Ahok: Anak Kecil Juga Ngerti, Beli Bus Weichai atau Mercedes Benz, Belinya Mercy

Kompas.com - 09/06/2015, 11:41 WIB
Ratusan bus Transjakarta yang didatangkan dari Tiongkok pada 2013 masih mangkrak di PPD Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis (22/5/2014). KOMPAS.com/Yohanes Debritho NeonnubRatusan bus Transjakarta yang didatangkan dari Tiongkok pada 2013 masih mangkrak di PPD Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis (22/5/2014).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengakui kualitas unit-unit bus transjakarta yang ada saat ini tidak baik. Seluruh unit bus yang dibeli Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI bukan merek yang kualitasnya terjamin.

Pada tahun 2013 lalu, Dishubtrans DKI yang dipimpin oleh Udar Pristono membeli unit bus transjakarta asal Tiongkok yang belum diketahui kualitasnya. 

"Anak kecil juga mengerti, mau beli bus merek Weichai atau Mercedes Benz, mereka pilihnya Mercedez Benz, beda sedikit saja duitnya, kok," kata Basuki, di Balai Kota, Selasa (9/6/2015). 

Bus-bus merek Ankai, Zongthong, Yutong yang dibeli oleh Dishubtrans DKI, kata Basuki, perangkatnya mudah berkarat dan gampang terbakar hanya dalam jangka waktu tiga bulan setelah dibeli.

Oleh karena itu, Basuki memutuskan pengadaan transjakarta oleh PT Transjakarta dan tidak lagi membeli bus bermerek Tiongkok yang tidak jaminan mutu.

"Enggak ada yang boleh lagi beli bus aneh-aneh, Jakarta harus beli bus yang terbaik. Ada merek 'Ahok' tiba-tiba muncul, kamu beli mobil ya beli yang merek Mercedes Benz, Scania, Volvo," kata Basuki.

Sementara untuk pengelolaan bus-bus merek Scania yang akan datang di pertengahan bulan Juni ini, Basuki menyerahkannya kepada PT Transjakarta. Jika PT Transjakarta tidak mampu mengelola unit bus ini dengan baik, Basuki mengancam bakal memecat Direktur Utama PT Transjakarta Antonius NS Kosasih.

"Dirut enggak beres, saya pecat sekarang. Enggak usah pakai RUPS (rapat umum pemegang saham), pakai notulen saja langsung bisa pecat," kata Basuki.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mobil Terjun Ke Parit di Tangerang, Pengemudi dan Anaknya Selamat

Mobil Terjun Ke Parit di Tangerang, Pengemudi dan Anaknya Selamat

Megapolitan
Demi Bayar Utang Rp 1 Miliar, Ibu Hamil Rela Jual Ginjal

Demi Bayar Utang Rp 1 Miliar, Ibu Hamil Rela Jual Ginjal

Megapolitan
Balas Pantun Anies dan Giring PSI: dari Sirkuit Formula E hingga Sindiran 'Kurang Kerjaan'

Balas Pantun Anies dan Giring PSI: dari Sirkuit Formula E hingga Sindiran "Kurang Kerjaan"

Megapolitan
Pelintasan Rel Stasiun Pondok Cina Melengkung, Warga: Enggak Kelihatan Kereta Datang

Pelintasan Rel Stasiun Pondok Cina Melengkung, Warga: Enggak Kelihatan Kereta Datang

Megapolitan
Situasi Jakarta Makin Gawat: Omicron Tembus 1.000 Kasus, Pasien Wisma Atlet Terus Melonjak

Situasi Jakarta Makin Gawat: Omicron Tembus 1.000 Kasus, Pasien Wisma Atlet Terus Melonjak

Megapolitan
18.000 Nasi Bungkus Dibagikan ke Warga Terdampak Banjir di Jakbar Selama 4 Hari

18.000 Nasi Bungkus Dibagikan ke Warga Terdampak Banjir di Jakbar Selama 4 Hari

Megapolitan
Kejati DKI Jakarta Geledah Kantor Distamhut, Ini Respons Wagub Riza

Kejati DKI Jakarta Geledah Kantor Distamhut, Ini Respons Wagub Riza

Megapolitan
UPDATE 21 Januari: Ada 1.177 Kasus Omicron di DKI Jakarta

UPDATE 21 Januari: Ada 1.177 Kasus Omicron di DKI Jakarta

Megapolitan
Polisi dan Keluarga Korban Bantah Laporan Bocah yang Dicabuli Kuli Bangunan Sempat Diremehkan

Polisi dan Keluarga Korban Bantah Laporan Bocah yang Dicabuli Kuli Bangunan Sempat Diremehkan

Megapolitan
Pekan Depan, Kapasitas PTM di Kota Tangerang Dikurangi hingga 50 Persen

Pekan Depan, Kapasitas PTM di Kota Tangerang Dikurangi hingga 50 Persen

Megapolitan
Realisasi Vaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga di DKI Capai 216.726 Orang

Realisasi Vaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga di DKI Capai 216.726 Orang

Megapolitan
Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat Dijambret, Tas Berisi Dokumen Penting Hilang

Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat Dijambret, Tas Berisi Dokumen Penting Hilang

Megapolitan
Perkenalkan Formula E ke Anies, Dino Patti Djalal: Saya Yakin Akan Naikkan Pamor Jakarta

Perkenalkan Formula E ke Anies, Dino Patti Djalal: Saya Yakin Akan Naikkan Pamor Jakarta

Megapolitan
Soal Penjabat Gubernur DKI, Ketua Fraksi PDI-P: Sekda Juga Memenuhi Syarat

Soal Penjabat Gubernur DKI, Ketua Fraksi PDI-P: Sekda Juga Memenuhi Syarat

Megapolitan
Cerita Sopir Odong-odong di Tegal Alur, Biasa Antar Bocah jadi Antar Pengungsi

Cerita Sopir Odong-odong di Tegal Alur, Biasa Antar Bocah jadi Antar Pengungsi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.