saja saya menyayangkan. Karena awalnya dia juga cukup serius, begitu semangatnya dia," ujar Nawawi di gedung DPRD DKI, Senin (20/4/2015).

Nawawi mengaku, memang sejak angket bergulir, Prasetio selalu menegaskan bahwa angket bukan bermaksud untuk memakzulkan Gubernur. Hal itu pun disepakati oleh Nawawi. Angket memang proses penyelidikan pelanggaran kebijakan yang dilakukan Gubernur saja.

Akan tetapi, kata Nawawi, anggota Dewan lain tidak dapat berbuat banyak mengenai Prasetio dan fraksinya. Itu merupakan hak masing-masing fraksi. Meskipun, Nawawi yakin masih banyak anggota Fraksi PDIP yang di dalam hatinya mendukung HMP.

"Saya yakin 106 anggota semuanya sudah merasa terhina oleh Ahok. Itu mestinya kalau kita bicara hati. Sakit semua, tersinggung. Tapi masalahnya di politik itu ternyata hati tidak ada. Katanya di politik itu nurani tidak ada. Jadi meski di awal bilang A lalu keputusan partai berbeda, suka tidak suka harus ikut," ujar Nawawi.

Anggota DPRD lain dari Fraksi Gerindra, Prabowo Soenirman juga mengaku kecewa dengan Prasetio. Akan tetapi, kekecewaannya bukan karena Prasetio dan fraksinya tidak mendukung HMP. Melainkan karena Prasetio tidak kunjung menggelar rapat pimpinan gabungan HMP.

Prabowo bercerita, antara internal anggota Dewan memiliki grup whatsapp sendiri. Di sana, Prasetio juga menjadi anggota grup tersebut. Baru kemarin, Prabowo menyindir Prasetio di dalam grup tersebut tentang rapim HMP. "

'Kok mau rapim HMP aja susah amat ya. Apa kita enggak punya pimpinan lagi,' kira-kira gitu isinya," ujar Prabowo.

Prabowo mengatakan pesan tersebut juga dikomentari oleh anggota lain. Kebanyakan, mereka kecewa karena rapim HMP tidak kunjung terlaksana.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Doakan Anies Cepat Sembuh, Wakil Wali Kota Bekasi: Covid-19 Bukan Aib

Doakan Anies Cepat Sembuh, Wakil Wali Kota Bekasi: Covid-19 Bukan Aib

Megapolitan
Blok Makam Covid-19 Khusus Jenazah Muslim Penuh di TPU Pondok Ranggon, Hanya Bisa Sistem Tumpang

Blok Makam Covid-19 Khusus Jenazah Muslim Penuh di TPU Pondok Ranggon, Hanya Bisa Sistem Tumpang

Megapolitan
Tersangka yang Cabuli Bocah di Pondok Aren Pernah 4 Kali Lakukan Pelecehan Remas Payudara

Tersangka yang Cabuli Bocah di Pondok Aren Pernah 4 Kali Lakukan Pelecehan Remas Payudara

Megapolitan
Mulai Besok, Underpass Senen Extension Bisa Dilewati Kendaraan 24 Jam

Mulai Besok, Underpass Senen Extension Bisa Dilewati Kendaraan 24 Jam

Megapolitan
Sebut Fraksi PSI Setujui Anggaran Kenaikan Gaji DPRD DKI, Taufik: Tak Perlu Pencitraan

Sebut Fraksi PSI Setujui Anggaran Kenaikan Gaji DPRD DKI, Taufik: Tak Perlu Pencitraan

Megapolitan
Rizieq Shihab dan Menantunya Tak Penuhi Panggilan Polisi, FPI: Karena Kesehatan

Rizieq Shihab dan Menantunya Tak Penuhi Panggilan Polisi, FPI: Karena Kesehatan

Megapolitan
Dinilai Mencla-mencle soal Kenaikan Gaji DPRD, DPW PSI: Kami Tegas Menolak

Dinilai Mencla-mencle soal Kenaikan Gaji DPRD, DPW PSI: Kami Tegas Menolak

Megapolitan
Pengangguran Melonjak di Jakarta karena Pandemi, PSI Tolak Kenaikan Anggaran untuk DPRD

Pengangguran Melonjak di Jakarta karena Pandemi, PSI Tolak Kenaikan Anggaran untuk DPRD

Megapolitan
SPBU MT Haryono Ditutup Setelah Kebakaran, Ini 2 SPBU Alternatif untuk Isi BBM

SPBU MT Haryono Ditutup Setelah Kebakaran, Ini 2 SPBU Alternatif untuk Isi BBM

Megapolitan
Kronologi Kebakaran di SPBU MT Haryono, Percikan Api Muncul Setelah Listrik Menyala

Kronologi Kebakaran di SPBU MT Haryono, Percikan Api Muncul Setelah Listrik Menyala

Megapolitan
Selama November, Depok Catat 'Kunjungan' Terbanyak Satwa Liar ke Permukiman

Selama November, Depok Catat "Kunjungan" Terbanyak Satwa Liar ke Permukiman

Megapolitan
Imbas Kerumunan Massa Rizieq Shihab, Camat Tanah Abang dan Lurah Petamburan Juga Dicopot

Imbas Kerumunan Massa Rizieq Shihab, Camat Tanah Abang dan Lurah Petamburan Juga Dicopot

Megapolitan
Data Tim Dokter Kota Bekasi: Semakin Lama Penyembuhan Pasien Covid-19 Berpenyakit Bawaan

Data Tim Dokter Kota Bekasi: Semakin Lama Penyembuhan Pasien Covid-19 Berpenyakit Bawaan

Megapolitan
Jelang Masa Tenang Pilkada Tangsel, Benyamin-Pilar Bakal Fokus Kampanye

Jelang Masa Tenang Pilkada Tangsel, Benyamin-Pilar Bakal Fokus Kampanye

Megapolitan
Ketersediaan Alat Tes Swab di Depok Menipis di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Ketersediaan Alat Tes Swab di Depok Menipis di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X