Ahok: Kalau Retno Merasa Jadi Sekjen LSM Lebih Penting, Tidak Usah Jadi Kepsek

Kompas.com - 18/05/2015, 11:22 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat melantik 649 pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, di Balai Kota, Senin (18/5/2015). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat melantik 649 pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, di Balai Kota, Senin (18/5/2015).
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama angkat bicara tentang argumentasi yang diberikan mantan Kepala SMA Negeri 3 Retno Listyarti soal dia meninggalkan sekolah yang dipimpinnya saat pelaksanaan ujian nasional (UN).

Basuki mempertanyakan sikapnya yang lebih memprioritaskan wawancara televisi daripada mengawasi UN.  "Waktu kami panggil, dia jawabnya sederhana, 'Kan saya sedang berfungsi sebagai Sekjen dari federasi' ya federasi apa ya dan itu federasi ternyata tidak jelas dan tidak terdaftar. Ya kalau Anda merasa tugas di LSM tidak jelas lebih penting, Anda tidak usah jadi kepala sekolah lagi, sederhana kan," kata Basuki, di SD Theresia, Jakarta, Senin (18/5/2015). 

Apabila Retno menjabat sebagai anggota federasi yang terdaftar pun, dia harus tetap memprioritaskan pekerjaan utamanya sebagai seorang pendidik.

Perlu diketahui, Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) yang diikuti Retno tidak terdaftar pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). [Baca: FSGI Tak Terdaftar, Ini Alasan Retno Listyarti]

Basuki juga mengaku bingung dengan alasan Retno menghadiri wawancara televisi karena diundang bersama Menteri Pendidikan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan.

"Anda kan dikasih tugas tambahan jadi kepala sekolah, kemudian Anda merasa tugas sekjen federasi lebih penting, ini kan lagi ujian nasional, Bu, masih aja pentingin yang lain. Katanya Menteri (Anies) yang undang dia juga, saya lihat menteri juga kagak negur dia kok pas ketemu. Ha-ha-ha, jadi bingung saya," kata Basuki diiringi tawa.

Menurut Basuki, keputusan Kepala Dinas Pendidikan Arie Budhiman untuk memecat Retno dari Kepala SMA 3 sudah tepat. Kepala sekolah seharusnya datang sebelum peserta didiknya tiba di sekolah saat pelaksanaan UN.

"Misalnya kayak tadi saya ke SD 01 Menteng, anak-anak dari jam setengah tujuh sudah datang dan sebelumnya kepseknya sudah datang. Jangan entar kepala sekolahnya datang belakangan, terus bilang, 'Saya masih jam 8 Pak datangnya, pas ujian belum mulai', argumentasinya gimana coba," kata Basuki. 

Atas kelalaiannya, Retno kini kembali menjabat sebagai guru di SMA 13 Jakarta Utara. Posisi Kepala SMA Negeri 3 diduduki oleh Ratna Budiarti yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala SMA Negeri 29.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

18.000 Nasi Bungkus Dibagikan ke Warga Terdampak Banjir di Jakbar Selama 4 Hari

18.000 Nasi Bungkus Dibagikan ke Warga Terdampak Banjir di Jakbar Selama 4 Hari

Megapolitan
Kejati DKI Jakarta Geledah Kantor Distamhut, Ini Respons Wagub Riza

Kejati DKI Jakarta Geledah Kantor Distamhut, Ini Respons Wagub Riza

Megapolitan
UPDATE 21 Januari: Ada 1.177 Kasus Omicron di DKI Jakarta

UPDATE 21 Januari: Ada 1.177 Kasus Omicron di DKI Jakarta

Megapolitan
Polisi dan Keluarga Korban Bantah Laporan Bocah yang Dicabuli Kuli Bangunan Sempat Diremehkan

Polisi dan Keluarga Korban Bantah Laporan Bocah yang Dicabuli Kuli Bangunan Sempat Diremehkan

Megapolitan
Pekan Depan, Kapasitas PTM di Kota Tangerang Dikurangi hingga 50 Persen

Pekan Depan, Kapasitas PTM di Kota Tangerang Dikurangi hingga 50 Persen

Megapolitan
Realisasi Vaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga di DKI Capai 216.726 Orang

Realisasi Vaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga di DKI Capai 216.726 Orang

Megapolitan
Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat Dijambret, Tas Berisi Dokumen Penting Hilang

Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat Dijambret, Tas Berisi Dokumen Penting Hilang

Megapolitan
Perkenalkan Formula E ke Anies, Dino Patti Djalal: Saya Yakin Akan Naikkan Pamor Jakarta

Perkenalkan Formula E ke Anies, Dino Patti Djalal: Saya Yakin Akan Naikkan Pamor Jakarta

Megapolitan
Soal Penjabat Gubernur DKI, Ketua Fraksi PDI-P: Sekda Juga Memenuhi Syarat

Soal Penjabat Gubernur DKI, Ketua Fraksi PDI-P: Sekda Juga Memenuhi Syarat

Megapolitan
Cerita Sopir Odong-odong di Tegal Alur, Biasa Antar Bocah jadi Antar Pengungsi

Cerita Sopir Odong-odong di Tegal Alur, Biasa Antar Bocah jadi Antar Pengungsi

Megapolitan
Puluhan Kilogram Kulit Kabel Dibuang di Gorong-gorong, Diduga Ulah Pencuri

Puluhan Kilogram Kulit Kabel Dibuang di Gorong-gorong, Diduga Ulah Pencuri

Megapolitan
PSI Minta Anies Tinjau Langsung Lokasi Sirkuit Formula E di Ancol

PSI Minta Anies Tinjau Langsung Lokasi Sirkuit Formula E di Ancol

Megapolitan
14 Warga Cilandak Positif Omicron, Camat Sebut Terpapar Setelah Bepergian ke Luar Negeri

14 Warga Cilandak Positif Omicron, Camat Sebut Terpapar Setelah Bepergian ke Luar Negeri

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Pemkot Tangerang Hendak Terapkan Aturan WFH 50 Persen

Kasus Covid-19 Melonjak, Pemkot Tangerang Hendak Terapkan Aturan WFH 50 Persen

Megapolitan
Gulungan Kulit Kabel di Gorong-gorong Jadi Salah Satu Penyebab Banjir

Gulungan Kulit Kabel di Gorong-gorong Jadi Salah Satu Penyebab Banjir

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.