Kompas.com - 28/04/2015, 14:33 WIB
Camat Sawah Besar Henry Sitorus Perez saat merazia rumah kos di Jalan Dwi Warna, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Selasa (28/4/2015). Kompas.com/Kahfi Dirga CahyaCamat Sawah Besar Henry Sitorus Perez saat merazia rumah kos di Jalan Dwi Warna, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Selasa (28/4/2015).
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com - Camat Sawah Besar Henry Perez Sitorus sempat memanjat tembok di depan kamar kos di Jalan Dwi Warna, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Selasa (28/4/2015). Sebab, penghuni kamar kos tak mau keluar saat dimintai data-data identitas diri.

"Saya tahu kalian ada di dalam. Cepat keluar," kata Henry saat merazia identitas penghuni kos, Selasa pagi.

Henry yang tak tahan akhirnya memanjat tembok di depan kamar. Ia kemudian melongok ke ventilasi dan terus menggedor-gedor. "Tolong keluar. Cepat," kata Henry.

Ia pun meminta aparat Satpol PP untuk mendobrak pintu. Namun, sesaat kemudian pengelola rumah kos datang.

"Mana pengelola suruh buka ini. Saya sudah kooperatif loh," kata Henry. Pengelola akhirnya membujuk penghuni untuk keluar.

Tak lama kemudian pintu terbuka. "Nah ketahuan kan siapa di dalam," kata Henry.

Penghuni ternyata pasangan laki-laki dan perempuan tanpa bukti pernikahan. Keduanya meminta maaf pada petugas. "Maaf pak maaf," kata salah seorang penghuni.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penghuni yang tinggal adalah seorang perempuan. Sementara penghuni laki-laki saat itu hanya menginap.

Henry yang tampak kesal akhirnya menggelandang pasangan tersebut ke Pos RW di depan rumah kos. Mereka diberikan pengarahan untuk tidak mengulangi perbuatannya.

Razia rumah kos dilakukan di Kecamatan Sawah Besar, Selasa pagi. Razia gabungan ini dilakukan oleh Satpol PP, Polisi, Imigrasi dan Petugas TNI.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lokasi dan Kuota Vaksinasi Covid-19 di Wilayah DKI Jakarta 19-30 Juli 2021

Lokasi dan Kuota Vaksinasi Covid-19 di Wilayah DKI Jakarta 19-30 Juli 2021

Megapolitan
Berikut Daftar Lokasi Vaksinasi Covid-19 untuk KTP Non-DKI Jakarta Periode Juli 2021

Berikut Daftar Lokasi Vaksinasi Covid-19 untuk KTP Non-DKI Jakarta Periode Juli 2021

Megapolitan
11.532 Anak Usia 0-18 Tahun di Jakarta Berstatus Pasien Aktif Covid-19

11.532 Anak Usia 0-18 Tahun di Jakarta Berstatus Pasien Aktif Covid-19

Megapolitan
UPDATE 23 Juli: Tambah 636 Kasus di Kota Tangerang, 6.543 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 23 Juli: Tambah 636 Kasus di Kota Tangerang, 6.543 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Selama PPKM Darurat, Ada 327 Nakes Terpapar Covid-19 di Kota Tangerang

Selama PPKM Darurat, Ada 327 Nakes Terpapar Covid-19 di Kota Tangerang

Megapolitan
UPDATE 23 Juli: Bertambah 622 Kasus Covid-19 di Tangsel, Tertinggi Selama Pandemi

UPDATE 23 Juli: Bertambah 622 Kasus Covid-19 di Tangsel, Tertinggi Selama Pandemi

Megapolitan
Krematorium TPU Tegal Alur Dibuka Besok, Kapasitas 6 Jenazah Pasien Covid-19 dalam Sehari

Krematorium TPU Tegal Alur Dibuka Besok, Kapasitas 6 Jenazah Pasien Covid-19 dalam Sehari

Megapolitan
Ada 107 Warga Jakpus Meninggal di Rumah, Jenazahnya Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Ada 107 Warga Jakpus Meninggal di Rumah, Jenazahnya Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Megapolitan
Jumlah Testing Covid-19 Belum Capai Target, Dinkes Tangsel: Banyak Warga Enggan Diperiksa

Jumlah Testing Covid-19 Belum Capai Target, Dinkes Tangsel: Banyak Warga Enggan Diperiksa

Megapolitan
Kasus Pemalsuan Hasil PCR di Bandara Halim, Pihak Maskapai: Pelaku Bukan Pegawai Kami

Kasus Pemalsuan Hasil PCR di Bandara Halim, Pihak Maskapai: Pelaku Bukan Pegawai Kami

Megapolitan
Jokowi Tak Temukan Obat Covid-19 di Apotek, Wakil Wali Kota Bogor Duga Ada Oknum yang 'Bermain'

Jokowi Tak Temukan Obat Covid-19 di Apotek, Wakil Wali Kota Bogor Duga Ada Oknum yang "Bermain"

Megapolitan
Wagub DKI Bantah Kasus Covid-19 Berkurang akibat Penurunan Jumlah Tes PCR

Wagub DKI Bantah Kasus Covid-19 Berkurang akibat Penurunan Jumlah Tes PCR

Megapolitan
Pemkot Bogor Tambah Jumlah Penerima Vaksin, dari 7.000 Jadi 15.000 Orang Per Hari

Pemkot Bogor Tambah Jumlah Penerima Vaksin, dari 7.000 Jadi 15.000 Orang Per Hari

Megapolitan
Polisi Sebut Tidak Ada Kartel Kremasi, tapi Praktik Percaloan

Polisi Sebut Tidak Ada Kartel Kremasi, tapi Praktik Percaloan

Megapolitan
Capaian Vaksinasi Tinggi tapi Kota Tangerang Tak Pernah Kehabisan Stok Vaksin, Mengapa?

Capaian Vaksinasi Tinggi tapi Kota Tangerang Tak Pernah Kehabisan Stok Vaksin, Mengapa?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X