Hindari Penggemar, Rambut Lulung Tak Belah Tengah Lagi

Kompas.com - 09/06/2015, 13:24 WIB
Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana di ruang kerjanya, Selasa (9/6/2015). Jessi Carina Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana di ruang kerjanya, Selasa (9/6/2015).
Penulis Jessi Carina
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua DPRD DKI Abraham "Lulung" Lunggana sudah meninggalkan model rambut belah tengah yang menjadi ciri khasnya selama ini. Sekarang, Lulung tidak membelah rambutnya.

Ternyata, perubahan gaya rambut ini bukan tanpa sebab. Lulung mengaku mengubah gaya rambutnya untuk menghindari serbuan penggemar yang ingin berfoto.

"Saking kemarin jadi trending topic, saya enggak belah tengah lagi supaya hindari orang foto. Bukan gimana-gimana, kalau foto sama satu orang itu, yang lain suka ikut," kata dia ditemui di ruang kerjanya, Selasa (9/6/2015).

"Kadang saya capek. Saya sih suka saja, tapi kalau terlalu over, saya capek juga, ha-ha-ha," ujar dia sambil tertawa.

Lulung mengatakan, dengan gaya rambut saat ini, orang sulit mengenalinya. Terkadang, dia juga sering menggunakan topi untuk menghindari perhatian masyarakat.

"Rada-rada enggak engeh tuh," ujarnya sambil tertawa kecil.

Lulung menceritakan, akibat gaya rambut belah tengahnya, dia pernah mengalami kesulitan dalam melakukan hobinya mengoleksi batu akik. Pasalnya, saat sedang melihat-lihat batu akik untuk cincin di sebuah tempat, banyak masyarakat yang mengenalinya. Alih-alih melihat batu akik, Lulung malah melayani masyarakat yang ingin berfoto bersama.

"Jadi enggak jadi lihat batu cincin deh. Saya mau turun ke bawah saja susah, ha-ha-ha," ujar Lulung.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta dan Tangerang Hujan Siang Nanti

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta dan Tangerang Hujan Siang Nanti

Megapolitan
Kronologi Penerbitan e-KTP Djoko Tjandra, Pengacara Sempat Temui Lurah Grogol Selatan

Kronologi Penerbitan e-KTP Djoko Tjandra, Pengacara Sempat Temui Lurah Grogol Selatan

Megapolitan
Anies Sebut Reklamasi Ancol untuk Atasi Banjir, KIARA: Alasan Klise

Anies Sebut Reklamasi Ancol untuk Atasi Banjir, KIARA: Alasan Klise

Megapolitan
PSBB Tangsel Kembali Diperpanjang 14 Hari sampai 26 Juli

PSBB Tangsel Kembali Diperpanjang 14 Hari sampai 26 Juli

Megapolitan
Tahun Ajaran Baru Dimulai Besok, Disdik Bogor Larang Sekolah Belajar Tatap Muka

Tahun Ajaran Baru Dimulai Besok, Disdik Bogor Larang Sekolah Belajar Tatap Muka

Megapolitan
Setiap Senin, Stasiun KRL Bogor, Cilebut dan Cikarang Tak Layani Penumpang THB

Setiap Senin, Stasiun KRL Bogor, Cilebut dan Cikarang Tak Layani Penumpang THB

Megapolitan
Jika Kasus Covid-19 Terus Melonjak, Anies: Kita Semua Bisa Kembali Dalam Rumah

Jika Kasus Covid-19 Terus Melonjak, Anies: Kita Semua Bisa Kembali Dalam Rumah

Megapolitan
Anies: 66 Persen Kasus Baru Jakarta adalah OTG

Anies: 66 Persen Kasus Baru Jakarta adalah OTG

Megapolitan
Izin Reklamasi Ancol Buat Nasib Pemulihan Teluk Jakarta Tidak Jelas

Izin Reklamasi Ancol Buat Nasib Pemulihan Teluk Jakarta Tidak Jelas

Megapolitan
Antisipasi Lonjakan Penumpang, Jadwal KRL dari Bogor dan Cikarang Ditambah

Antisipasi Lonjakan Penumpang, Jadwal KRL dari Bogor dan Cikarang Ditambah

Megapolitan
Anies Sebut Persebaran Covid-19  di Jakarta Sebagian Besar Terjadi di Pasar

Anies Sebut Persebaran Covid-19 di Jakarta Sebagian Besar Terjadi di Pasar

Megapolitan
Catat Lonjakan Kasus Tertinggi, Positivity Rate Covid-19 di Jakarta Naik Jadi 10 Persen

Catat Lonjakan Kasus Tertinggi, Positivity Rate Covid-19 di Jakarta Naik Jadi 10 Persen

Megapolitan
Tambah 404 Kasus, Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Kembali yang Tertinggi

Tambah 404 Kasus, Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Kembali yang Tertinggi

Megapolitan
Walhi Sebut Reklamasi Ancol Sama dengan 17 Pulau, Tetap Eksploitasi Teluk Jakarta

Walhi Sebut Reklamasi Ancol Sama dengan 17 Pulau, Tetap Eksploitasi Teluk Jakarta

Megapolitan
Sedang Menyapu, Petugas PPSU Temukan Jenazah Bayi di Cengkareng

Sedang Menyapu, Petugas PPSU Temukan Jenazah Bayi di Cengkareng

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X