Ketahui Penyebab Kematian Akseyna, Polisi Sinkronkan Hasil Penyelidikan

Kompas.com - 27/04/2015, 16:54 WIB

Kapolsek Beji Komisaris Gusti Ayu Supiati di lokasi penemuan mayat di Danau Kenanga, Universitas Indonesia, Depok. Kamis (26/3/2015). Kompas.com/Robertus Belarminus Kapolsek Beji Komisaris Gusti Ayu Supiati di lokasi penemuan mayat di Danau Kenanga, Universitas Indonesia, Depok. Kamis (26/3/2015).
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi akan menyinkronkan hasil penyelidikan yang selama ini sudah dilakukan dengan hasil penyelidikan tim kedokteran Universitas Indonesia terhadap kasus kematian mahasiswa UI Akseyna Ahad Dori.

Sinkronisasi ini untuk melengkapi hasil penyelidikan guna mengetahui penyebab kematian Akseyna.

"Kami bekerja sama dengan UI. Nantinya hasil Tim UI dan Tim Polri akan disinkronkan untuk mengetahui penyebab kematian," kata Pejabat Sementara Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Budi Widjanarko, Senin (27/4/2015).

Hingga kini, penyebab kematian Akseyna belum diketahui. Ada dua dugaan kematian Akseyna, yakni bunuh diri atau dibunuh.

Dugaan bunuh diri mencuat karena Akseyna meninggalkan sebuah surat di tempat kosnya yang berisi keterangan ia akan pergi jauh dan tidak perlu dicari.

Sementara itu, polisi memiliki dugaan Akseyna dibunuh karena ditemukan sejumlah batu berukuran besar di tas yang ikut tenggelam bersama jasadnya. 

Jika ia bunuh diri, cara itu dinilai terlalu aneh. Oleh sebab itu, Fakultas Kedokteran UI pun membentuk tim khusus guna mengetahui penyebab kematian Akseyna.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tim itu berfokus pada tanda-tanda medis yang ada di tubuh Akseyna. Sementara itu, sejauh ini polisi juga sudah meneliti hasil tulisan tangan di surat wasiat Akseyna.

Penelitian dilakukan di Pusat Laboratorium Forensik Polri. Menurut penyidik, tulisan tangan Akseyna dalam surat wasiat identik dengan tulisan tangannya sehari-hari.

Namun, polisi juga masih menyelidiki tanda tangan di surat itu untuk memastikan surat wasiat tersebut benar-benar dibuat oleh Akseyna.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua Buaya Peliharaan di Kemayoran Diamankan, Pemiliknya Menangis Saat Evakuasi

Dua Buaya Peliharaan di Kemayoran Diamankan, Pemiliknya Menangis Saat Evakuasi

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Tangsel Baru 51,3 Persen dari Target

Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Tangsel Baru 51,3 Persen dari Target

Megapolitan
Taman Margasatwa Ragunan Dibuka, Pengelola Terapkan Screening Berlapis Lewat Aplikasi PeduliLindungi

Taman Margasatwa Ragunan Dibuka, Pengelola Terapkan Screening Berlapis Lewat Aplikasi PeduliLindungi

Megapolitan
Hendak Selundupkan Sabu di Pesawat, Seorang Pria di Kota Tangerang Ditangkap Polisi

Hendak Selundupkan Sabu di Pesawat, Seorang Pria di Kota Tangerang Ditangkap Polisi

Megapolitan
Ajak Kerja Sama Antardaerah, Anies: Indonesia Terlalu Besar untuk Bekerja Sendiri-sendiri

Ajak Kerja Sama Antardaerah, Anies: Indonesia Terlalu Besar untuk Bekerja Sendiri-sendiri

Megapolitan
UPDATE 21 Oktober: Bertambah 7 Kasus Baru Covid-19 di Tangsel

UPDATE 21 Oktober: Bertambah 7 Kasus Baru Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
TransJakarta Buka Kembali Empat Rute Layanan

TransJakarta Buka Kembali Empat Rute Layanan

Megapolitan
Sebelum Ditangkap, Tiga Pengedar di Bekasi Sudah Jual 60 Kilogram Ganja

Sebelum Ditangkap, Tiga Pengedar di Bekasi Sudah Jual 60 Kilogram Ganja

Megapolitan
Pemprov DKI Kirim Surat ke Kedubes RI di Turki Terkait Rencana Penamaan Jalan Ataturk

Pemprov DKI Kirim Surat ke Kedubes RI di Turki Terkait Rencana Penamaan Jalan Ataturk

Megapolitan
Memasuki Musim Hujan, PUPR Kota Tangerang Normalisasi Drainase hingga Sungai

Memasuki Musim Hujan, PUPR Kota Tangerang Normalisasi Drainase hingga Sungai

Megapolitan
Antisipasi Banjir di Kemang, Kelurahan Bangka Pastikan Pompa Air Berfungsi Baik

Antisipasi Banjir di Kemang, Kelurahan Bangka Pastikan Pompa Air Berfungsi Baik

Megapolitan
Pemprov DKI: Kita Akan Hidup Berdampingan dengan Covid-19, Bukan Berdamai

Pemprov DKI: Kita Akan Hidup Berdampingan dengan Covid-19, Bukan Berdamai

Megapolitan
Banting Mahasiswa hingga Kejang, Brigadir NP Dimutasi jadi Bintara Tanpa Jabatan

Banting Mahasiswa hingga Kejang, Brigadir NP Dimutasi jadi Bintara Tanpa Jabatan

Megapolitan
Taman Margasatwa Ragunan Kembali Dibuka, Hanya 15.000 Orang yang Bisa Masuk

Taman Margasatwa Ragunan Kembali Dibuka, Hanya 15.000 Orang yang Bisa Masuk

Megapolitan
Bocah 13 Tahun Diduga Diperkosa Berkali-kali hingga Hamil Dua Bulan

Bocah 13 Tahun Diduga Diperkosa Berkali-kali hingga Hamil Dua Bulan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.