Ahok: Sosok Kartini Itu Ya Ibu Megawati Dong!

Kompas.com - 21/04/2015, 13:14 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Presiden Joko Widodo, Istri Gubernur DKI Veronica Tan, Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mufidah Jusuf Kalla dan Megawati Soekarnoputri (kiri ke kanan) berfoto bersama seusai acara pelantikan, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (19/11/2014). Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dilantik menjadi gubernur untuk sisa masa jabatan 2012-2014 menggantikan Joko Widodo. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZESGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Presiden Joko Widodo, Istri Gubernur DKI Veronica Tan, Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mufidah Jusuf Kalla dan Megawati Soekarnoputri (kiri ke kanan) berfoto bersama seusai acara pelantikan, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (19/11/2014). Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dilantik menjadi gubernur untuk sisa masa jabatan 2012-2014 menggantikan Joko Widodo.
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com — Pada Hari Kartini yang diperingati setiap tanggal 21 April, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan masih banyak warga yang belum menerima kaum perempuan menjadi pemimpin.

Sampai-sampai di negara yang menjunjung tinggi nilai demokrasi pun, Amerika Serikat, belum dapat menerima pemimpin dari kaum perempuan. 

"Nah itu yang harus kami ingatkan. Bangsa ini enggak boleh (merendahkan kaum perempuan). Ibu Kartini saja bisa memperjuangkan (kesetaraan jender) ke Belanda. Jadi, pikirannya harus sama. Harusnya perempuan Indonesia juga punya hak jadi presiden," kata Basuki di Balai Kota, Selasa (21/4/2015). 

Menurut Basuki, kesetaraan hak perempuan menjadi pemimpin ini sudah diatur dalam undang-undang. Bahkan, menurut dia, demokrasi Indonesia jauh lebih baik daripada Amerika Serikat. Sebab, Indonesia pernah memiliki presiden wanita, yakni Megawati Soekarnoputri. Sementara itu, Amerika Serikat belum pernah memiliki presiden dari kalangan perempuan.

"Kita (Indonesia) lumayan kan dapat Presiden Ibu Megawati, cuma pas pilpres lagi, orang-orang lebih pilih Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) jadi presiden. Jadi, sosok Kartini sekarang ya salah satunya Ibu Megawati dong," kata Basuki. 

Mantan kader Partai Gerindra ini memang berulang kali mengakui memiliki kedekatan dengan Megawati. Salah satu kedekatannya ditunjukkan dengan kehadiran Megawati di pelantikannya sebagai Gubernur DKI di Istana Negara, Rabu (19/11/2014) lalu, dan juga saat Djarot Saiful Hidayat dilantik menjadi Wagub DKI.

Meski demikian, Basuki membantah kedekatannya dengan Megawati ini mengisyaratkan kalau ia akan menjadi kader PDI Perjuangan. Basuki mengaku sudah menjalin hubungan baik dengan Mega dan suaminya, almarhum Taufiq Kiemas, sejak lama.

Bahkan, saat Basuki masih menjadi kader Partai Golkar, hubungan di antara mereka telah terjalin baik. "Saya kan bukan loyalis PDI-P, tetapi saya orangnya Bu Megawati," kata Basuki.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Wisatawan Diminta Pulang Usai Jalani Rapid Test di Stasiun Bogor

5 Wisatawan Diminta Pulang Usai Jalani Rapid Test di Stasiun Bogor

Megapolitan
Update 30 Oktober: Covid-19 di Kota Tangerang Kini 2.159, Bertambah 19 Kasus

Update 30 Oktober: Covid-19 di Kota Tangerang Kini 2.159, Bertambah 19 Kasus

Megapolitan
BNPB Minta Depok Segera Isolasi OTG Covid-19 di Lokasi Khusus

BNPB Minta Depok Segera Isolasi OTG Covid-19 di Lokasi Khusus

Megapolitan
KPU Tetapkan Jadwal Debat Kandidat Pilkada Tangsel: 22 November dan 3 Desember 2020

KPU Tetapkan Jadwal Debat Kandidat Pilkada Tangsel: 22 November dan 3 Desember 2020

Megapolitan
Libur Panjang, 509.140 kendaraan Tinggalkan Jakarta

Libur Panjang, 509.140 kendaraan Tinggalkan Jakarta

Megapolitan
[UPDATE] Grafik Covid-19 30 Oktober: Total 7.116 Kasus di Depok

[UPDATE] Grafik Covid-19 30 Oktober: Total 7.116 Kasus di Depok

Megapolitan
Polemik Lokasi Khusus Isolasi OTG Covid-19 di Depok, Kini BNPB Sebut Wisma Makara UI Boleh Dipakai

Polemik Lokasi Khusus Isolasi OTG Covid-19 di Depok, Kini BNPB Sebut Wisma Makara UI Boleh Dipakai

Megapolitan
Manajemen Terminal Kampung Rambutan Akan Bagikan Masker Kain untuk Penumpang

Manajemen Terminal Kampung Rambutan Akan Bagikan Masker Kain untuk Penumpang

Megapolitan
Peserta yang Lolos CPNS Bisa Mengundurkan Diri, Ini Tahapannya

Peserta yang Lolos CPNS Bisa Mengundurkan Diri, Ini Tahapannya

Megapolitan
Puncak Arus Balik Libur Panjang Diprediksi Terjadi pada Sabtu dan Minggu

Puncak Arus Balik Libur Panjang Diprediksi Terjadi pada Sabtu dan Minggu

Megapolitan
Libur Panjang, Barang Bawaan Penumpang Pesawat di Bandara Soekarno-Hatta Capai 178.508 Kilogram

Libur Panjang, Barang Bawaan Penumpang Pesawat di Bandara Soekarno-Hatta Capai 178.508 Kilogram

Megapolitan
Buru Pelaku Begal di Tanjung Priok, Polisi Kumpulkan Rekaman CCTV

Buru Pelaku Begal di Tanjung Priok, Polisi Kumpulkan Rekaman CCTV

Megapolitan
UPDATE 30 Oktober: 166 Pasien Positif Covid-19 di Tangsel Masih Dirawat

UPDATE 30 Oktober: 166 Pasien Positif Covid-19 di Tangsel Masih Dirawat

Megapolitan
Sesosok Jenazah Mengambang di Sungai Cisadane, Sudah Seminggu Dicari Keluarga

Sesosok Jenazah Mengambang di Sungai Cisadane, Sudah Seminggu Dicari Keluarga

Megapolitan
Tim Suksesnya Diintimidasi Saat Pasang APK, Benyamin Davnie: Serahkan Ke Kepolisian

Tim Suksesnya Diintimidasi Saat Pasang APK, Benyamin Davnie: Serahkan Ke Kepolisian

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X