Lulung Tetap Ingin Ada HMP terhadap Ahok

Kompas.com - 28/04/2015, 17:15 WIB
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana, di Gedung DPRD DKI, Selasa (28/4/2015). Lulung memberikan keterangan seputar penggeledahan yang dilakukan polisi terhadap ruang kerjanya, Senin (27/4/2015) kemarin. Kompas.com/Alsadad RudiWakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana, di Gedung DPRD DKI, Selasa (28/4/2015). Lulung memberikan keterangan seputar penggeledahan yang dilakukan polisi terhadap ruang kerjanya, Senin (27/4/2015) kemarin.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana alias Lulung menyatakan, penggeledahan yang dilakukan Bareskrim Polri tidak akan berdampak terhadap sikapnya dalam mendukung hak menyatakan pendapat terhadap Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Ia menegaskan, apabila fraksi-fraksi lain menarik dukungan, fraksinya, yakni Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, tidak akan melakukan hal yang sama.

"Saya tegaskan kalaupun kami ditinggal oleh fraksi yang lain, tinggal tersisa satu fraksi, itu adalah Fraksi Partai Persatuan Pembangunan dalam rangka menyampaikan hak menyatakan pendapat. Biarin saya ditinggal, biarin tidak representatif secara hukum," kata dia di Gedung DPRD DKI, Selasa (28/4/2015).

Lulung mengaku akan terus memperjuangakan hak menyatakan pendapat. Sebab, ia menganggap Ahok sudah merendahkan martabat DPRD sebagai sebuah institusi.

"Kita punya harga diri. Saya tidak mau dihina dan difitnah, apalagi yang menyangkut kredibilitas. Saya ingin bersama-sama membangun Jakarta menjadi lebih baik dan membangun penegakan hukum," ujar dia.

Sejauh ini, fraksi yang telah memberikan dukungannya terhadap hak menyatakan pendapat adalah Fraksi Partai Gerindra, Fraksi PPP, dan 10 kader Partai Demokrat dari Fraksi Demokrat-PAN.

Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) mendukung HMP dengan catatan tidak mendukung pemakzulan.

Sementara itu, fraksi yang menyatakan tidak mendukung adalah Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Fraksi Partai Hanura, Fraksi Partai Nasdem, Fraksi PKB, ditambah dengan dua orang kader Partai Amanat Nasional dari Fraksi Demokrat-PAN.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Imam Budi Minta Kepastian Nasib Pilkada Depok di Tengah Pandemi Covid-19

Imam Budi Minta Kepastian Nasib Pilkada Depok di Tengah Pandemi Covid-19

Megapolitan
Angkot Hanya Bisa Angkut 5 Penumpang Saat PSBB Jakarta, Melanggar Kena Sanksi hingga Rp 150 Juta

Angkot Hanya Bisa Angkut 5 Penumpang Saat PSBB Jakarta, Melanggar Kena Sanksi hingga Rp 150 Juta

Megapolitan
Polisi Periksa Rekaman CCTV Bandara Soetta Berkait Pelecehan Seksual Saat Rapid Test

Polisi Periksa Rekaman CCTV Bandara Soetta Berkait Pelecehan Seksual Saat Rapid Test

Megapolitan
Polda Metro Bentuk Tim Khusus Buru Bandar Narkoba yang Kabur dari Lapas Tangerang

Polda Metro Bentuk Tim Khusus Buru Bandar Narkoba yang Kabur dari Lapas Tangerang

Megapolitan
Pemprov DKI Kian Masif Gerebek Lumpur Jelang Musim Hujan

Pemprov DKI Kian Masif Gerebek Lumpur Jelang Musim Hujan

Megapolitan
Pasien Covid-19 yang Isolasi Mandiri di Tempat Tak Memadai Akan Dijemput ke Stadion Patriot Chandrabaga

Pasien Covid-19 yang Isolasi Mandiri di Tempat Tak Memadai Akan Dijemput ke Stadion Patriot Chandrabaga

Megapolitan
Polisi Tangkap Pelaku Penusukan yang Viral di Media Sosial

Polisi Tangkap Pelaku Penusukan yang Viral di Media Sosial

Megapolitan
Siap Terapkan Protokol Kesehatan, Benyamin Davnie Tak Setuju Pilkada Tangsel Ditunda

Siap Terapkan Protokol Kesehatan, Benyamin Davnie Tak Setuju Pilkada Tangsel Ditunda

Megapolitan
Belum Bayar Uang Kos, Motif Pasangan Kekasih Fajri dan Laeli Mutilasi Rinaldi

Belum Bayar Uang Kos, Motif Pasangan Kekasih Fajri dan Laeli Mutilasi Rinaldi

Megapolitan
369 Karyawan Pabrik Epson Cikarang Terpapar Covid-19

369 Karyawan Pabrik Epson Cikarang Terpapar Covid-19

Megapolitan
Siti Nur Azizah Tak Masalah jika Pilkada Tangsel Ditunda demi Keselamatan Rakyat

Siti Nur Azizah Tak Masalah jika Pilkada Tangsel Ditunda demi Keselamatan Rakyat

Megapolitan
RSD Wisma Atlet Dikabarkan Penuh Pasien Covid-19, Begini Faktanya

RSD Wisma Atlet Dikabarkan Penuh Pasien Covid-19, Begini Faktanya

Megapolitan
Napi Bandar Narkoba Lapas Tangerang Rencanakan Pelarian Sejak 6 Bulan Lalu

Napi Bandar Narkoba Lapas Tangerang Rencanakan Pelarian Sejak 6 Bulan Lalu

Megapolitan
Tak Gunakan Masker Medis dan Kain, Penumpang KRL di Stasiun Bogor Dilarang Masuk

Tak Gunakan Masker Medis dan Kain, Penumpang KRL di Stasiun Bogor Dilarang Masuk

Megapolitan
Pasangan Kekasih Pelaku Mutilasi Sempat Tidur dengan Jasad Korban di Apartemen

Pasangan Kekasih Pelaku Mutilasi Sempat Tidur dengan Jasad Korban di Apartemen

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X