Lulung Bakal Diperiksa Bareskrim dalam Kasus Korupsi di Jakarta Barat

Kompas.com - 29/05/2015, 20:35 WIB
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana alias Haji Lulung usai diperiksa selama sekitar delapan jam di Bareskrim Polri, Kamis (30/4/2015). KOMPAS.COM/FABIAN JANUARIUS KUWADOWakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana alias Haji Lulung usai diperiksa selama sekitar delapan jam di Bareskrim Polri, Kamis (30/4/2015).
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com — Abraham Lunggana alias Haji Lulung dalam waktu dekat ini bakal dipanggil penyidik di Direktorat Tindak Pidana Korupsi Badan Reserse Kriminal Polri. Lulung diperiksa dalam perkara korupsi pengadaan printer dan scanner.

"Nanti kalau memang sudah saatnya, (Lulung) dipanggil, kami panggil," ujar Direktur Tipikor Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Ahmad Wiyagus di kantornya, Jumat (29/5/2015).

Pemeriksaan terhadap politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut cukup penting. Pengadaan printer dan scanner itu merupakan proyek dari Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Barat, dan dibahas oleh Komisi E DPRD DKI Jakarta pada tahun anggaran 2014.

Seperti diketahui, pada tahun anggaran 2014, Lulung menjabat sebagai koordinator Komisi E DPRD DKI, komisi yang membidangi pendidikan.

Korupsi printer dan scanner

Seperti diberitakan, penyidik di Dittipikor Bareskrim Polri tengah mengusut kasus dugaan korupsi melalui pengadaan printer dan scanner 25 SMAN/SMKN di Jakarta Barat. Perkara ini sudah masuk ke tingkat penyidikan. [Baca: Polisi Usut Anggaran Siluman Rp 150 Miliar Proyek "Printer" dan "Scanner" di Jakarta Barat]

Berdasarkan penyelidikan dan penyidikan sementara, penyidik menduga adanya mark-up harga printer dan scanner serta proses pengadaan yang tidak sesuai peraturan.

Dalam surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP), penyidik menyiapkan sangkaan Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke satu KUHP. [Baca: Ahok: Maling-maling Cepat Ditangkap Deh supaya Beban Aku Agak Ringan]

Sejauh ini, penyidik telah memeriksa 16 saksi. Pada Jumat ini, ada empat orang yang telah diperiksa, tiga dari pihak vendor dan satu adalah kepala sekolah. Penyidik belum mau memberikan hasil dari pemeriksaan keempat saksi tersebut.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Karyawan Positif Covid-19, LKBN Antara Ditutup Sehari

5 Karyawan Positif Covid-19, LKBN Antara Ditutup Sehari

Megapolitan
Kronologi Penangkapan 3 Pelaku Penembakan yang Incar Pengendara di Tangsel

Kronologi Penangkapan 3 Pelaku Penembakan yang Incar Pengendara di Tangsel

Megapolitan
Diduga Korsleting Listrik, Rumah Dua Lantai di Pademangan Timur Terbakar

Diduga Korsleting Listrik, Rumah Dua Lantai di Pademangan Timur Terbakar

Megapolitan
Aturan Ganjil Genap, Perusahaan Jasa Pengiriman Berskala UMKM Terdampak

Aturan Ganjil Genap, Perusahaan Jasa Pengiriman Berskala UMKM Terdampak

Megapolitan
Perusahaan Jasa Pengiriman Siapkan Opsi Hadapi Ganjil Genap, Pakai Motor hingga Ubah Pelat Kuning

Perusahaan Jasa Pengiriman Siapkan Opsi Hadapi Ganjil Genap, Pakai Motor hingga Ubah Pelat Kuning

Megapolitan
Ini Alasan Anji Wawancara Hadi Pranoto soal Klaim Temuan Obat Covid-19

Ini Alasan Anji Wawancara Hadi Pranoto soal Klaim Temuan Obat Covid-19

Megapolitan
Meriahkan 17 Agustus di Masa Pandemi, Pemkot Tangerang Gelar Lomba Joget Balon Online

Meriahkan 17 Agustus di Masa Pandemi, Pemkot Tangerang Gelar Lomba Joget Balon Online

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Bantah Bakal Buka Sekolah September 2020

Wali Kota Tangerang Bantah Bakal Buka Sekolah September 2020

Megapolitan
44 Perusahaan di Jakarta Ditutup Sementara karena Ada Kasus Covid-19

44 Perusahaan di Jakarta Ditutup Sementara karena Ada Kasus Covid-19

Megapolitan
Alasan Ibu Pura-pura Temukan Bayi Terlantar yang Ternyata Anaknya Sendiri...

Alasan Ibu Pura-pura Temukan Bayi Terlantar yang Ternyata Anaknya Sendiri...

Megapolitan
Sempat Ditutup karena Covid-19, Hari Ini PN Jakbar Kembali Gelar Persidangan

Sempat Ditutup karena Covid-19, Hari Ini PN Jakbar Kembali Gelar Persidangan

Megapolitan
Anji Mengaku Pegal Usai Dicecar 45 Pertanyaan oleh Polisi

Anji Mengaku Pegal Usai Dicecar 45 Pertanyaan oleh Polisi

Megapolitan
Muhamad-Sara Resmi Direkomendasikan sebagai Bakal Calon Kepala Daerah di Pilkada Tangsel

Muhamad-Sara Resmi Direkomendasikan sebagai Bakal Calon Kepala Daerah di Pilkada Tangsel

Megapolitan
Hari Pertama Penerapan Sanksi Ganjil Genap, 1.062 Mobil Ditilang

Hari Pertama Penerapan Sanksi Ganjil Genap, 1.062 Mobil Ditilang

Megapolitan
Kasus Covid-19 di RS Azra, Pemkot Bogor Enggan Berdebat soal Hasil Pemeriksaan

Kasus Covid-19 di RS Azra, Pemkot Bogor Enggan Berdebat soal Hasil Pemeriksaan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X