Melawan Saat Ditangkap, Buronan Kelompok Bajing Loncat Tewas Ditembak

Kompas.com - 14/05/2015, 12:43 WIB
Delapan remaja geng babe motor dicomot aparat Polsek Pulogadung dan Polres Metro Jakarta Timur terkait kasus begal jalanan oleh kelompok ini. Rabu (29/4/2015). Kompas.com/Robertus BelarminusDelapan remaja geng babe motor dicomot aparat Polsek Pulogadung dan Polres Metro Jakarta Timur terkait kasus begal jalanan oleh kelompok ini. Rabu (29/4/2015).
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com — Personel Polsek Tambora menangkap dua orang anggota komplotan bajing loncat yang biasa beroperasi di kawasan Pasar Pagi Asemka, Jakarta Barat, Kamis (14/5/2015) pagi. Penangkapan diawali dari adanya laporan warga terkait identitas para buronan yang telah disebar oleh polisi.

"Pagi-pagi warga kasih informasi, lalu kami tindak lanjuti dengan mendatangi lokasi di daerah Pejagalan. Memang benar, ternyata, dua buronan ada di sana," tutur Kapolsek Tambora Komisaris Wirdhanto Hadicaksono kepada Kompas.com, Kamis siang.

Dua orang buronan tersebut berinisial JY dan CF. Mereka berdua diincar setelah bersama pelaku lainnya, U, melakukan aksi pencurian di kawasan Pasar Pagi beberapa waktu lalu.

Adapun U telah ditahan, disusul dengan penangkapan JY dan CF pagi ini. Namun, saat penangkapan, kedua buronan kelompok bajing loncat itu tidak mengindahkan peringatan sehingga polisi mengeluarkan tembakan peringatan.

Satu pelaku terkena tembakan di bagian kaki, sedangkan satu lainnya terkena di bagian punggung dan langsung meninggal dunia di tempat.

"Ada upaya melarikan diri. Kita kasih tembakan peringatan. Pelaku JY ini kena di punggung, meninggal di tempat. CF kita lumpuhkan karena tembakan kena tepat di kaki," kata Wirdhanto.

Jenazah JY dibawa ke Rumah Sakit Polri, Kramatjati, sedangkan CF telah diamankan oleh pihak kepolisian berikut dengan sejumlah barang bukti yang mereka bawa, seperti linggis dan kunci L.

Para pelaku dikenakan Pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pencurian dengan Pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Fakta Kelihaian Azura Luna, Mengaku Sosialita Indonesia dan Menipu di Hong Kong

7 Fakta Kelihaian Azura Luna, Mengaku Sosialita Indonesia dan Menipu di Hong Kong

Megapolitan
Mengenal Bilik Pintar, Tempat Belajar di Antara Gunungan Sampah

Mengenal Bilik Pintar, Tempat Belajar di Antara Gunungan Sampah

Megapolitan
Penjualan Sepatu Compass di Grand Indonesia Dibatalkan, Pembeli Kecewa

Penjualan Sepatu Compass di Grand Indonesia Dibatalkan, Pembeli Kecewa

Megapolitan
Calon Pembeli Sepatu Compass, Rela Antre dari Malam hingga Sisihkan Uang Jajan...

Calon Pembeli Sepatu Compass, Rela Antre dari Malam hingga Sisihkan Uang Jajan...

Megapolitan
Geliat Komplotan Jambret Sasar Turis di Kota Tua

Geliat Komplotan Jambret Sasar Turis di Kota Tua

Megapolitan
Mal Belum Buka, Antrean Sepatu Compass 'Darahku Biru' Mengular di Depan Grand Indonesia

Mal Belum Buka, Antrean Sepatu Compass "Darahku Biru" Mengular di Depan Grand Indonesia

Megapolitan
Polemik DWP, Ditolak tetapi Berjalan Mulus

Polemik DWP, Ditolak tetapi Berjalan Mulus

Megapolitan
Ret Ginting, Setia dengan Kamera Analog sejak 1970-an

Ret Ginting, Setia dengan Kamera Analog sejak 1970-an

Megapolitan
Kerja Sama dengan BKSP, Bima Arya Tunggu Bantuan Dana dari Pemprov DKI

Kerja Sama dengan BKSP, Bima Arya Tunggu Bantuan Dana dari Pemprov DKI

Megapolitan
Terperosok ke Dalam Sungai, Kakak Beradik di Bogor Terluka

Terperosok ke Dalam Sungai, Kakak Beradik di Bogor Terluka

Megapolitan
Polisi Buru 4 Penjambret HP di Kawasan Kota Tua yang Masih Buron

Polisi Buru 4 Penjambret HP di Kawasan Kota Tua yang Masih Buron

Megapolitan
Dana Bantuan Parpol Naik, Fraksi Nasdem Dituntut Lebih Eksis di DPRD DKI

Dana Bantuan Parpol Naik, Fraksi Nasdem Dituntut Lebih Eksis di DPRD DKI

Megapolitan
Bikin Rute LRT Pulogadung-Kebayoran Lama, Anies Belum Minta Persetujuan Menhub

Bikin Rute LRT Pulogadung-Kebayoran Lama, Anies Belum Minta Persetujuan Menhub

Megapolitan
Puskesmas dan RSUD Menyerah, Damkar Kembangan Turun Tangan Lepaskan Cincin di Jari Nunung

Puskesmas dan RSUD Menyerah, Damkar Kembangan Turun Tangan Lepaskan Cincin di Jari Nunung

Megapolitan
Penjambret HP di Kota Tua Tenggak Miras dan Pakai Sabu Sebelum Beraksi

Penjambret HP di Kota Tua Tenggak Miras dan Pakai Sabu Sebelum Beraksi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X