Wagub Kecewa Warga Pinangsia Ingkar Janji dan Serbu Rumah Ahok - Kompas.com

Wagub Kecewa Warga Pinangsia Ingkar Janji dan Serbu Rumah Ahok

Kompas.com - 27/05/2015, 11:04 WIB
Kompas.com/Alsadad Rudi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kanan) dan wakilnya, Djarot Saiful Hidayat saat tiba di Gedung DPRD DKI, Senin (6/4/2015). Kedatangan keduanya dalam rangka untuk menghadiri rapat paripurna penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2014

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengaku sudah beberapa kali mengadakan pertemuan dengan warga yang mendiami bantaran Kali Ancol.

Dalam dialog tersebut, kata Djarot, warga sudah sepakat tak mempermasalahkan penertiban tempat tinggalnya. Asalkan, penertiban dilakukan usai pelaksanaan ujian nasional (UN) dan Pemprov DKI harus menyediakan tempat tinggal pengganti.

Djarot menyatakan kekecewaannya pada warga bantaran Kali Ancol yang kemudian menolak untuk ditertibkan. Padahal, kata dia, Pemprov DKI sudah memenuhi semua permintaan warga. Mulai dari penundaan penertiban, dan penyediaan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) bagi warga.

"Itu kan di perbatasan, ada yang di Tamansari (Jakarta Barat), ada yang di Pademangan (Jakarta Utara). Yang di Tamansari sudah kita hubungi. Yang di Pademangan sudah OK, enggak ada masalah katanya. Tinggal nyari lokasi untuk PKL-PKLnya itu. Sudah bilang enggak ada masalah kok demo lagi," ujar Djarot di Balai Kota, Rabu (27/5/2015).

Djarot semakin kesal saat mengetahui warga ternyata tidak hanya ingkar janji kepadanya, tetapi juga melampiaskan kemarahan dengan menyerbu kediaman Gubernur Basuki Tjahaja di Pantai Mutiara, Selasa (26/5/2015) malam. Djarot menilai, tindakan warga tersebut tidak tepat dan cenderung memaksakan kehendaknya.

Oleh karena itu, ia menilai, perlu tindakan tegas dari aparat yang berwenang. Ia mengaku tak mau lagi ambil pusing terhadap warga yang menolak direlokasi.

"Itu tindakan yang enggak bener, memaksakan kehendak. Itu cara-cara liar yang enggak bener, jadi harus ditindak dengan tegas. Kalau mereka enggak mau pindah rusun, ya udah enggak apa-apa. Artinya mereka udah punya rumah sendiri kan, alhamdulillah kan. Gitu aja," ujar Djarot.


Seperti diberitakan, kompleks kediaman Ahok, sapaan Basuki yang terletak di Pantai Mutiara, Penjaringan, Jakarta Utara, diserbu oleh warga pada Selasa (26/5/2015) malam. Warga tersebut mengaku sebagai warga yang akan terkena penggusuran di Kali Ancol.

EditorAna Shofiana Syatiri
Komentar
Close Ads X