Ahok: Jujur Saja Bank DKI Payah, Benar-Benar Payah

Kompas.com - 22/05/2015, 19:59 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di Balai Kota, Jumat (10/4/2015). KOMPAS.COM/KURNIA SARI AZIZAGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di Balai Kota, Jumat (10/4/2015).
|
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku kecewa karena Bank DKI belum dapat melayani transaksi nontunai di program "Lenggang Jakarta". Hanya Bank Mandiri yang memberi pelayanan transaksi non tunai melalui kartu e-money untuk membeli jajanan kuliner serta souvenir di "Lenggang Jakarta". 

"Saya ingin cashless agar tidak ada setoran pedagang ke oknum tidak bertanggungjawab. Sayangnya bank yang sudah siap menerapkan cashless transaction ini baru Bank Mandiri, bukan Bank DKI. Jujur saja, Bank DKI kami payah. Bener-bener payah. Saya ulang sampai tiga kali nih," kata Basuki, saat meresmikan "Lenggang Jakarta", di Taman Eks IRTI Monas, Jakarta, Jumat (22/5/2015).

Selain belum bisa menyediakan kartu uang elektronik untuk transaksi jual-beli di acara "Lenggang Jakarta", kata Basuki, Bank DKI juga belum menyanggupi penyediaan e-money untuk pembayaran retribusi rusun dan sistem transjakarta.

Sementara itu, Bank Mandiri mampu menyanggupi permintaan Basuki untuk membaca sistem uang elektronik transjakarta. "Jadi dengan tap e-money Mandiri, bisa ketahuan lho perempuan atau laki-laki yang paling banyak naik bus ini, dan saya juga bisa buat koridor baru dari sistem itu. Mandiri presentasi menarik ke saya, jadi perempuan naik transjakarta itu lebih pagi dan laki-laki pulang telat," kata Basuki.


Kebijakan transaksi non tunai di "Lenggang Jakarta" ini dilakukan agar dirinya mengetahui penghasilan para PKL selama berjualan di sana. Apabila keuntungannya besar, Basuki tidak akan ragu menggelontorkan modal Rp 1 triliun untuk kredit.

Pemprov DKI bisa memberi modal Rp 5 juta untuk sekitar 200.000 pedagang. Modal ini nantinya bisa digunakan untuk membuka usaha bagi anak, istri, cucu, atau saudara sang pedagang. Mereka bisa membuka usaha ditempat lain bahkan di mall sekalipun.

"Mungkin enggak, orang dagang di sini kredit Rp 5 juta terus kabur? Mungkin. Kalau kabur pun saya tinggal lelang siapa yang mau bayar utang dia, dan langsung bisa dagang di sini," kata Basuki.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2,2 Juta Kendaraan di Jakarta Tunggak Pajak, Polisi Lakukan Razia dan Sosialisasi

2,2 Juta Kendaraan di Jakarta Tunggak Pajak, Polisi Lakukan Razia dan Sosialisasi

Megapolitan
Marak Kasus Pencabulan Anak di Bekasi, Orangtua Diimbau Ajari Anak Kenali Bagian Pribadi

Marak Kasus Pencabulan Anak di Bekasi, Orangtua Diimbau Ajari Anak Kenali Bagian Pribadi

Megapolitan
Keberadaan Waduk Cimanggis Diharapkan Bisa Cegah Banjir di Cibubur

Keberadaan Waduk Cimanggis Diharapkan Bisa Cegah Banjir di Cibubur

Megapolitan
Tukang Galon Ini Tak Gentar Bersaing dengan Putri Ma'ruf Amin di Pilkada Tangsel

Tukang Galon Ini Tak Gentar Bersaing dengan Putri Ma'ruf Amin di Pilkada Tangsel

Megapolitan
Tepergok Cabuli Bocah, Pedagang Susu Keliling Ditangkap

Tepergok Cabuli Bocah, Pedagang Susu Keliling Ditangkap

Megapolitan
Tak Ada Satu Pun Perusuh Demo Dukung Revisi UU KPK Ditangkap, Bagaimana Aturannya?

Tak Ada Satu Pun Perusuh Demo Dukung Revisi UU KPK Ditangkap, Bagaimana Aturannya?

Megapolitan
KPU Pastikan PKS Bisa Calonkan Wali Kota Depok dan Wakilnya Tanpa Koalisi

KPU Pastikan PKS Bisa Calonkan Wali Kota Depok dan Wakilnya Tanpa Koalisi

Megapolitan
Kapolda Apresiasi Aksi Polisi yang 'Menempel' di Kap Mobil dan Imbau Jangan Diulangi

Kapolda Apresiasi Aksi Polisi yang 'Menempel' di Kap Mobil dan Imbau Jangan Diulangi

Megapolitan
Pria Tua Tersangka Pemerkosa Siswi SD di Bekasi Terancam Bui 15 Tahun

Pria Tua Tersangka Pemerkosa Siswi SD di Bekasi Terancam Bui 15 Tahun

Megapolitan
Dituduh Lakukan Penipuan, Pendiri Kaskus Andrew Darwis Klaim Beli Gedung Sesuai Aturan

Dituduh Lakukan Penipuan, Pendiri Kaskus Andrew Darwis Klaim Beli Gedung Sesuai Aturan

Megapolitan
Dinas Peternakan Tangsel Gelar Vaksinasi Hewan Secara Gratis

Dinas Peternakan Tangsel Gelar Vaksinasi Hewan Secara Gratis

Megapolitan
Pemprov DKI Klaim Kualitas Udara Membaik Pasca-perluasan Ganjil Genap

Pemprov DKI Klaim Kualitas Udara Membaik Pasca-perluasan Ganjil Genap

Megapolitan
Hari Kedua Pemutihan Sanksi Pajak, Samsat Jakpus Masih Sepi Antrean

Hari Kedua Pemutihan Sanksi Pajak, Samsat Jakpus Masih Sepi Antrean

Megapolitan
Cegah Pemalsuan KIR, Pemprov DKI Digitalisasi Sistem Pengujian Kendaraan

Cegah Pemalsuan KIR, Pemprov DKI Digitalisasi Sistem Pengujian Kendaraan

Megapolitan
Tanpa Tunggu Aduan, Polisi Segel Industri Peleburan Aluminium di Cilincing yang Resahkan Warga

Tanpa Tunggu Aduan, Polisi Segel Industri Peleburan Aluminium di Cilincing yang Resahkan Warga

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X