Ahok Puji Aksi Buruh Saat May Day

Kompas.com - 04/05/2015, 12:29 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di Balai Kota, Jumat (24/4/2015) Kompas.com/Alsadad RudiGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di Balai Kota, Jumat (24/4/2015)
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengklaim tidak ada taman yang rusak parah akibat peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day, 1 Mei lalu. Menurut dia, penyelenggaraan May Day tahun ini lebih tertib dibanding tahun sebelumnya. Meski demikian, ia mengakui masih banyak taman-taman yang diinjak oleh buruh. 

"Ada tanaman yang patah karena diinjak-injak itu wajar karena orang terlalu banyak berdesak-desakkan. Jadi betul-betul tertib demo itu," kata Basuki, seusai meninjau pelaksanaan ujian nasional (UN) siswa SMP 65 di SMA 80, Jakarta Utara, Senin (4/5/2015). 

Pernyataan Basuki ini berbanding terbalik dengan pernyataan dia sebelum peringatan May Day. Saat itu, ia mengancam akan menggugat buruh yang ketahuan menginjak-injak taman dan merusak tanaman di sana.

Di sisi lain, Basuki juga mengapresiasi kinerja aparat kepolisian yang berhasil mengamankan jalannya aksi unjuk rasa ribuan buruh. "Kami berterima kasih kepada kepolisian dan buruh karena May Day kemarin hampir tidak ada kerusakan yang terjadi," kata Basuki.


Tertibnya unjuk rasa yang berlangsung saat May Day lalu dipandang Basuki merupakan suatu kemajuan dan langkah awal guna mencapai tujuan menciptakan demonstrasi yang tertib di Ibu Kota ke depannya. Apalagi Pemprov DKI telah mencanangkan "program lima tertib" untuk diterapkan dan dijadikan pedoman pembangunan di Jakarta mulai tahun ini.

"Kami sudah mencanangkan lima tertib, yaitu tertib PKL, lalu lintas, sampah, rumah susun, dan demo. Makanya, kemarin juga kita ucapkan terima kasih kepada kepolisian dan buruh," kata Basuki.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Stres Mau Nikah Diduga Jadi Motif ART Aniaya Bayi 2 Tahun di Depok

Stres Mau Nikah Diduga Jadi Motif ART Aniaya Bayi 2 Tahun di Depok

Megapolitan
Rumah 4 Lantai Dibongkar Satpol PP Jaksel karena Langgar Peraturan Perizinan

Rumah 4 Lantai Dibongkar Satpol PP Jaksel karena Langgar Peraturan Perizinan

Megapolitan
30 Pelajar Diamankan Terkait Perusakan SMK di Depok, 5 Orang Jadi Tersangka

30 Pelajar Diamankan Terkait Perusakan SMK di Depok, 5 Orang Jadi Tersangka

Megapolitan
Raup Rp 2,5 Miliar dari Gelapkan 62 Mobil, Djeni Terlilit Utang

Raup Rp 2,5 Miliar dari Gelapkan 62 Mobil, Djeni Terlilit Utang

Megapolitan
Dishub DKI: Kami Tidak Bisa Larang Penggunaan Bus Zhong Tong

Dishub DKI: Kami Tidak Bisa Larang Penggunaan Bus Zhong Tong

Megapolitan
Pengasuh Aniaya Bocah, Orangtua Korban Penasaran Apa Motifnya

Pengasuh Aniaya Bocah, Orangtua Korban Penasaran Apa Motifnya

Megapolitan
1 November, 59 Bus Zhongtong Beroperasi di Jakarta

1 November, 59 Bus Zhongtong Beroperasi di Jakarta

Megapolitan
Orang Tua YM Curiga karena Pengasuh Mengurung Diri 2 Malam Bersama Anaknya

Orang Tua YM Curiga karena Pengasuh Mengurung Diri 2 Malam Bersama Anaknya

Megapolitan
Kisah Warga Kampung Starling, Demo Bawa Rezeki dan Satpol PP Paling Dihindari

Kisah Warga Kampung Starling, Demo Bawa Rezeki dan Satpol PP Paling Dihindari

Megapolitan
Pemprov DKI Bahas Kenaikan UMP DKI 2020 Sebesar 8 Persen

Pemprov DKI Bahas Kenaikan UMP DKI 2020 Sebesar 8 Persen

Megapolitan
Keluarga Kaget Dengar Djeni Raup Rp 2,5 Miliar dari Penggelapan 62 Mobil

Keluarga Kaget Dengar Djeni Raup Rp 2,5 Miliar dari Penggelapan 62 Mobil

Megapolitan
Sutradara Amir Mirza Gumay Simpan Sabu di Bawah Kitchen Set Rumah

Sutradara Amir Mirza Gumay Simpan Sabu di Bawah Kitchen Set Rumah

Megapolitan
Tujuh Titik Kabel Semrawut di Jakarta Selatan Segera Ditertibkan

Tujuh Titik Kabel Semrawut di Jakarta Selatan Segera Ditertibkan

Megapolitan
Keluarga Djeni Didatangi Banyak Korban Sebelum Penangkapan

Keluarga Djeni Didatangi Banyak Korban Sebelum Penangkapan

Megapolitan
MRT Jakarta Tertibkan Penjualan Benda Tajam di Dalam Stasiun

MRT Jakarta Tertibkan Penjualan Benda Tajam di Dalam Stasiun

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X