Kompas.com - 15/05/2015, 12:21 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat melakukan inspeksi mendadak ke Kantor Biro Umum, di Balai Kota, Jumat (15/5/2015). Sidak dilakukan untuk mengecek jumlah PNS yang masuk pada Kompas.com/Alsadad RudiWakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat melakukan inspeksi mendadak ke Kantor Biro Umum, di Balai Kota, Jumat (15/5/2015). Sidak dilakukan untuk mengecek jumlah PNS yang masuk pada "hari kejepit nasional" ini.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat melakukan inspeksi mendadak ke Kantor Biro Umum yang berada di Balai Kota, Jumat (15/5/2015). Inspeksi dilakukan untuk mengecek jumlah pegawai negeri sipil (PNS) yang masuk pada hari ini yang sering dikenal sebagai "hari kejepit nasional alias harpitnas".

Di kantor yang berada di lantai enam Gedung Blok G itu, Djarot menemukan ada sekitar 24 PNS yang tidak masuk dengan alasan cuti. Namun, ia belum mengetahui jumlah PNS yang tidak hadir tanpa keterangan alias bolos. Sebab, sampai sekitar pukul 11.00, pihak Biro Umum masih melakukan pendataan.

"Tak tunggu ya datanya. Coba cari berapa yang bolos, cuti, sama izin. Karena harpitnas ini very long weekend," ujar Djarot kepada Kepala Biro Umum Agustino Darmawan yang mendampinginya pada kegiatan tersebut.

Bila nantinya ditemukan ada PNS yang membolos, Djarot menegaskan bahwa mereka tidak akan mendapatkan tunjangan kinerja daerah (TKD). Menurut Djarot, pencoretan TKD merupakan bentuk sanksi bagi para abdi negara yang tidak disiplin.

Sebagai informasi, jumlah PNS yang bertugas di Biro Umum ada sekitar 332 orang.

"Kau kejar itu ya (cari PNS yang bolos). Kalau ada, langsung dicoret aja TKD-nya. Ngono wae. Gampang to?" ujar Djarot kepada Agustino.

Harpitnas merupakan istilah yang sering digunakan masyarakat untuk menyebut hari normal yang berada di antara hari libur nasional dan waktu akhir pekan. Contohnya adalah hari ini yang merupakan hari normal setelah hari libur pada Kamis (15/5/2015) kemarin yang merupakan hari libur nasional untuk memperingati Kenaikan Isa Almasih.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Daftar 23 Rumah Sakit di Depok yang Gelar Vaksinasi Covid-19 Pralansia

Daftar 23 Rumah Sakit di Depok yang Gelar Vaksinasi Covid-19 Pralansia

Megapolitan
Indomaret di Bantargebang Dibobol Maling, Uang Ratusan Juta Rupiah di ATM Raib

Indomaret di Bantargebang Dibobol Maling, Uang Ratusan Juta Rupiah di ATM Raib

Megapolitan
Anies Keluarkan Kepgub, Perkantoran di Zona Merah Wajib WFH 75 Persen

Anies Keluarkan Kepgub, Perkantoran di Zona Merah Wajib WFH 75 Persen

Megapolitan
Anies Terbitkan Seruan Pembinaan Kawasan Dilarang Merokok

Anies Terbitkan Seruan Pembinaan Kawasan Dilarang Merokok

Megapolitan
Kapasitas Vaksinasi Covid-19 di Jakarta Disebut Capai 158.000 Orang Per Hari

Kapasitas Vaksinasi Covid-19 di Jakarta Disebut Capai 158.000 Orang Per Hari

Megapolitan
Rizieq Akan Divonis Kamis Pekan Depan, Kuasa Hukum Berharap Kliennya Dibebaskan Murni

Rizieq Akan Divonis Kamis Pekan Depan, Kuasa Hukum Berharap Kliennya Dibebaskan Murni

Megapolitan
UPDATE 17 Juni: Bertambah 22 Kasus Covid-19 di Tangsel, Totalnya Kini 11.821

UPDATE 17 Juni: Bertambah 22 Kasus Covid-19 di Tangsel, Totalnya Kini 11.821

Megapolitan
Kejari Periksa 5 Pengurus KONI Tangsel, Telusuri Aliran Dana Hibah yang Dikorupsi

Kejari Periksa 5 Pengurus KONI Tangsel, Telusuri Aliran Dana Hibah yang Dikorupsi

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Stok Plasma Konvalesen PMI Kota Tangerang Habis

Kasus Covid-19 Melonjak, Stok Plasma Konvalesen PMI Kota Tangerang Habis

Megapolitan
24 Juni, Rizieq Shihab Akan Divonis Terkait Kasus Tes Usap RS Ummi

24 Juni, Rizieq Shihab Akan Divonis Terkait Kasus Tes Usap RS Ummi

Megapolitan
Anies Targetkan 7,5 Juta Warga Jakarta Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Pertama Akhir Agustus 2021

Anies Targetkan 7,5 Juta Warga Jakarta Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Pertama Akhir Agustus 2021

Megapolitan
Tidak Lolos PPDB Jakarta? Jangan Khawatir, Masih Ada Tahap Kedua

Tidak Lolos PPDB Jakarta? Jangan Khawatir, Masih Ada Tahap Kedua

Megapolitan
24 Preman Pemeras Perusahaan Angkutan Barang di Tanjung Priok Tes Swab, Satu Reaktif Covid-19

24 Preman Pemeras Perusahaan Angkutan Barang di Tanjung Priok Tes Swab, Satu Reaktif Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Keterisian Tempat Tidur di RSPI Sulianti Saroso Capai 86 Persen

Kasus Covid-19 Melonjak, Keterisian Tempat Tidur di RSPI Sulianti Saroso Capai 86 Persen

Megapolitan
Ada Lonjakan Kasus Covid-19, Rumah Perlindungan Sosial Dinsos Kota Tangerang Dijadikan RIT

Ada Lonjakan Kasus Covid-19, Rumah Perlindungan Sosial Dinsos Kota Tangerang Dijadikan RIT

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X