Kriminalitas Meningkat Jelang Ramadhan, Polisi Razia Preman

Kompas.com - 03/06/2015, 15:41 WIB
Puluhan preman dan anak jalanan terjaring razia dalam operasi cipta kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Senin (25/5/2015). Mereka yang terkena razia, dibawa ke Mapolres Bogor untuk didata dan dibina. K97-14 KOMPAS.com/RAMDHAN TRIYADI BEMPAHPuluhan preman dan anak jalanan terjaring razia dalam operasi cipta kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Senin (25/5/2015). Mereka yang terkena razia, dibawa ke Mapolres Bogor untuk didata dan dibina. K97-14
|
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com - Tingkat kriminalitas biasanya meningkat menjelang bulan suci Ramadhan. Hal ini diakui oleh Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Muhammad Iqbal.

"Menjelang Ramadhan, tingkat tawuran, curat (pencurian dengan pemberatan), curas (pencurian dengan kekerasan), curanmor (pencurian kendaraan bermotor) cukup tinggi," kata Iqbal, beberapa waktu lalu.

Untuk mengantisipasi hal itu, Polda Metro Jaya akan mengadakan sejumlah kegiatan, termasuk peningkatan pengawasan dan razia preman. Tujuannya adalah untuk menekankan pencegahan dini aksi kriminalitas.

"Kami lakukan peningkatan pengawasan di daerah rawan dengan mengoptimalkan fungsi kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat)," ujar dia.


Pengoptimalan fungsi kamtibmas, lanjut dia, adalah untuk mencegah tawuran dan pencurian. Selain itu, polisi juga akan menggencarkan razia preman guna meningkatkan rasa aman di masyarakat.

Iqbal menjelaskan, saat ini Polda Metro Jaya sedang menggelar Operasi Patuh Jaya 2015 untuk menciptakan kedisiplinan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor. Operasi tersebut menyasar kepada pengguna jalan yang parkir sembarangan, melawan arah, dan melanggar rambu.

Setelah operasi tersebut berakhir pada 9 Juni 2015 mendatang, polisi akan melanjutkannya dengan Operasi Cipta Kondisi. Dalam operasi itu, polisi akan melakukan razia preman, minuman keras, dan petasan.

Selain itu, polisi juga akan berkoordinasi dengan pengelola hiburan malam, dan organisasi masyarakat (ormas). Hal ini bertujuan agar ormas tidak melakukan sweeping tempat hiburan malam.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua DPRD DKI: Penggunaan Anggaran TGUPP Harus Disesuaikan dengan Jumlah Anggota

Ketua DPRD DKI: Penggunaan Anggaran TGUPP Harus Disesuaikan dengan Jumlah Anggota

Megapolitan
Natal dan Tahun Baru, Aktivitas Penerbangan Diprediksi Naik 1 Persen

Natal dan Tahun Baru, Aktivitas Penerbangan Diprediksi Naik 1 Persen

Megapolitan
Polisi Sebut Pelaku Persekusi Banser NU Bukan dari Kalangan Ormas

Polisi Sebut Pelaku Persekusi Banser NU Bukan dari Kalangan Ormas

Megapolitan
Polisi Duga Pelaku Persekusi Anggota Banser NU Kabur Pasca Viral

Polisi Duga Pelaku Persekusi Anggota Banser NU Kabur Pasca Viral

Megapolitan
Polisi Keluarkan Surat Penangkapan untuk Gathan Saleh

Polisi Keluarkan Surat Penangkapan untuk Gathan Saleh

Megapolitan
Begal Ojek Online dengan Celurit, Dua Pemuda di Cikarang Dibekuk Polisi

Begal Ojek Online dengan Celurit, Dua Pemuda di Cikarang Dibekuk Polisi

Megapolitan
Tempat Penemuan Koin Belanda di Bekasi Diusulkan Jadi Destinasi Wisata

Tempat Penemuan Koin Belanda di Bekasi Diusulkan Jadi Destinasi Wisata

Megapolitan
Interupsi di Rapat Paripurna, Fraksi PSI Sampaikan Sejumlah Catatan Terkait APBD DKI 2020

Interupsi di Rapat Paripurna, Fraksi PSI Sampaikan Sejumlah Catatan Terkait APBD DKI 2020

Megapolitan
Populasi Sarang Tawon di Jakarta Timur Meningkat, Diduga karena Musim Hujan

Populasi Sarang Tawon di Jakarta Timur Meningkat, Diduga karena Musim Hujan

Megapolitan
Anies Pertimbangkan Pangkas Anggota TGUPP

Anies Pertimbangkan Pangkas Anggota TGUPP

Megapolitan
Marco Kusumawijaya Mundur dari TGUPP, Anies: Pekerjaannya Sudah Tuntas

Marco Kusumawijaya Mundur dari TGUPP, Anies: Pekerjaannya Sudah Tuntas

Megapolitan
Terekam CCTV, Pencuri Bawa Kabur Motor Sport yang Parkir di Pinggir Jalan

Terekam CCTV, Pencuri Bawa Kabur Motor Sport yang Parkir di Pinggir Jalan

Megapolitan
Menengok Rumah Ko Ayun yang Dikepung Proyek Bangunan, Hanya Tersisa Celah Seukuran Badan

Menengok Rumah Ko Ayun yang Dikepung Proyek Bangunan, Hanya Tersisa Celah Seukuran Badan

Megapolitan
Rumahnya Dikepung Proyek Bangunan, Istri Ko Ayun Dipaksa Teken Dokumen

Rumahnya Dikepung Proyek Bangunan, Istri Ko Ayun Dipaksa Teken Dokumen

Megapolitan
Identitas Pelaku Persekusi Anggota Banser NU Diketahui, Kapolres: Tinggal Tunggu Waktu Menangkapnya

Identitas Pelaku Persekusi Anggota Banser NU Diketahui, Kapolres: Tinggal Tunggu Waktu Menangkapnya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X