Kompas.com - 23/05/2015, 00:39 WIB
Komisaris Besar Martinus Sitompul (kiri) resmi dirotasi jabatannya sebagai Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya pada Jumat (22/5/2015). Posisinya digantikan oleh mantan Kepala Polres Jakarta Utara Komisaris Besar Muhammad Iqbal (kanan). Kompas.com/Unoviana KartikaKomisaris Besar Martinus Sitompul (kiri) resmi dirotasi jabatannya sebagai Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya pada Jumat (22/5/2015). Posisinya digantikan oleh mantan Kepala Polres Jakarta Utara Komisaris Besar Muhammad Iqbal (kanan).
|
EditorFidel Ali Permana


JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Kapolres Jakarta Utara, Komisaris Besar Muhammad Iqbal mengaku bangga diamanahkan sebagai Kabid Humas Polda Metro Jaya. Iqbal akan menggantikan posisi Komisaris Besar Martinus Sitompul yang dimutasi menjadi Anjak Madya Bidang Pid Divisi Humas Polri sekaligus Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi Polri (Sespimti).

Ditanyakan terkait promosi yang didapatnya, Iqbal mengatakan jika hal tersebut tidak ada bedanya dengan promosi-promosi sebelumnya. "Biasa aja, dimana pun jabatan itu kan amanah. Kita tetap harus bersinergi dengan pihak man pun, termasuk rekan media," ujar Iqbal saat dihubungi Kompas.com, Jumat(22/5/2015).

Menurut Iqbal, untuk jabatan barunya sebagai Kabid Humas, dirinya bakal lebih intens berinteraksi dengan para awak media. Namun, hal tersebut tidak menjadi masalah bagi lulusan Akpol tahun 1991 itu. Pasalnya, dirinya memang dikenal akrab dengan sejumlah awak media saat menjabat Kapolrestro Jakarta Utara.

"Saya siap dihubungi kapan pun, selama 24 jam. Intinya, tugas pokok dan tanggung jawab Kabid Humas sama dengan tugas pokok dan tanggung jawab jabatan itu (Kabid Humas) sebelumnya," tuturnya.

Tidak hanya Iqbal, empat Kapolres Metro berpangkat perwira menengah (pamen) juga ikut dimutasi. Antara lain, Kapolrestro Jakarta Barat, Komisaris Besar Mohammad Fadil Imran, Kapolrestro Jakarta Timur Komisaris Besar Priyo Widyanto, Kapolrestro Depok Komisaris Besar Ahmad Subarkah dan Kapolrestro Tangerang Komisaris Besar Irfing Jaya.

Mutasi tersebut, tertuang dalam Telegram Rahasia (TR) Nomor: ST/1065/V/2015 tertanggal 13 Mei 2015. Selain nama-nama di atas, ada puluhan pamen lainnya yang masuk dalam gelombang mutasi kali ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belum Dapat Bantuan, Warga Tegal Alur Dirikan Dapur Umum dan Bagikan Makanan ke Warga

Belum Dapat Bantuan, Warga Tegal Alur Dirikan Dapur Umum dan Bagikan Makanan ke Warga

Megapolitan
Relawan Jokowi Mania Diperiksa Terkait Laporan Terhadap Ubedilah Badrun

Relawan Jokowi Mania Diperiksa Terkait Laporan Terhadap Ubedilah Badrun

Megapolitan
Antisipasi Banjir di Puncak Musim Hujan, Warga Bumi Nasio Kota Bekasi Siapkan Pompa

Antisipasi Banjir di Puncak Musim Hujan, Warga Bumi Nasio Kota Bekasi Siapkan Pompa

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Depok Meningkat, Masyarakat Diminta Perketat Protokol Kesehatan

Kasus Covid-19 di Depok Meningkat, Masyarakat Diminta Perketat Protokol Kesehatan

Megapolitan
Polisi Sebut Kendaraan Berpelat Khusus RF Kerap Langgar Ganjil-Genap karena Merasa Kebal Hukum

Polisi Sebut Kendaraan Berpelat Khusus RF Kerap Langgar Ganjil-Genap karena Merasa Kebal Hukum

Megapolitan
Tahanan Narkoba Polres Jaksel Tewas, Keluarga Bakal Lapor ke Propam Polri

Tahanan Narkoba Polres Jaksel Tewas, Keluarga Bakal Lapor ke Propam Polri

Megapolitan
UPDATE 19 Januari: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 1.012

UPDATE 19 Januari: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 1.012

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 untuk Anak di Palmerah Dipercepat dengan 'Door to Door'

Vaksinasi Covid-19 untuk Anak di Palmerah Dipercepat dengan "Door to Door"

Megapolitan
2 Hari Terjebak Banjir, Sebagian Warga Tegal Alur Belum Dapat Bantuan

2 Hari Terjebak Banjir, Sebagian Warga Tegal Alur Belum Dapat Bantuan

Megapolitan
Sindir Anies 'Kerja Senyap' Saat Banjir, Fraksi PDI-P: Karena Memang Tidak Ada yang Dikerjakan

Sindir Anies "Kerja Senyap" Saat Banjir, Fraksi PDI-P: Karena Memang Tidak Ada yang Dikerjakan

Megapolitan
Kebakaran Melanda Toko Pakaian dan Sembako di Kebayoran Lama

Kebakaran Melanda Toko Pakaian dan Sembako di Kebayoran Lama

Megapolitan
Sudinsos Jakarta Barat Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Tegal Alur

Sudinsos Jakarta Barat Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Tegal Alur

Megapolitan
Anies Keluarkan Kepgub Soal Perpanjangan PPKM Level 2 di Jakarta Hingga 24 Januari

Anies Keluarkan Kepgub Soal Perpanjangan PPKM Level 2 di Jakarta Hingga 24 Januari

Megapolitan
Keluarga Pasien di RS Polri Jadi Korban Pencurian, Tas Berisi Dua Ponsel Hilang

Keluarga Pasien di RS Polri Jadi Korban Pencurian, Tas Berisi Dua Ponsel Hilang

Megapolitan
Dibawa Jaksa untuk Beratkan Munarman, Saksi: Saya Lebih Pilih Abang daripada yang Tangkap Saya

Dibawa Jaksa untuk Beratkan Munarman, Saksi: Saya Lebih Pilih Abang daripada yang Tangkap Saya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.