Kompas.com - 29/04/2015, 16:19 WIB
Basuki Tjahaja Purnama (kanan) bersalaman dengan mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso sebelum acara pelantikan dirinya sebagai Gubernur DKI Jakarta sisa masa jabatan 2012-2017, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (19/11/2014). Basuki yang akrab disapa Ahok merupakan gubernur ketiga yang dilantik langsung oleh presiden setelah Ali Sadikin yang dilantik Presiden Soekarno dan Sri Sultan Hamengku Buwono X yang dilantik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA DANY PERMANABasuki Tjahaja Purnama (kanan) bersalaman dengan mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso sebelum acara pelantikan dirinya sebagai Gubernur DKI Jakarta sisa masa jabatan 2012-2017, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (19/11/2014). Basuki yang akrab disapa Ahok merupakan gubernur ketiga yang dilantik langsung oleh presiden setelah Ali Sadikin yang dilantik Presiden Soekarno dan Sri Sultan Hamengku Buwono X yang dilantik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com — Semasa era pemerintahannya, mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, tercatat pernah menutup area lokalisasi prostitusi Kramat Tunggak, Koja, Jakarta Utara. Meski demikian, pria yang akrab disapa Bang Yos itu menyatakan, langkah itu bukan menandakan bahwa ia anti terhadap keberadaan area lokalisasi prostitusi.

Menurut Sutiyoso, alasannya menutup area lokalisasi prostitusi di Kramat Tunggak lebih pada letaknya yang terlalu dekat dengan permukiman penduduk, terutama rumah ibadah.

Karena itu, Sutiyoso menyatakan mendukung wacana Gubernur Basuki Tjahaja Purnama yang hendak membangun sebuah area lokalisasi prostitusi. [Baca: Ahok: Nanti di Area Lokalisasi Kita Tulis, yang Merasa Suci Enggak Boleh Masuk]

"Ahok (sapaan Basuki) tentu sudah mempertimbangkan banyak hal. Karena itu, kalau memang dirasa baik, ya sudah jalani saja," ujar Sutiyoso saat dihubungi, Rabu (29/4/2015).

Meski menyatakan mendukung, Sutiyoso mengingatkan agar Ahok tidak mengesampingkan program-program pemerintah yang bertujuan untuk mengentaskan warga miskin, salah satunya dengan memperbanyak lapangan pekerjaan.

Ia menganggap, jalan terbaik untuk meminimalkan prostitusi adalah dengan memberantas kemiskinan. [Baca: Ahok Lontarkan Ide Bangun Apartemen Khusus Prostitusi]

"Prostitusi merupakan salah satu anak kandung dari kemiskinan, selain kejahatan. Karena itu, cara untuk meminimalkan keberadaannya adalah dengan memperbanyak lapangan pekerjaan," ujarnya.

Seperti diberitakan, Ahok mewacanakan pembangunan apartemen yang khusus untuk kegiatan prostitusi dengan jasa PSK bersertifikat. Ia yakin, dengan cara itu, pemerintah bisa lebih mengontrol praktik prostitusi.

"Kalau kita baca-baca ada PSK tobat segala macam, itu karena ada yang mempertobatkan mereka. Nah, itu karena (mereka) di area, ketahuan siapa orangnya. Sekarang kita tahu enggak dia (PSK) siapa? Saya mau tanya di Kalibata City, kita enggak tahu kan (siapa PSK-nya)? Pindah-pindah, takut ditangkap. Kita enggak tahu," ujar dia di Balai Kota, Senin (27/4/2015).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bekasi Hari Ini, 8 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bekasi Hari Ini, 8 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Depok Hari Ini, 8 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa Depok Hari Ini, 8 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 8 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 8 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tangerang Raya Hari Ini, 8 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tangerang Raya Hari Ini, 8 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, 8 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, 8 Mei 2021

Megapolitan
Pasar Tanah Abang Tutup 12-18 Mei, Pengelola: Libur Lebaran dan Perawatan

Pasar Tanah Abang Tutup 12-18 Mei, Pengelola: Libur Lebaran dan Perawatan

Megapolitan
UPDATE 7 Mei: Tambah 19 Kasus di Kota Tangerang, 204 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 7 Mei: Tambah 19 Kasus di Kota Tangerang, 204 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Kasus Pria Pukul Bocah Berujung Damai, Kejari Kota Tangerang Terapkan Restorative Justice

Kasus Pria Pukul Bocah Berujung Damai, Kejari Kota Tangerang Terapkan Restorative Justice

Megapolitan
Bentrokan Antar-Kelompok Terjadi di Pejaten Timur

Bentrokan Antar-Kelompok Terjadi di Pejaten Timur

Megapolitan
Dua Skenario Polisi Antisipasi Masuknya Pemudik ke Kota Bogor

Dua Skenario Polisi Antisipasi Masuknya Pemudik ke Kota Bogor

Megapolitan
Hindari Motor, Mobil Pajero Terbalik Setelah Tabrak Lampu Merah di Cideng Timur

Hindari Motor, Mobil Pajero Terbalik Setelah Tabrak Lampu Merah di Cideng Timur

Megapolitan
Hari Kedua Larangan Mudik, Hanya 25 Orang Berangkat dari Terminal Kalideres

Hari Kedua Larangan Mudik, Hanya 25 Orang Berangkat dari Terminal Kalideres

Megapolitan
UPDATE 7 Mei: Tambah 783 Kasus di Jakarta, 22 Pasien Covid-19 Meninggal

UPDATE 7 Mei: Tambah 783 Kasus di Jakarta, 22 Pasien Covid-19 Meninggal

Megapolitan
Pemprov DKI Putuskan Tempat Wisata Tetap Dibuka Saat Libur Lebaran

Pemprov DKI Putuskan Tempat Wisata Tetap Dibuka Saat Libur Lebaran

Megapolitan
Polisi Sekat 58 Kendaraan yang Melintas di Posko Penyekatan dan Posko Check Point Kota Tangerang

Polisi Sekat 58 Kendaraan yang Melintas di Posko Penyekatan dan Posko Check Point Kota Tangerang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X