Ahok Izinkan DPRD Usulkan Pokir dalam RAPBD 2016

Kompas.com - 11/05/2015, 16:21 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat memberikan sambutan di acara Women for the World, di Balai Agung, Balai Kota, Kamis (7/5/2015). KOMPAS.COM/KURNIA SARI AZIZAGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat memberikan sambutan di acara Women for the World, di Balai Agung, Balai Kota, Kamis (7/5/2015).
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mempersilakan DPRD DKI untuk membawa usulan warga, yang diperoleh dari masa reses, untuk disampaikan dalam rancangan anggaran pendapatan belanja daerah (RAPBD) tahun 2016.

Sebenarnya, lanjut Basuki, usulan warga yang ditampung anggota DPRD itu telah didiskusikan dalam musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang). Seperti diketahui, musrenbang sudah selesai dilaksanakan di lima wilayah dan satu kabupaten ibu kota. Usulan warga oleh anggota DPRD DKI dikenal dengan pokok pikiran (pokir). 

"Reses kan (usulan program) sudah ada di dalam musrenbang semua. Kalau mereka masukkan, ya tinggal kami cocokkan saja," kata Basuki di Balai Kota, Senin (11/5/2015). 

Selain DPRD yang bisa mengusulkan, lanjut Basuki, satuan kerja perangkat daerah (SKPD) serta unit kerja perangkat daerah (UKPD) masih dapat memperbaiki dan mengevaluasi rencana kegiatan pada tahun anggaran 2016.

Menurut Basuki, pokir diperbolehkan dengan syarat tidak diusulkan setelah APBD disahkan dalam rapat paripurna. "Masukkan saja (pokir), enggak masalah, asal (DPRD) jangan ajuin yang aneh-aneh saja. Selama berguna, oke," kata Basuki. 

Sebelumnya, Basuki menegaskan bahwa DPRD tidak boleh lagi mengajukan pokir kepada DKI. Menurut Basuki, pokir dengan nilai fantastis yang diajukan DPRD ke dalam APBD kerap ditengarai sebagai anggaran siluman oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Pada APBD 2015, besaran pokir mencapai Rp 12,1 triliun. Sementara itu, pokir yang dihasilkan dari APBD 2012-2015 mencapai Rp 40 triliun. 

Adapun pokir merupakan aspirasi masyarakat yang ditampung anggota Dewan saat masa reses. Aspirasi itu kemudian diajukan oleh legislatif kepada eksekutif dalam pembahasan anggaran. Pokir ini diatur dalam Pasal 55 huruf (a) Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan DPRD tentang Tata Tertib.

Badan Anggaran disebutkan mempunyai tugas memberikan saran dan pendapat berupa pokok-pokok pikiran DPRD kepada kepala daerah dalam mempersiapkan rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah, paling lambat lima bulan sebelum APBD ditetapkan.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polres Jakarta Utara Pakai Water Cannon Untuk Semprot Cairan Disinfektan di Jalanan

Polres Jakarta Utara Pakai Water Cannon Untuk Semprot Cairan Disinfektan di Jalanan

Megapolitan
Kekhawatiran DKI jika Bus AKAP Tetap Beroperasi Angkut Warga ke Luar Jakarta

Kekhawatiran DKI jika Bus AKAP Tetap Beroperasi Angkut Warga ke Luar Jakarta

Megapolitan
Tewas Ditabrak Mobil saat Sedang Jogging di Karawaci, Andre Sempat Selamatkan Anaknya

Tewas Ditabrak Mobil saat Sedang Jogging di Karawaci, Andre Sempat Selamatkan Anaknya

Megapolitan
Cegah Covid-19, Puluhan Titik Jalan di Jakarta Timur Disemprotkan Disinfektan

Cegah Covid-19, Puluhan Titik Jalan di Jakarta Timur Disemprotkan Disinfektan

Megapolitan
Pandemi Covid-19, Bawaslu Tangsel Tunda Tahapan Pilkada 2020

Pandemi Covid-19, Bawaslu Tangsel Tunda Tahapan Pilkada 2020

Megapolitan
Perempuan yang Tabrak Pria Paruh Baya di Karawaci Konsumsi Soju Sebelum Kejadian

Perempuan yang Tabrak Pria Paruh Baya di Karawaci Konsumsi Soju Sebelum Kejadian

Megapolitan
Kualitas Udara Jakarta Tak Membaik Selama Masa Social Distancing

Kualitas Udara Jakarta Tak Membaik Selama Masa Social Distancing

Megapolitan
Keluarga Korban Tabrakan di Karawaci: Setelah Tabrak, Pelaku Aniaya Istri Korban

Keluarga Korban Tabrakan di Karawaci: Setelah Tabrak, Pelaku Aniaya Istri Korban

Megapolitan
Karena Covid-19, Taman Margasatwa Ragunan Revisi Target Pengunjung Tahun 2020

Karena Covid-19, Taman Margasatwa Ragunan Revisi Target Pengunjung Tahun 2020

Megapolitan
Wacana Karantina Wilayah di Jakarta, Warga Minta Ada Bantuan Pemerintah karena Mata Pencaharian Hilang

Wacana Karantina Wilayah di Jakarta, Warga Minta Ada Bantuan Pemerintah karena Mata Pencaharian Hilang

Megapolitan
Kualitas Udara di Jakarta Disebut Akan Semakin Membaik jika Karantina Wilayah Diterapkan

Kualitas Udara di Jakarta Disebut Akan Semakin Membaik jika Karantina Wilayah Diterapkan

Megapolitan
Pemkot Bekasi Perpanjang Penutupan Tempat Hiburan, Bioskop, hingga Apartemen Harian

Pemkot Bekasi Perpanjang Penutupan Tempat Hiburan, Bioskop, hingga Apartemen Harian

Megapolitan
Cegah Penyebaran Covid-19, Warga Jati Pulo dan Kota Bambu Utara Pasang Pagar Besi di Perbatasan Wilayah

Cegah Penyebaran Covid-19, Warga Jati Pulo dan Kota Bambu Utara Pasang Pagar Besi di Perbatasan Wilayah

Megapolitan
Cegah Corona, PT MRT Jakarta Bagikan Paket Masker dan Hand Sanitizer ke Penumpang

Cegah Corona, PT MRT Jakarta Bagikan Paket Masker dan Hand Sanitizer ke Penumpang

Megapolitan
UPDATE RSD Wisma Atlet 31 Maret: 413 Pasien Dirawat, 1 PDP Meningal

UPDATE RSD Wisma Atlet 31 Maret: 413 Pasien Dirawat, 1 PDP Meningal

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X