Pemprov DKI Akan Razia Pengamen Ondel-ondel

Kompas.com - 21/05/2015, 16:12 WIB
Ali (kiri) dan Rapi (didalam ondel-ondel), keduanya anak SDN 01 Tanah Tinggi berkeliling mengamen dengan memakai ondel-ondel di Kampung Rawa, Johar Baru, Jakarta Pusat, Jumat (10/5/2013). KOMPAS / AGUS SUSANTOAli (kiri) dan Rapi (didalam ondel-ondel), keduanya anak SDN 01 Tanah Tinggi berkeliling mengamen dengan memakai ondel-ondel di Kampung Rawa, Johar Baru, Jakarta Pusat, Jumat (10/5/2013).
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera merazia pengamen ondel-ondel. Sebab, ondel-ondel dinilai telah dieksploitasi untuk meraup untung.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan, ondel-ondel adalah kesenian khas Betawi yang harusnya dilestarikan, bukan dieksploitasi. Karena itu, ia meminta agar para pengamen ondel-ondel ditertibkan untuk kemudian diberikan pemahaman.

"Sebagai masyarakat Jakarta, bagian dari warga Jakarta, saya tersinggung. Itu eksploitasi budaya. Oleh sebab itu, ditangkap pelakunya, diamankan, diberikan pemahaman. Tidak boleh menggunakan atribut budaya, apalagi di Jakarta ditonton banyak orang, malu dong," kata Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (21/5/2015).

Menurut Djarot, pelarangan ondel-ondel sama seperti pelarangan terhadap topeng monyet. Saat itu, topeng monyet dianggap sebagai tindakan ekploitasi terhadap hewan. Meski demikian, Djarot tetap mempersilakan pengamen ondel-ondel untuk tetap mengamen. Syaratnya, tidak lagi menggunakan ondel-ondel.

"Saya banyak melihat boneka-boneka lucu di tempat-tempat rekreasi. Saya juga melihat pengemis jalanan yang kalau macet pakai topeng Doraemon, badut, untuk dapat perhatian. Itu cara orang cari duit. Namun, jangan gunakan ondel-ondel, dong," ujar mantan anggota DPR RI ini.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kadin Bantu 100.000 Rapid Test, 105.000 Masker, dan 300 APD untuk Pemprov DKI

Kadin Bantu 100.000 Rapid Test, 105.000 Masker, dan 300 APD untuk Pemprov DKI

Megapolitan
Cerita Sopir Bus AKAP Bertahan karena Sepi Penumpang, Patungan Buat Makan hingga Tidur di Terminal

Cerita Sopir Bus AKAP Bertahan karena Sepi Penumpang, Patungan Buat Makan hingga Tidur di Terminal

Megapolitan
Anak Korban Tabrakan di Karawaci Ulang Tahun Sehari Setelah Ayahnya Dikremasi

Anak Korban Tabrakan di Karawaci Ulang Tahun Sehari Setelah Ayahnya Dikremasi

Megapolitan
Stok Darah di PMI Jakarta Selatan Masih Kurang

Stok Darah di PMI Jakarta Selatan Masih Kurang

Megapolitan
Perampok Toko Emas di Tamansari Meninggal karena Covid-19

Perampok Toko Emas di Tamansari Meninggal karena Covid-19

Megapolitan
Cerita Pasien Covid-19 Pertama di Bekasi Berjuang 20 Hari hingga Sembuh

Cerita Pasien Covid-19 Pertama di Bekasi Berjuang 20 Hari hingga Sembuh

Megapolitan
Rapat Penyampaian Visi-Misi Cawagub DKI Hanya Akan Dihadiri 25 Orang

Rapat Penyampaian Visi-Misi Cawagub DKI Hanya Akan Dihadiri 25 Orang

Megapolitan
Wali Kota Bogor Ungkap Kondisi Kesehatannya Selama Isolasi Covid-19

Wali Kota Bogor Ungkap Kondisi Kesehatannya Selama Isolasi Covid-19

Megapolitan
Polisi Amankan 19 Pemuda yang Berkerumun di Palmerah dan Pasar Rumput

Polisi Amankan 19 Pemuda yang Berkerumun di Palmerah dan Pasar Rumput

Megapolitan
Istri Korban Tabrakan Maut di Karawaci: Kami Mengampuni pelaku, tapi Proses Hukum Harus Berjalan

Istri Korban Tabrakan Maut di Karawaci: Kami Mengampuni pelaku, tapi Proses Hukum Harus Berjalan

Megapolitan
Depok Masih Kaji PSBB, Wali Kota Minta BPTJ yang Batasi Transportasi

Depok Masih Kaji PSBB, Wali Kota Minta BPTJ yang Batasi Transportasi

Megapolitan
Mengenal Kategori Baru Terkait Covid-19, Orang Tanpa Gejala

Mengenal Kategori Baru Terkait Covid-19, Orang Tanpa Gejala

Megapolitan
Masjid Istiqlal Tak Gelar Shalat Jumat Berjemaah hingga 19 April 2020

Masjid Istiqlal Tak Gelar Shalat Jumat Berjemaah hingga 19 April 2020

Megapolitan
DMI Jakarta Memperbarui Seruan Pembatasan Aktivitas di Masjid

DMI Jakarta Memperbarui Seruan Pembatasan Aktivitas di Masjid

Megapolitan
Penyampaian Visi Misi Dua Cawagub DKI Digelar Pukul 13.00 WIB Nanti

Penyampaian Visi Misi Dua Cawagub DKI Digelar Pukul 13.00 WIB Nanti

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X