Kompas.com - 11/06/2015, 20:03 WIB
Rumah korban penusukan di Kampung Dukuh, Gang Haji Ridi Sumardi, RT 03/05, Kelurahan Sudimara Selatan, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang. Kahfi Dirga Cahya/KOMPAS.comRumah korban penusukan di Kampung Dukuh, Gang Haji Ridi Sumardi, RT 03/05, Kelurahan Sudimara Selatan, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang.
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com - Sidik jari yang terdapat di barang bukti pisau pada kasus pembunuhan remaja putri P (13) di Ciledug diduga akan mendekatkan polisi terhadap tersangka. Sidik jari pada pisau tersebut akan dicocokkan dengan sidik jari keluarga P.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar M Iqbal mengatakan, sidik jari pada pisau dan sekitar tempat kejadian perkara (TKP) sudah diambil. Begitu pula dengan sidik jari orangtua dan R, kakak laki-laki P.

"Sidik jari itu akan dicocokkan. Nantinya hasilnya akan dijadikan analisis penyidik," kata Iqbal di Mapolda Metro Jaya, Kamis (11/6/2015).

Sejauh ini, belum banyak perkembangan penyelidikan dari pembunuhan P. Sebab, orangtua dan R belum bisa diperiksa. Mereka masih trauma dengan kematian P.

"Padahal mereka itu saksi kunci. Makanya kami masih menunggu kesiapan mereka," kata dia.

Menurut Iqbal, saat ini kondisi R sudah membaik. Diketahui saat insiden terjadi, R juga terluka di bagian leher.

Sebelumnya diberitakan, dua remaja itu ditusuk di rumahnya di Kampung Dukuh, Gang Haji Ridi Sumardi, RT 03 RW 05, Kelurahan Sudimara Selatan, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Minggu (7/6/2015). 

P ditemukan tewas dengan luka sayatan senjata tajam di leher. R sempat menyebut pelakunya adalah pria betubuh tinggi dan mengenakan masker, tetapi polisi masih mendalami keterangan tersebut.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Pertama Larangan Mudik, Ratusan Kendaraan yang Masuk Kota Bogor Diputar Balik

Hari Pertama Larangan Mudik, Ratusan Kendaraan yang Masuk Kota Bogor Diputar Balik

Megapolitan
Dishub DKI: Pergerakan Warga di Kawasan Jabodetabek Tak Perlu SIKM

Dishub DKI: Pergerakan Warga di Kawasan Jabodetabek Tak Perlu SIKM

Megapolitan
Anies ke AHY: Demokrat Melewati Ujian yang Tidak Sederhana

Anies ke AHY: Demokrat Melewati Ujian yang Tidak Sederhana

Megapolitan
Di Persidangan, John Kei Menyatakan Tak Pernah Instruksikan Pembunuhan terhadap Nus Kei

Di Persidangan, John Kei Menyatakan Tak Pernah Instruksikan Pembunuhan terhadap Nus Kei

Megapolitan
Rizieq Shihab kepada Hakim: Saya Sangat Lelah, Semalam Tak Bisa Tidur, Panas Sekali di Penjara

Rizieq Shihab kepada Hakim: Saya Sangat Lelah, Semalam Tak Bisa Tidur, Panas Sekali di Penjara

Megapolitan
John Kei: Dulu Nus Kei Orang yang Paling Saya Percaya

John Kei: Dulu Nus Kei Orang yang Paling Saya Percaya

Megapolitan
Dinkes Tangsel: 2 Warga Terinfeksi Virus Corona Varian B.1.617 di Serpong Telah Sembuh

Dinkes Tangsel: 2 Warga Terinfeksi Virus Corona Varian B.1.617 di Serpong Telah Sembuh

Megapolitan
Jasa Raharja Gelar Mudik Online, Bagi Kuota Internet Rp 150.000 untuk 10.000 Pendaftar

Jasa Raharja Gelar Mudik Online, Bagi Kuota Internet Rp 150.000 untuk 10.000 Pendaftar

Megapolitan
John Kei: Nus Kei Tak Bayar Utang Rp 1 Miliar

John Kei: Nus Kei Tak Bayar Utang Rp 1 Miliar

Megapolitan
Puing Longsor yang Sumbat Kali di Jagakarsa Diangkat, Banjir Mulai Surut

Puing Longsor yang Sumbat Kali di Jagakarsa Diangkat, Banjir Mulai Surut

Megapolitan
Urai Kemacetan, Petugas Pemeriksa Kendaraan di Gerbang Tol Bitung Ditambah

Urai Kemacetan, Petugas Pemeriksa Kendaraan di Gerbang Tol Bitung Ditambah

Megapolitan
Jasa Raharja Berikan Santunan Korban Sriwijaya Air hingga Rp 3 Miliar

Jasa Raharja Berikan Santunan Korban Sriwijaya Air hingga Rp 3 Miliar

Megapolitan
Pengacara John Kei Mengaku Instruksikan Tagih Utang Nus Tanpa Keributan

Pengacara John Kei Mengaku Instruksikan Tagih Utang Nus Tanpa Keributan

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Kota Bekasi Hari Ini, 6 Mei 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Kota Bekasi Hari Ini, 6 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Kota Bogor Hari Ini, 6 Mei 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Kota Bogor Hari Ini, 6 Mei 2021

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X