Pria Jatuh hingga Tewas di Panggung Ahmad Dhani di GBK

Kompas.com - 01/05/2015, 18:03 WIB
Seorang pria jatuh dari atap tribun VIP Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Jumat (1/5/2015). Kompas.com/Tangguh Sipria RiangSeorang pria jatuh dari atap tribun VIP Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Jumat (1/5/2015).
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com — Seorang pria jatuh dari atap tribun VIP Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jumat (1/5/2015). Korban tewas seketika saat terjatuh dari ketinggian 30 meter tepat di atas panggung tempat Ahmad Dhani beraksi. Saat itu sedang berlangsung konser Hari Buruh.

"Tadi saya lagi ambil gambar ke arah panggung. Lho kok ada yang jatuh? Enggak tahunya mayat," ujar petugas pengamanan dari Sat Brimob Polda Metro Jaya, Prada Rino, di lokasi.

Pantauan Kompas.com, kepala korban pecah akibat benturan keras yang dialaminya saat jatuh ke panggung.

Bahkan salah satu cymbal ikut retak akibat tertimpa tubuh korban. Saat ini, Kapolsek Metro Tanah Abang Ajun Komisaris Besar Harry Sulistiadi tengah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Panggung utama pun langsung dipasang garis polisi sebagai tanda penyelidikan petugas.

"Tolong rekan wartawan keluar dulu ya. Jangan sampai rusak TKP-nya nanti," kata Harry.

Sejumlah petugas dari kedokteran polisi dan tim identifikasi Polda Metro Jaya tampak mengabadikan jasad korban yang masih tergeletak di lokasi.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kabur ke Sumsel, Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan Sudah Ditangkap

Kabur ke Sumsel, Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan Sudah Ditangkap

Megapolitan
Di Balik Tegaknya Masjid Lautze, Ada Peran BJ Habibie...

Di Balik Tegaknya Masjid Lautze, Ada Peran BJ Habibie...

Megapolitan
Tradisi Bagi-bagi Angpau untuk Warga Kurang Mampu di Wihara Dharma Bhakti

Tradisi Bagi-bagi Angpau untuk Warga Kurang Mampu di Wihara Dharma Bhakti

Megapolitan
Sejak Pagi, Kelenteng Tertua di Tangerang Boen Tek Bio Dipadati Umat

Sejak Pagi, Kelenteng Tertua di Tangerang Boen Tek Bio Dipadati Umat

Megapolitan
Kisah Rumah Tua Pondok Cina, Jejak Etnis Tionghoa di Depok

Kisah Rumah Tua Pondok Cina, Jejak Etnis Tionghoa di Depok

Megapolitan
Ketika Masyarakat Tionghoa di Wihara Dharma Bakti Berdoa Lebih Lama pada Tahun Tikus Logam

Ketika Masyarakat Tionghoa di Wihara Dharma Bakti Berdoa Lebih Lama pada Tahun Tikus Logam

Megapolitan
Fakta tentang Virus Corona, Gejalanya Sangat Umum, Satu Orang Diduga Terinfeksi

Fakta tentang Virus Corona, Gejalanya Sangat Umum, Satu Orang Diduga Terinfeksi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Jakarta Banjir Lagi | Suspect Virus Corona di Jakarta Utara

[POPULER JABODETABEK] Jakarta Banjir Lagi | Suspect Virus Corona di Jakarta Utara

Megapolitan
Cerita Singkat tentang Masjid Lautze yang Dibangun oleh Warga Keturunan Tionghoa

Cerita Singkat tentang Masjid Lautze yang Dibangun oleh Warga Keturunan Tionghoa

Megapolitan
Revitalisasi Monas Terhambat Legalitas, Apa yang Dilakukan Pemprov DKI?

Revitalisasi Monas Terhambat Legalitas, Apa yang Dilakukan Pemprov DKI?

Megapolitan
Melihat Sembahyang Imlek di Wihara Dharma Bakti Petak Sembilan

Melihat Sembahyang Imlek di Wihara Dharma Bakti Petak Sembilan

Megapolitan
Ini Lokasi dan Rangkaian Acara Perayaan Imlek di Jakarta

Ini Lokasi dan Rangkaian Acara Perayaan Imlek di Jakarta

Megapolitan
Jejak Orang Tionghoa dalam Roti Gambang dan Es Teler

Jejak Orang Tionghoa dalam Roti Gambang dan Es Teler

Megapolitan
Asal-usul Jalan Perniagaan, Perkampungan Masyarakat Keturunan Tionghoa di Jakarta

Asal-usul Jalan Perniagaan, Perkampungan Masyarakat Keturunan Tionghoa di Jakarta

Megapolitan
Perkiraan Cuaca Tahun Baru Imlek 2571, Jakarta Dilanda Hujan dan Petir

Perkiraan Cuaca Tahun Baru Imlek 2571, Jakarta Dilanda Hujan dan Petir

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X