Lulung: Jadi Gubernur Itu Garis Tangan

Kompas.com - 09/06/2015, 17:35 WIB
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana, di Gedung DPRD DKI, Selasa (28/4/2015). Lulung memberikan keterangan seputar penggeledahan yang dilakukan polisi terhadap ruang kerjanya, Senin (27/4/2015) kemarin. Kompas.com/Alsadad RudiWakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana, di Gedung DPRD DKI, Selasa (28/4/2015). Lulung memberikan keterangan seputar penggeledahan yang dilakukan polisi terhadap ruang kerjanya, Senin (27/4/2015) kemarin.
Penulis Jessi Carina
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua DPRD Abraham "Lulung" Lunggana mengatakan akan mengikuti keputusan partainya, Partai Persatuan Pembangunan, mengenai penentuan bakal calon dalam pilgub 2017 di DKI.

Akan tetapi, ia berharap partainya mencalonkan sosok internal. "Kita sih ikut saja. Baik mau calonkan dari luar atau PPP sendiri. Harapan saya sih dari PPP sendiri, biar kita punya kader kan," ujar Lulung di Gedung DPRD, Selasa (9/6/2015).

Menurut Lulung, ia tidak akan menolak jika dijadikan bakal calon gubernur oleh PPP karena, sejauh ini, ia merasa memiliki banyak pendukung.

Dia juga mengaku ingin bekerja lebih banyak lagi untuk Jakarta. Meski demikian, Lulung mengaku tidak berambisi besar dalam mendapatkan jabatan tersebut.

Menurut dia, jabatan juga termasuk takdir yang telah diatur Tuhan. "Kalau yang dukung sih alhamdulillah ada, tetapi kita tunggu partai. Saya masih pengin kerja. Kan kalau jadi gubernur itu garis tangan, enggak usah diuber juga jadi," ujar Lulung.

Lulung pun mengaku siap jika diutus partainya untuk mencalonkan diri sebagai gubernur DKI Jakarta. "Kalau ditunjuk ya harus siap, orang perintah partai kan," tambah Lulung.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Alasan Penyampaian Visi Misi Dua Calon Wagub DKI Tak Disiarkan Langsung

Ini Alasan Penyampaian Visi Misi Dua Calon Wagub DKI Tak Disiarkan Langsung

Megapolitan
UPDATE Covid-19 DKI Jakarta: 958 Pasien Positif, 54 Sembuh, 96 Meninggal

UPDATE Covid-19 DKI Jakarta: 958 Pasien Positif, 54 Sembuh, 96 Meninggal

Megapolitan
Polisi Tangkap Perampok yang Bunuh Pemilik Warung di Depok, 2 Pelaku Ditembak Mati

Polisi Tangkap Perampok yang Bunuh Pemilik Warung di Depok, 2 Pelaku Ditembak Mati

Megapolitan
Jumlah Pasien Covid-19 di Jakarta Hampir 1.000 Orang

Jumlah Pasien Covid-19 di Jakarta Hampir 1.000 Orang

Megapolitan
Tiga TPU Jadi Permakaman Jenazah Kasus Covid-19 di Tangsel

Tiga TPU Jadi Permakaman Jenazah Kasus Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
Tak Disiarkan Langsung, Masyarakat Bisa Saksikan Penyampaian Visi Misi Cawagub DKI Usai Kegiatan

Tak Disiarkan Langsung, Masyarakat Bisa Saksikan Penyampaian Visi Misi Cawagub DKI Usai Kegiatan

Megapolitan
Salah Satu Zona Merah Covid-19, Seluruh Kawasan Kebayoran Baru Disemprot Disinfektan

Salah Satu Zona Merah Covid-19, Seluruh Kawasan Kebayoran Baru Disemprot Disinfektan

Megapolitan
Pemkot Depok Instruksikan Setiap RW Bentuk Kampung Siaga Covid-19

Pemkot Depok Instruksikan Setiap RW Bentuk Kampung Siaga Covid-19

Megapolitan
Kadin Bantu 100.000 Rapid Test, 105.000 Masker, dan 300 APD untuk Pemprov DKI

Kadin Bantu 100.000 Rapid Test, 105.000 Masker, dan 300 APD untuk Pemprov DKI

Megapolitan
Cerita Sopir Bus AKAP Bertahan karena Sepi Penumpang, Patungan Buat Makan hingga Tidur di Terminal

Cerita Sopir Bus AKAP Bertahan karena Sepi Penumpang, Patungan Buat Makan hingga Tidur di Terminal

Megapolitan
Anak Korban Tabrakan di Karawaci Ulang Tahun Sehari Setelah Ayahnya Dikremasi

Anak Korban Tabrakan di Karawaci Ulang Tahun Sehari Setelah Ayahnya Dikremasi

Megapolitan
Stok Darah di PMI Jakarta Selatan Masih Kurang

Stok Darah di PMI Jakarta Selatan Masih Kurang

Megapolitan
Perampok Toko Emas di Tamansari Meninggal karena Covid-19

Perampok Toko Emas di Tamansari Meninggal karena Covid-19

Megapolitan
Cerita Pasien Covid-19 Pertama di Bekasi Berjuang 20 Hari hingga Sembuh

Cerita Pasien Covid-19 Pertama di Bekasi Berjuang 20 Hari hingga Sembuh

Megapolitan
Rapat Penyampaian Visi-Misi Cawagub DKI Hanya Akan Dihadiri 25 Orang

Rapat Penyampaian Visi-Misi Cawagub DKI Hanya Akan Dihadiri 25 Orang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X