Keponakan Prabowo Kritik Pemprov DKI soal Rusunawa

Kompas.com - 09/06/2015, 06:29 WIB
Anggota DPR terpilih dari Partai Gerindra, Aryo Djojohadikusumo bersiap Hotel Sultan, Jakarta, sebelum menuju Monumen Pancasila Sakti untuk mengikuti upacara Hari Kesaktian Pancasila, Rabu (1/10/2014). KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOAnggota DPR terpilih dari Partai Gerindra, Aryo Djojohadikusumo bersiap Hotel Sultan, Jakarta, sebelum menuju Monumen Pancasila Sakti untuk mengikuti upacara Hari Kesaktian Pancasila, Rabu (1/10/2014).
|
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dinilai belum dapat memberikan hunian yang layak terhadap ratusan kepala keluarga (KK) yang direlokasi ke rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Muara Baru, Jakarta Utara.

Anggota DPR RI Komisi VII dari daerah pemilihan Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Kepulauan Seribu Aryo Djojohadikusumo mengaku menerima keluhan dari penghuni rusunawa Muara Baru. 

"Pemprov DKI tidak dapat menyediakan fasilitas yang layak di rusunawa Muara Baru dan seharusnya hal itu jadi 'tamparan' bagi DKI untuk memperbaiki fasilitas yang ada sekarang. Warga hingga saat ini masih mengeluhkan buruknya fasilitas di rusun tersebut," kata Aryo dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (8/6/2015) malam.

Adapun salah satu permasalahan yang dikeluhkan terkait minimnya pasokan air bersih. Akibatnya, ratusan penghuni terpaksa mengeluarkan uang ekstra untuk membeli air dari pedagang air keliling guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Tak hanya itu, gedung rusun yang mudah rembes atau bocor dan menumpuknya sampah yang tak kunjung diangkut menyebabkan bau busuk di kawasan tersebut.

Keponakan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto tersebut mengatakan, buruknya fasilitas di rusunawa Muara Baru jadi bukti Pemprov DKI tak serius merelokasi warga ke hunian layak.

"Seharusnya Pemprov DKI dengan cepat tanggap menyelesaikan derita warganya. Air di sana sangat kotor, masa warga harus beli kalau mau dapat air bersih," kata putra sulung Hashim Djojohadikusumo itu.

Lebih lanjut, Aryo meminta Pemprov DKI untuk segera memperbaiki fasilitas di rusunawa tersebut. Jika tidak, maka upaya DKI untuk memberi hunian layak kepada warga relokasi akan sia-sia. Terlebih, lanjut dia, buruknya fasilitas rusun hanya akan menambah penderitaan warga korban gusuran Pemprov DKI.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X