Kompas.com - 26/05/2015, 12:52 WIB
Para kerabat Jopi korban penusukan di Bar Venue, Jakarta Selatan berada di rumah duka di Tebet, Jakarta Selatan. Sabtu (23/5/2015). Kompas.com/Robertus BelarminusPara kerabat Jopi korban penusukan di Bar Venue, Jakarta Selatan berada di rumah duka di Tebet, Jakarta Selatan. Sabtu (23/5/2015).
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com — Pihak kepolisian melimpahkan kasus pembunuhan Jopi Peranginangin ke Polisi Militer Angkatan Laut (Pom AL) karena aktivis itu diduga dibunuh oleh seorang tentara.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut Laksamana Pertama Manahan Simorangkir membenarkan hal tersebut. Saat ini, kata dia, kasus tersebut sedang diselidiki oleh Pom AL.

"Sampai saat ini masih dalam penyelidikan, belum ada penangkapan," kata dia saat dihubungi, Selasa (26/5/2015). [Baca: Tangkap Pembunuh Jopi, Polisi Koordinasi dengan Pom AL]

Manahan menyebut, kasus penusukan Jopi masih didalami. Petugas masih mencari alat bukti apakah pelaku melakukan pembunuhan itu secara terencana atau tidak. Sebab, kata dia, kasus pembunuhan Jopi dekat dengan kecelakaan. Pelaku diduga mabuk dan terlibat cekcok, kemudian melakukan pembunuhan.

"Itu dekat dengan suatu kecelakaan. Bertengkar, emosi, bukan ide membunuh. Jadi, bisa saja dia membela diri. Kami belum tahu. Diawali pertengkaran, kondisi gelap, dan sebagainya," ujar dia.

Menurut Mahanan, jika terbukti melakukan pembunuhan berencana, maka pelaku akan diadili secara militer. Prosedurnya dimulai dari penyelidikan oleh puspomal, pelimpahan ke mahkamah militer, kemudian diadili di sana.

Saat ini, kata dia, kepolisian sudah menyerahkan data penyelidikan sementara, barang bukti, termasuk rekaman CCTV ke Pom AL. Ia menegaskan, TNI tidak akan menoleransi berbagai pelanggaran. Dengan demikian, pelaku akan ditindak sesuai undang-undang.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kuasa Hukum Bruder Angelo Sebut Vonis 14 Tahun Penjara Berlebihan

Kuasa Hukum Bruder Angelo Sebut Vonis 14 Tahun Penjara Berlebihan

Megapolitan
Pedagang Roti Jadi Korban Begal di Bekasi, Saksi Sebut Pelaku Masih Remaja

Pedagang Roti Jadi Korban Begal di Bekasi, Saksi Sebut Pelaku Masih Remaja

Megapolitan
 Banjir Tak Surut dalam 6 Jam Seperti Janji Anies, Ini Penjelasan Wagub DKI

Banjir Tak Surut dalam 6 Jam Seperti Janji Anies, Ini Penjelasan Wagub DKI

Megapolitan
Jumlah Pasien Covid-19 Hampir 3.000, RSDC Wisma Atlet Minta Tambahan Tenaga Kesehatan

Jumlah Pasien Covid-19 Hampir 3.000, RSDC Wisma Atlet Minta Tambahan Tenaga Kesehatan

Megapolitan
Gugat Anies ke PTUN, Apindo: Bukan Soal Besaran Kenaikan UMP, tetapi Regulasinya

Gugat Anies ke PTUN, Apindo: Bukan Soal Besaran Kenaikan UMP, tetapi Regulasinya

Megapolitan
Dishub DKI Akan Siapkan 3 Moda Transportasi untuk Masyarakat Datang ke JIS

Dishub DKI Akan Siapkan 3 Moda Transportasi untuk Masyarakat Datang ke JIS

Megapolitan
Batasi Mobilitas, Dishub DKI Pertahankan Aturan Ganjil Genap di 13 Ruas Jalan

Batasi Mobilitas, Dishub DKI Pertahankan Aturan Ganjil Genap di 13 Ruas Jalan

Megapolitan
Pelaku Cabul 'Bruder Angelo' Divonis 14 Tahun Penjara, Hakim: Dia Merusak Mental Anak

Pelaku Cabul "Bruder Angelo" Divonis 14 Tahun Penjara, Hakim: Dia Merusak Mental Anak

Megapolitan
UPDATE 20 Januari: Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Bertambah Jadi 2.636 Orang

UPDATE 20 Januari: Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Bertambah Jadi 2.636 Orang

Megapolitan
Masyarakat Diminta Tak 'Panic Buying' agar Distribusi Minyak Goreng Merata

Masyarakat Diminta Tak "Panic Buying" agar Distribusi Minyak Goreng Merata

Megapolitan
Fico Fachriza Ajukan Rehabilitasi atas Kasus Narkoba, Polda Metro Jaya Tunggu Asesmen BNN

Fico Fachriza Ajukan Rehabilitasi atas Kasus Narkoba, Polda Metro Jaya Tunggu Asesmen BNN

Megapolitan
Keberatan Divonis 14 Tahun Penjara, Pelaku Cabul 'Bruder' Angelo Ajukan Banding

Keberatan Divonis 14 Tahun Penjara, Pelaku Cabul "Bruder" Angelo Ajukan Banding

Megapolitan
SMAN 6 Jakarta Kembali Gelar PTM Setelah Dihentikan Sepekan akibat Covid-19

SMAN 6 Jakarta Kembali Gelar PTM Setelah Dihentikan Sepekan akibat Covid-19

Megapolitan
2,1 Juta Anak Divaksinasi melalui Program Vaksinasi Merdeka

2,1 Juta Anak Divaksinasi melalui Program Vaksinasi Merdeka

Megapolitan
Vonis 14 Tahun 'Monster Cabul' Bruder Angelo dan Proses Panjang nan Melelahkan di Baliknya

Vonis 14 Tahun "Monster Cabul" Bruder Angelo dan Proses Panjang nan Melelahkan di Baliknya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.