Kompas.com - 21/04/2015, 10:31 WIB
Kepala SMAN 3 Setiabudi, Retno Listyarti. Foto diambil pada Senin (20/4/2015). Kompas.com/Robertus BelarminusKepala SMAN 3 Setiabudi, Retno Listyarti. Foto diambil pada Senin (20/4/2015).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sudah mempersiapkan pejabat calon pengganti Retno Listyarti sebagai Kepala SMAN 3, Jakarta Selatan. Hal ini dilakukan sebagai dampak berbagai kesalahan yang dilakukan Retno.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta Agus Suradika mengatakan, Retno akan diperiksa terlebih dahulu oleh Inspektorat dan BKD. 

"Jabatan Retno akan dirapatkan di Baperjakat (Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan). Kami BKD dan Inspektorat akan diikutsertakan, tetapi semua keputusan di Pak Arie Budhiman sebagai Kepala Dinas (Pendidikan DKI)," kata Agus, saat dihubungi, di Balai Kota, Selasa (21/4/2015). 

Kadis Pendidikan DKI, lanjut dia, adalah pejabat yang berhak merotasi atau memutasi jabatan Retno. Apabila terbukti bersalah, maka Retno akan dipecat dari jabatannya sebagai kepala sekolah, bukan dipecat dari pegawai negeri sipil (PNS) DKI.

Mantan Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI itu mengatakan, pihaknya tidak perlu menyelenggarakan lelang jabatan untuk mencari pejabat pengganti Retno. "Pas lelang kepala sekolah kemarin, kami sudah punya banyak (kandidat) kepala sekolah. Guru-guru yang tidak lulus kemarin dalam lelang kepala sekolah dipersiapkan menjadi pengganti Kepala SMA 3," kata Agus.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama kembali menyerahkan persoalan sanksi bagi Retno, yang "keluyuran" saat pelaksanaan ujian nasional (UN), kepada Arie. Selain "keluyuran", kata Basuki, Retno bersalah karena menjabat sebagai Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI). Padahal, lanjut Basuki, organisasi tersebut hanya beranggotakan guru-guru, bukan kepala sekolah seperti Retno. "Sudah enggak perlu lelang (kepala sekolah) lagi," kata Basuki.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Periksa 3 Pembeli Aset Keluarga Nirina Zubir

Polisi Periksa 3 Pembeli Aset Keluarga Nirina Zubir

Megapolitan
Proyek Sumur Resapan di Lebak Bulus: Ambles, Diaspal, Kini Dilubangi

Proyek Sumur Resapan di Lebak Bulus: Ambles, Diaspal, Kini Dilubangi

Megapolitan
Banjir Rob di Jalan Lodan Raya Ancol Meluap hingga ke Rumah Warga

Banjir Rob di Jalan Lodan Raya Ancol Meluap hingga ke Rumah Warga

Megapolitan
Kecelakaan Berulang Bus Transjakarta, Perombakan Direksi Belum Jadi Opsi

Kecelakaan Berulang Bus Transjakarta, Perombakan Direksi Belum Jadi Opsi

Megapolitan
Bertolak ke Bandung, Wapres Ma'ruf Amin Resmikan Monumen Covid-19

Bertolak ke Bandung, Wapres Ma'ruf Amin Resmikan Monumen Covid-19

Megapolitan
Gudang Parkir Gerobak di Kampung Melayu Terbakar

Gudang Parkir Gerobak di Kampung Melayu Terbakar

Megapolitan
2 Siswa SMK Tewas Saat Kebakaran Gedung Cyber, Pihak Sekolah: Kami Tanggung Jawab

2 Siswa SMK Tewas Saat Kebakaran Gedung Cyber, Pihak Sekolah: Kami Tanggung Jawab

Megapolitan
UPDATE: Jakarta Tambah 41 Kasus Covid-19, Seorang Pasien Meninggal

UPDATE: Jakarta Tambah 41 Kasus Covid-19, Seorang Pasien Meninggal

Megapolitan
Pertama Kalinya, Depok Catat 0 Kasus Covid-19 dalam Sehari

Pertama Kalinya, Depok Catat 0 Kasus Covid-19 dalam Sehari

Megapolitan
Pemprov DKI Tunda Turnamen Sepakbola IYC 2021 karena Varian Omicron

Pemprov DKI Tunda Turnamen Sepakbola IYC 2021 karena Varian Omicron

Megapolitan
RS Harapan Kita: Lulung Masuk Keadaan Sadar, lalu Alami Pemburukan

RS Harapan Kita: Lulung Masuk Keadaan Sadar, lalu Alami Pemburukan

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta Hujan Disertai Angin Kencang

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta Hujan Disertai Angin Kencang

Megapolitan
RS Harapan Kita Klarifikasi Kabar di Medsos 'Lulung Dibuat Koma' Setelah Serangan Jantung

RS Harapan Kita Klarifikasi Kabar di Medsos "Lulung Dibuat Koma" Setelah Serangan Jantung

Megapolitan
Bus Sepolwan Tabrak Dahan Pohon, 3 Murid Polwan Terluka Kena Pecahan Kaca

Bus Sepolwan Tabrak Dahan Pohon, 3 Murid Polwan Terluka Kena Pecahan Kaca

Megapolitan
Jabat Ketua Presidium JKPI, Bima Arya Akan Benahi Pelestarian Budaya dan Pusaka di Indonesia

Jabat Ketua Presidium JKPI, Bima Arya Akan Benahi Pelestarian Budaya dan Pusaka di Indonesia

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.