Kompas.com - 27/05/2015, 10:58 WIB
Dani (20) warga Pinangsia yang sempat kena pukul Satpol PP di lokasi penggusuran, Jalan Kunir, Pinangsia, Jakarta Barat. Kahfi Dirga Cahya/KOMPAS.comDani (20) warga Pinangsia yang sempat kena pukul Satpol PP di lokasi penggusuran, Jalan Kunir, Pinangsia, Jakarta Barat.
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com - Salah seorang warga RT 014/06, Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat, Dani (20) terlihat lunglai. Dia duduk dengan kaki yang diperban. Dani mengaku sempat kena pukul Satpol PP saat melihat rumahnya diratakan.

Saat itu sedang ada keributan kecil di lokasi penggusuran. "Saya enggak ikut-ikutan. Saya mau nyelamatin teman saya," kata Dani sambil terisak-isak, Rabu (27/5/2015).

Namun, ia malah dikejar oleh Satpol PP. Saat mencoba berlari dari kejaran ia terjatuh karena menginjak paku yang berada di lokasi penggusuran. "Untung ada kakak saya yang cewek. Jadi saya enggak terlalu banyak kena pukul," kata Dani.

Dani menyebut beberapa Satpol PP berusaha untuk mengamankan dirinya dan beberapa orang lainnya. Beruntung, hal tersebut tidak terlaksana karena ada perlindungan dari warga lainnya.

Pantauan Kompas.com, warga di lokasi penggusuran sempat beberapa kali memancing Satpol PP saat melakukan penjagaan. Mereka kerap kali melontarkan kata-kata kasar kepada Satpol PP.

Sebelumnya warga Pinangsia telah berunjuk rasa di dua lokasi, yakni Balai Kota dan Komplek Rumah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama 'Ahok'. Mereka menuntut relokasi saat penggusuran.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Beragam Cerita Pengendara Motor Masuk Tol, dari Ikut Penunjuk Arah hingga Mabuk

Beragam Cerita Pengendara Motor Masuk Tol, dari Ikut Penunjuk Arah hingga Mabuk

Megapolitan
Pengakuan Dokter Kevin Samuel soal Konten TikTok Kontroversial dan Sanksi dari IDI

Pengakuan Dokter Kevin Samuel soal Konten TikTok Kontroversial dan Sanksi dari IDI

Megapolitan
Beragam Pengetatan Aturan Keluar Masuk Jakarta Jelang dan Usai Lebaran

Beragam Pengetatan Aturan Keluar Masuk Jakarta Jelang dan Usai Lebaran

Megapolitan
Warga Johar Baru Sering Tawuran, Jembatan 'Disalahkan' dan Harus Ditutup

Warga Johar Baru Sering Tawuran, Jembatan "Disalahkan" dan Harus Ditutup

Megapolitan
Lokasi Tes Genose C19 di Jakarta sebagai Syarat Perjalanan

Lokasi Tes Genose C19 di Jakarta sebagai Syarat Perjalanan

Megapolitan
[Update 22 April]: Kasus Covid-19 Kota Tangerang Bertambah 23 Pasien

[Update 22 April]: Kasus Covid-19 Kota Tangerang Bertambah 23 Pasien

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Saat Mako Brimob Diserbu Tahanan Teroris: 5 Polisi dan 1 Napi Tewas

[POPULER JABODETABEK] Saat Mako Brimob Diserbu Tahanan Teroris: 5 Polisi dan 1 Napi Tewas

Megapolitan
Kabupaten Bekasi Catat 35 Kasus Baru Covid-19, Kamis Kemarin

Kabupaten Bekasi Catat 35 Kasus Baru Covid-19, Kamis Kemarin

Megapolitan
Sebuah Mobil Tabrak Pembatas Jalur Sepeda di Sudirman karena Gagal Menyalip

Sebuah Mobil Tabrak Pembatas Jalur Sepeda di Sudirman karena Gagal Menyalip

Megapolitan
KRI Nanggala Hilang Kontak, Keluarga di Depok Berharap Kolonel Harry Selamat

KRI Nanggala Hilang Kontak, Keluarga di Depok Berharap Kolonel Harry Selamat

Megapolitan
Kasus Aktif Covid-19 di Depok Naik Lagi Jadi 1.707 Pasien

Kasus Aktif Covid-19 di Depok Naik Lagi Jadi 1.707 Pasien

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Cerah Berawan

Megapolitan
8 Aturan Warga Jakarta yang Hendak Keluar Kota di Masa Pengetatan dan Larangan Mudik

8 Aturan Warga Jakarta yang Hendak Keluar Kota di Masa Pengetatan dan Larangan Mudik

Megapolitan
'Radhar Panca Dahana Itu 'Orang Gila', Pikirannya Gila, Visioner...'

"Radhar Panca Dahana Itu 'Orang Gila', Pikirannya Gila, Visioner..."

Megapolitan
Buntut Konten Tiktok Persalinan, Majelis Etik IDI Siapkan Fatwa Etika Bermedia Sosial untuk Dokter

Buntut Konten Tiktok Persalinan, Majelis Etik IDI Siapkan Fatwa Etika Bermedia Sosial untuk Dokter

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X