Kompas.com - 30/04/2015, 15:31 WIB
Iring-iringan mobil yang membawa jenazah dua terpidana mati kasus penyelundupan narkoba oleh kelompok 'Bali Nine' asal Australia, Myuran Sukumaran dan Andrew Chan, tiba di Rumah Duka Abadi, Jakarta Barat, Rabu (29/4/2015). Delapan orang terpidana mati kasus narkotika dieksekusi mati dini hari tadi di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO KRISTIANTO PURNOMOIring-iringan mobil yang membawa jenazah dua terpidana mati kasus penyelundupan narkoba oleh kelompok 'Bali Nine' asal Australia, Myuran Sukumaran dan Andrew Chan, tiba di Rumah Duka Abadi, Jakarta Barat, Rabu (29/4/2015). Delapan orang terpidana mati kasus narkotika dieksekusi mati dini hari tadi di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com — Pihak manajemen tempat persemayaman sementara duo "Bali Nine", Rumah Duka Abadi Jakarta Barat, menyebutkan bahwa keberangkatan jenazah ditunda hingga Jumat (1/5/2015).

Namun, manajemen tidak memberikan alasan keberangkatan jenazah Andrew Chan dan Myuran Sukumaran ditunda dari rencana awal pemberangkatan pada malam hari ini.

"Ini gue kasih tahu saja kalau hari ini enggak jadi berangkat. Jadinya besok, habis shalat Jumat jalan dari sini ke bandara," ujar perwakilan manajemen rumah duka yang enggan menyebutkan namanya, Kamis (30/4/2015).

Perwakilan manajemen itu hanya memberi tahu info tersebut. Dengan begitu, rencana awal jenazah Andrew dan Myuran yang akan diterbangkan dari Bandara Soekarno-Hatta ke Australia dengan Garuda Indonesia dibatalkan. Sementara untuk penerbangan besok, rencananya mereka akan naik maskapai Qantas.

"Sudah gue cuma bisa kasih tahu itu. Jangan catat nama gue ya, nanti gue digantung lagi," ucap dia.

Saat Kompas.com menghubungi pihak Office In Charge Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, petugas di sana membenarkan bahwa ada penerbangan maskapai Qantas pada esok hari. Jadwal terbang Qantas dengan nomor penerbangan Qantas042 terjadwal pukul 20.05 WIB menuju Sydney.

"Tetapi, kita tidak tahu apa benar akan berangkat atau tidak. Kan tergantung maskapainya," ujar petugas tersebut.

Kondisi di Rumah Duka Abadi masih tertutup. Pihak manajemen sempat berpesan bahwa pewarta tidak boleh menunggu di depan pintu masuk karena dianggap mengganggu pelayat yang akan masuk.

Adapun sejak kemarin, manajemen rumah duka sengaja menutup semua pintu masuk, baik pintu utama maupun pintu samping, dan tidak memberikan arahan yang jelas bagi pelayat.

Khusus untuk pelayat Andrew dan Myuran tidak diizinkan masuk. Salah satu kerabat Andrew, Tedy, mengungkapkan bahwa mereka benar-benar tidak diperbolehkan masuk ke rumah duka saat datang kemarin.

"Enggak boleh (masuk). Kita sudah tunggu lama, yang boleh cuma yang ngelayat keluarga lain di dalam," kata Tedy.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Duduk Perkara Kasus KDRT  Neira J Kalangi: Viral di Media Sosial, Kini Jadi Tersangka Akses Ilegal

Duduk Perkara Kasus KDRT Neira J Kalangi: Viral di Media Sosial, Kini Jadi Tersangka Akses Ilegal

Megapolitan
Bandara Halim Perdanakusuma Tutup Mulai Hari Ini untuk Revitalisasi

Bandara Halim Perdanakusuma Tutup Mulai Hari Ini untuk Revitalisasi

Megapolitan
Saat Wakil Ketua DPRD DKI Kompak Laporkan Ketua Dewan ke BK karena Ngotot Ajukan Interpelasi Formula E

Saat Wakil Ketua DPRD DKI Kompak Laporkan Ketua Dewan ke BK karena Ngotot Ajukan Interpelasi Formula E

Megapolitan
Sempat Gagal, Tender Kedua Pembangunan Sirkuit Formula E Dibuka, Sudah Ada yang Daftar

Sempat Gagal, Tender Kedua Pembangunan Sirkuit Formula E Dibuka, Sudah Ada yang Daftar

Megapolitan
Peringati Hari Bakti Taruna ke-76, Menhan Prabowo Ziarah ke TMP Taruna

Peringati Hari Bakti Taruna ke-76, Menhan Prabowo Ziarah ke TMP Taruna

Megapolitan
PN Depok Lockdown hingga 31 Januari, Lebih dari 60 Persidangan Ditunda

PN Depok Lockdown hingga 31 Januari, Lebih dari 60 Persidangan Ditunda

Megapolitan
Tender Sirkuit Formula E Gagal, Wagub DKI Optimis Tetap Bisa Terselenggara

Tender Sirkuit Formula E Gagal, Wagub DKI Optimis Tetap Bisa Terselenggara

Megapolitan
Banyak Plastik Berisi Sampah di Perbatasan Jaksel, Dibuang Subuh Saat Orang Berangkat Kerja

Banyak Plastik Berisi Sampah di Perbatasan Jaksel, Dibuang Subuh Saat Orang Berangkat Kerja

Megapolitan
Formula E Belum Dapat Sponsor, Jakpro Pakai Dana Talangan untuk Bangun Sirkuit

Formula E Belum Dapat Sponsor, Jakpro Pakai Dana Talangan untuk Bangun Sirkuit

Megapolitan
Pakar Sebut Kemampuan Berpikir Rasional Pengeroyok Kakek 89 Tahun Mengalami Penumpulan

Pakar Sebut Kemampuan Berpikir Rasional Pengeroyok Kakek 89 Tahun Mengalami Penumpulan

Megapolitan
Detik-detik Neira J Kalangi Hirup Udara Bebas, Air Matanya Tumpah di Pelukan Sang Ayah

Detik-detik Neira J Kalangi Hirup Udara Bebas, Air Matanya Tumpah di Pelukan Sang Ayah

Megapolitan
Mobil Kecelakaan di Jalan Prapanca Kebayoran Baru, Lalu Lintas Macet

Mobil Kecelakaan di Jalan Prapanca Kebayoran Baru, Lalu Lintas Macet

Megapolitan
Hari Ini, Ketua DPRD DKI Jakarta Dipanggil BK Terkait Dugaan Malaadministrasi Interpelasi Formula E

Hari Ini, Ketua DPRD DKI Jakarta Dipanggil BK Terkait Dugaan Malaadministrasi Interpelasi Formula E

Megapolitan
Wagub Sebut Kerumunan di MoI karena Panitia Tak Antisipasi Animo Komunitas Anime

Wagub Sebut Kerumunan di MoI karena Panitia Tak Antisipasi Animo Komunitas Anime

Megapolitan
Kecurigaan Keluarga Kakek yang Tewas Dikeroyok dan Hasil Penyelidikan Sementara Polisi

Kecurigaan Keluarga Kakek yang Tewas Dikeroyok dan Hasil Penyelidikan Sementara Polisi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.