Kasus UPS, Lulung Tak Mau Lagi Pertaruhkan Rumah dan Rukonya

Kompas.com - 28/04/2015, 16:26 WIB
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana, di Gedung DPRD DKI, Selasa (28/4/2015). Lulung memberikan keterangan seputar penggeledahan yang dilakukan polisi terhadap ruang kerjanya, Senin (27/4/2015) kemarin. Kompas.com/Alsadad RudiWakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana, di Gedung DPRD DKI, Selasa (28/4/2015). Lulung memberikan keterangan seputar penggeledahan yang dilakukan polisi terhadap ruang kerjanya, Senin (27/4/2015) kemarin.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana sudah enggan bertaruh rumah dan ruko seperti yang beberapa waktu lalu sempat ia lontarkan. Ia beralasan tidak mau lagi bertaruh karena tidak mau dicap sombong.

Hal itu disampaikannya saat menanggapi pertanyaan seputar kelanjutan taruhan rumah dan ruko yang akan diberikannya bila ia dinyatakan bersalah. "Taruhannya tidak kepada media, nanti dikira sombong," ujar dia, di Gedung DPRD DKI, Selasa (28/4/2015).

Sebagai informasi, beberapa waktu lalu Lulung sempat menyatakan yakin tidak terlibat dalam kasus dugaan korupsi UPS. Meski bertindak sebagai koordinator di Komisi E, dia menegaskan bahwa ia tidak aktif dalam Badan Anggaran DPRD periode 2009-2014. [Baca: Yakin Tak Terlibat Korupsi UPS, Lulung "Bertaruh" Rumah Rp 2 Miliar dan 3 Ruko]

Saat itu, Lulung menantang wartawan bertaruh untuk meyakinkan dia tak bersalah. "Kalau gue bersalah, buru-buru deh gue ditahan. Kita fair aja. Rumah gue Rp 2 miliar. Ruko ada tiga, jadi Rp 6 miliar. Lu (wartawan) Rp 100 juta aja. Ayo, tanda tangan. Kalau gue terlibat, lu ambil dah taruhan gue. Gue berani jamin, gue enggak salah," ujar dia, di Gedung DPRD DKI, Selasa (31/3/2015).

Seperti diberitakan, ruang kerja Lulung digeledah oleh penyidik Bareskrim Polri pada Senin (27/4/2015) kemarin. [Baca: Polisi Geledah Ruang Kerja Lulung]

Pada kesempatan terpisah, Kepala Bareskrim Polri Komjen Budi Waseso mengatakan, beberapa saksi menyebut nama Lulung sebagai salah satu orang yang terlibat pengadaan UPS pada 2014. [Baca: Kabareskrim: Saksi-saksi Sebut Nama Lulung]

Meski demikian, ia mengatakan bahwa penyidik mesti melakukan cek silang hasil keterangan saksi dengan keterangan Lulung serta barang bukti yang digeledah dari ruangan kerjanya, Senin (27/4/2015).

"Saksi-saksi menyebut nama Lulung, meski saat ini Lulung masih sebagai saksi. Sementara ini arahnya ke beliau tapinya, ya," ujar Budi di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Selasa siang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Ketiga Operasi Zebra di Jakbar, Tidak ada Pengemudi yang Ditilang

Hari Ketiga Operasi Zebra di Jakbar, Tidak ada Pengemudi yang Ditilang

Megapolitan
UPDATE Grafik 28 Oktober: Total 7.007 Kasus Covid-19 di Depok

UPDATE Grafik 28 Oktober: Total 7.007 Kasus Covid-19 di Depok

Megapolitan
Bima Arya Imbau Warga dan ASN Bogor Tidak ke Luar Kota Selama Libur Panjang

Bima Arya Imbau Warga dan ASN Bogor Tidak ke Luar Kota Selama Libur Panjang

Megapolitan
UPDATE 28 Oktober: Kasus Positif Bertambah 14 dan 2 Pasien Covid-19 Meninggal di Tangsel

UPDATE 28 Oktober: Kasus Positif Bertambah 14 dan 2 Pasien Covid-19 Meninggal di Tangsel

Megapolitan
UPDATE 28 Oktober: Bertambah 844, Kasus Covid-19 di Jakarta Capai 103.552

UPDATE 28 Oktober: Bertambah 844, Kasus Covid-19 di Jakarta Capai 103.552

Megapolitan
Tepergok saat Beraksi, Perampok Spesialis Rumah Kosong di Pademangan Diamuk Massa

Tepergok saat Beraksi, Perampok Spesialis Rumah Kosong di Pademangan Diamuk Massa

Megapolitan
Kebakaran Indekos di Tambora Diduga karena Korsleting listrik

Kebakaran Indekos di Tambora Diduga karena Korsleting listrik

Megapolitan
Dua Orang Diduga Copet Ditangkap di Tengah Unjuk Rasa

Dua Orang Diduga Copet Ditangkap di Tengah Unjuk Rasa

Megapolitan
11 Pemuda Diamankan Saat Hendak Ikut Demo Omnibus Law, 2 dari Mereka Positif Narkoba

11 Pemuda Diamankan Saat Hendak Ikut Demo Omnibus Law, 2 dari Mereka Positif Narkoba

Megapolitan
Pemkot Bogor Siapkan 3.000 Alat Rapid Tes untuk Wisatawan Selama Libur Panjang

Pemkot Bogor Siapkan 3.000 Alat Rapid Tes untuk Wisatawan Selama Libur Panjang

Megapolitan
Dua Kali Kecelakaan Beruntun dalam Sehari di Tol Jakarta-Cikampek

Dua Kali Kecelakaan Beruntun dalam Sehari di Tol Jakarta-Cikampek

Megapolitan
Akan Ikut Demo Tolak Omnibus Law, 11 Pemuda Diamankan Polres Jaksel

Akan Ikut Demo Tolak Omnibus Law, 11 Pemuda Diamankan Polres Jaksel

Megapolitan
Diduga Mencopet Saat Demo, Remaja Ini Nangis Diciduk Polisii

Diduga Mencopet Saat Demo, Remaja Ini Nangis Diciduk Polisii

Megapolitan
Hari Pertama Libur Panjang, Jumlah Penumpang di Terminal Pulogebang Capai 940 Orang

Hari Pertama Libur Panjang, Jumlah Penumpang di Terminal Pulogebang Capai 940 Orang

Megapolitan
Pemkot Bogor Gelar Rapid Test untuk Wisatawan Selama Libur Panjang

Pemkot Bogor Gelar Rapid Test untuk Wisatawan Selama Libur Panjang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X