Kompas.com - 19/05/2015, 12:38 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di Balai Kota, Jumat (10/4/2015). KOMPAS.COM/KURNIA SARI AZIZAGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di Balai Kota, Jumat (10/4/2015).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku heran dengan langkah Retno Listyarti yang berniat menggugat pemecatannya sebagai Kepala SMAN 3 ke Ombudsman dan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Menurut Basuki, langkah Retno tersebut lucu.

"Terus mereka gugat kami, ya lucu kan. Memangnya kepala sekolah jabatan apa gitu? Apa yang mau digugat? Saya bingung, kepala sekolah kan cuma tugas tambahan," kata Basuki di Palyja, Rabu (19/5/2015).

Selain itu, kata dia, seharusnya Retno senang dengan kembalinya ia menjadi guru. Sebab, jika Retno menjadi kepala sekolah, dia harus fokus mengurusi serta mengawas sekolah tempatnya bekerja. Selama ini, lanjut Basuki, Retno lebih memilih berperan sebagai Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) daripada menjadi pendidik.

"Ya, sudah jangan jadi kepsek kalau gitu, tetap jadi guru saja. Tapi kalau guru di SMA 3 kan enggak enak, makanya pindahin ke SMA 13. Eh, malah mau gugat kita. Mana pake main politik ke LBH-lah lapor Ombudsman. Ya, sudahlah," kata Basuki. 

Beri wewenang kadisdik

Basuki menyerahkan seluruh wewenang pemecatan staf maupun kepala sekolah kepada Kepala Dinas Pendidikan Arie Budhiman. Tanggung jawab ini tidak hanya diberikan kepada Dinas Pendidikan saja, tetapi juga kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan unit kerja perangkat daerah (UKPD) lainnya. Dengan demikian, apabila menurut Arie kesalahan Retno untuk keluyuran meladeni wawancara televisi pada jam ujian nasional (UN) adalah fatal maka Retno layak diberhentikan.

Meski berhubungan baik dengan Retno, Basuki menegaskan, kepala SKPD-lah yang memiliki wewenang penuh atas nasib anak-anak buahnya. "Makanya semua kadis itu merasa memang Bu Retno manfaatin kedekatan saya dengan dia. Tapi ini kan keputusan dari dinas dan memang harus dilepas tugasnya sebagai kepsek. Pak Arie bilang masalah ini sudah masalah integritas, ini bicara kejujuran, ya saya harus berikan kewenangan kepada Pak Arie dong," kata Basuki. 

Ia juga menyambut baik langkah DPRD DKI yang akan memanggil Retno dan Arie Budhiman. Basuki mengaku tak mengkhawatirkan pemanggilan itu. "Enggak apa-apa, namanya juga hak dewan. Namanya juga dewan yang terhormat, enggak apa-apa," kata Basuki.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Konvoi Mobil Mewah yang Berhenti di Tol untuk Berfoto Tidak Ditilang, Hanya Ditegur Polisi

Konvoi Mobil Mewah yang Berhenti di Tol untuk Berfoto Tidak Ditilang, Hanya Ditegur Polisi

Megapolitan
2 Pasien Omicron Meninggal Dunia, Dinkes DKI: Kita Tidak Boleh Anggap Enteng

2 Pasien Omicron Meninggal Dunia, Dinkes DKI: Kita Tidak Boleh Anggap Enteng

Megapolitan
Wagub DKI Sebut Penularan Covid-19 di Sekolah Sedikit, Ahli: Pelacakannya Harus Cermat

Wagub DKI Sebut Penularan Covid-19 di Sekolah Sedikit, Ahli: Pelacakannya Harus Cermat

Megapolitan
Resmi, Street Race Kabupaten Bekasi di Meikarta Akan Digelar Februari

Resmi, Street Race Kabupaten Bekasi di Meikarta Akan Digelar Februari

Megapolitan
Konvoi Mobil Mewah Berhenti di Tol untuk Sesi Dokumentasi, Langsung Ditegur Polisi

Konvoi Mobil Mewah Berhenti di Tol untuk Sesi Dokumentasi, Langsung Ditegur Polisi

Megapolitan
Kronologi Kecelakaan 2 Truk di Depan Balai Kartini yang Tewaskan 1 Sopir...

Kronologi Kecelakaan 2 Truk di Depan Balai Kartini yang Tewaskan 1 Sopir...

Megapolitan
Dua Orang Awak Angkut Bandara Asal China Diperiksa Usai Bawa Kargo Tanpa Pemberitahuan

Dua Orang Awak Angkut Bandara Asal China Diperiksa Usai Bawa Kargo Tanpa Pemberitahuan

Megapolitan
Daftar Lokasi Vaksinasi Covid-19 Dosis Booster di DKI Jakarta

Daftar Lokasi Vaksinasi Covid-19 Dosis Booster di DKI Jakarta

Megapolitan
Kecelakaan antara Dua Truk di Jalan Gatot Soebroto, Satu Sopir Tewas

Kecelakaan antara Dua Truk di Jalan Gatot Soebroto, Satu Sopir Tewas

Megapolitan
Pencopetan di Terminal Pulogadung Terekam Kamera Warga, Polisi Ringkus Pelaku

Pencopetan di Terminal Pulogadung Terekam Kamera Warga, Polisi Ringkus Pelaku

Megapolitan
Rute Transjakarta Ciputat-Tosari Akan Beroperasi Senin-Jumat pada Jam Sibuk

Rute Transjakarta Ciputat-Tosari Akan Beroperasi Senin-Jumat pada Jam Sibuk

Megapolitan
Mulai Senin, Rute Transjakarta Ciputat-Tosari Kembali Beroperasi

Mulai Senin, Rute Transjakarta Ciputat-Tosari Kembali Beroperasi

Megapolitan
Pasien yang Diduga Meninggal akibat Varian Omicron Sempat Dirawat Intensif Dua Hari

Pasien yang Diduga Meninggal akibat Varian Omicron Sempat Dirawat Intensif Dua Hari

Megapolitan
Menyoal Kenaikan 5,1 Persen UMP DKI Jakarta 2022

Menyoal Kenaikan 5,1 Persen UMP DKI Jakarta 2022

Megapolitan
Minta Masyarakat Waspada Penularan Omicron, Wagub DKI: Tidak Boleh Anggap Enteng

Minta Masyarakat Waspada Penularan Omicron, Wagub DKI: Tidak Boleh Anggap Enteng

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.