Kompas.com - 27/04/2015, 11:54 WIB
Wagub DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat usai memantau input e-budgeting di ruang Pola Bappeda DKI, lantai 2 gedung Blok G, Kamis (19/3/2015) malam. KOMPAS.COM/TANGGUH SIPRIA RIANGWagub DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat usai memantau input e-budgeting di ruang Pola Bappeda DKI, lantai 2 gedung Blok G, Kamis (19/3/2015) malam.
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat sudah meminta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil mendata semua penghuni apartemen, termasuk rumah susun sederhana sewa (rusunawa) dan rumah susun sederhana milik (rusunami). Hal tersebut menyikapi terbongkarnya praktik prostitusi di Apartemen Kalibata City dengan modus penawaran lewat media online.

"Saya sudah bilang, ini semua apartemen maupun rusunawa, saya sudah ngomong diskusi kepada Sekda, kita instruksikan untuk Dinas Dukcapil bersama Satpol PP, RT, atau RW, dan kelurahan setempat untuk mendata mereka semua tanpa kecuali dan tidak ada eksklusivitas dalam hal ini," ungkap Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (27/4/2015).

Djarot mengatakan, apartemen selama ini sangat eksklusif sehingga petugas pun sulit untuk masuk dalam rangka melakukan pendataan.

"Kalau ada yang seperti itu, laporkan kepada saya. Saya sendiri nanti yang akan mendata mereka," ucapnya.

Padahal, dengan adanya data yang valid atas para penghuninya, keamanan bisa dijamin sehingga tidak bisa orang sembarang masuk.

"Masing-masing apartemen kan mempunyai kartu sendiri-sendiri, yang bukan penghuni kan tidak bisa masuk. Saya misalkan, ke apartemen teman saya, harus kenal dong, saya telepon dulu teman saya baru akan dijemput, lapor ke satpamnya itu," ujarnya.

Pendataan penghuni apartemen sangat penting, baik yang sudah tinggal lama maupun tinggal sesaat.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Pendataan ini semuanya termasuk ke penghuni sementara, jangankan yang tinggal setahun, tinggal sebulan pun harus didata. Program dulu kan begitu, 1 x 24 jam harus lapor," katanya. (Adi Suhendi)



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Simak 6 Aturan Lengkap PPKM Mikro di Jabodetabek

Simak 6 Aturan Lengkap PPKM Mikro di Jabodetabek

Megapolitan
Revitalisasi Monas ala Anies, Saat Pohon Rindang Berganti Jadi Lantai Beton nan Gersang

Revitalisasi Monas ala Anies, Saat Pohon Rindang Berganti Jadi Lantai Beton nan Gersang

Megapolitan
Apa Saja yang Perlu Disiapkan selama Isolasi Mandiri Pasien Covid-19?

Apa Saja yang Perlu Disiapkan selama Isolasi Mandiri Pasien Covid-19?

Megapolitan
Usulan Revisi Tarif Parkir di Jakarta: Mobil Maksimal Rp 60.000 per Jam, Motor Rp 18.000

Usulan Revisi Tarif Parkir di Jakarta: Mobil Maksimal Rp 60.000 per Jam, Motor Rp 18.000

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Adik yang Bunuh dan Kubur Kakaknya di Bawah Ubin Kontrakan Dituntut Mati | Kado Ulang Tahun Ke-494 Jakarta

[POPULER JABODETABEK] Adik yang Bunuh dan Kubur Kakaknya di Bawah Ubin Kontrakan Dituntut Mati | Kado Ulang Tahun Ke-494 Jakarta

Megapolitan
Covid-19 di Depok Lampaui Puncak Gelombang Pertama, RS Nyaris Penuh dalam 2 Pekan Saja

Covid-19 di Depok Lampaui Puncak Gelombang Pertama, RS Nyaris Penuh dalam 2 Pekan Saja

Megapolitan
Duduk Perkara Heboh Kabar Pasien Covid-19 di Depok Gelar Hajatan Saat Isolasi Mandiri

Duduk Perkara Heboh Kabar Pasien Covid-19 di Depok Gelar Hajatan Saat Isolasi Mandiri

Megapolitan
Sepertiga Pasien Covid-19 di Depok Warga Sukmajaya, Cimanggis, dan Tapos

Sepertiga Pasien Covid-19 di Depok Warga Sukmajaya, Cimanggis, dan Tapos

Megapolitan
Pasien Covid-19 di Kabupaten Bekasi Kini 1.911 Orang

Pasien Covid-19 di Kabupaten Bekasi Kini 1.911 Orang

Megapolitan
Sebagian Jabodetabek Diprakirakan Hujan Ringan Hari Ini

Sebagian Jabodetabek Diprakirakan Hujan Ringan Hari Ini

Megapolitan
Damkar Tebet Evakuasi Jenazah di Sungai Ciliwung

Damkar Tebet Evakuasi Jenazah di Sungai Ciliwung

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Fraksi PSI Minta Pemprov DKI Larang Anak Masuk Tempat Umum

Kasus Covid-19 Melonjak, Fraksi PSI Minta Pemprov DKI Larang Anak Masuk Tempat Umum

Megapolitan
Polisi Upayakan Mediasi pada Kasus Roy Suryo dan Lucky Alamsyah

Polisi Upayakan Mediasi pada Kasus Roy Suryo dan Lucky Alamsyah

Megapolitan
Sentra Vaksinasi Covid-19 Smesco Naikkan Target Peserta Jadi 5.000 Orang Per Hari

Sentra Vaksinasi Covid-19 Smesco Naikkan Target Peserta Jadi 5.000 Orang Per Hari

Megapolitan
Ibu Korban Penembakan di Taman Sari Berharap Pelaku Ditangkap dan Dipenjara

Ibu Korban Penembakan di Taman Sari Berharap Pelaku Ditangkap dan Dipenjara

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X