Ahok Wanti-wanti Akan Gugat Buruh Perusak Taman Saat "May Day"

Kompas.com - 30/04/2015, 10:56 WIB
Suasana demo buruh di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (10/12/2014). KOMPAS.COM/UNO KARTIKASuasana demo buruh di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (10/12/2014).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menegaskan agar para buruh yang melakukan aksi unjuk rasa pada Hari Buruh Internasional 1 Mei besok tidak merusak taman yang ada. Jika menemukan banyak taman rusak karena terinjak-injak akibat ulah buruh, ia tak segan bakal menggugat buruh maupun federasi buruh ke kepolisian. 

"Kami harap tidak ada perusakan taman atau apa pun. Kalau ada perusakan taman, kami akan gugat," kata Basuki, di Balai Kota, Kamis (30/4/2015). 

Basuki sebelumnya juga kerap marah kepada pendemo yang merusak taman, seperti saat unjuk rasa pendukung Prabowo-Hatta di Mahkamah Konstitusi, beberapa waktu lalu. Saat itu, Basuki menuntut ganti rugi ke koordinator lapangan untuk mengganti kerusakan tanaman dan rumput di sepanjang Jalan Medan Merdeka Barat. 

Di sisi lain, mengingat besok juga merupakan hari Jumat, Pemprov DKI juga akan menyiapkan air untuk shalat Jumat bagi para buruh. Air-air itu disediakan di Monumen Nasional (Monas). Selain itu, DKI juga menyerahkan proses pengamanan kepada pihak kepolisian, yakni Polda Metro Jaya.

Pemprov DKI bersama Polda Metro Jaya pun menetapkan pelaksanaan car free day (CFD) ketika Hari Buruh nanti. Sekitar 150.000 buruh yang tergabung dalam sejumlah serikat pekerja akan berpartisipasi dalam perayaan Hari Buruh Internasional besok.

Baca tentang


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Klaster dengan Kasus Covid-19 Tertinggi Kedua di DKI, Kemenhub Klaim Sudah Taat Protokol

Jadi Klaster dengan Kasus Covid-19 Tertinggi Kedua di DKI, Kemenhub Klaim Sudah Taat Protokol

Megapolitan
Akhir Pekan, Kasus Harian Covid-19 Kota Bogor Tembus 1.000 Orang

Akhir Pekan, Kasus Harian Covid-19 Kota Bogor Tembus 1.000 Orang

Megapolitan
UPDATE 19 September: Bertambah 932, Kasus Positif Covid-19 di DKI Jadi 61.807

UPDATE 19 September: Bertambah 932, Kasus Positif Covid-19 di DKI Jadi 61.807

Megapolitan
Ungkap Kasus Pelecehan dan Pemerasan Penumpang, Pihak Bandara Persilakan Polisi Periksa CCTV

Ungkap Kasus Pelecehan dan Pemerasan Penumpang, Pihak Bandara Persilakan Polisi Periksa CCTV

Megapolitan
Rektor IPB University Positif Covid-19

Rektor IPB University Positif Covid-19

Megapolitan
Positif Covid-19, Jenazah Camat Kelapa Gading Dimakamkan di TPU Pondok Ranggon

Positif Covid-19, Jenazah Camat Kelapa Gading Dimakamkan di TPU Pondok Ranggon

Megapolitan
Camat Kelapa Gading Meninggal karena Covid-19

Camat Kelapa Gading Meninggal karena Covid-19

Megapolitan
Hilang Selama Sehari, Jasad Remaja Putri Ditemukan di Sungai Citarum

Hilang Selama Sehari, Jasad Remaja Putri Ditemukan di Sungai Citarum

Megapolitan
Hingga Hari Kelima PSBB DKI, Pemprov Tutup Sementara 37 Perusahaan

Hingga Hari Kelima PSBB DKI, Pemprov Tutup Sementara 37 Perusahaan

Megapolitan
Kimia Farma Telusuri Kasus Dugaan Kekerasan Seksual dan Pemerasan di Bandara Soekarno-Hatta

Kimia Farma Telusuri Kasus Dugaan Kekerasan Seksual dan Pemerasan di Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Klaster Dinkes DKI Jakarta, 22 Pegawai Positif Covid-19

Klaster Dinkes DKI Jakarta, 22 Pegawai Positif Covid-19

Megapolitan
6 Pejabat Pemprov DKI Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

6 Pejabat Pemprov DKI Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

Megapolitan
Daftar Klaster Covid-19 Terbesar di Jakarta, 252 Kasus Ada di Kemenkes

Daftar Klaster Covid-19 Terbesar di Jakarta, 252 Kasus Ada di Kemenkes

Megapolitan
Ketika Anggota Ormas Mengaku 'Aparat' Tolak Patuhi Larangan Makan di Tempat...

Ketika Anggota Ormas Mengaku "Aparat" Tolak Patuhi Larangan Makan di Tempat...

Megapolitan
2 Kasus Positif Covid-19 di KPU Tangsel dan Nasib Pilkada 2020...

2 Kasus Positif Covid-19 di KPU Tangsel dan Nasib Pilkada 2020...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X