Kompas.com - 15/06/2015, 10:52 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (pakai seragam hijau DKI, pegang bendera hitam putih) saat melepas bus sosialisasi Demam Berdarah Dengue, di Balai Kota, Senin (15/6/2015). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (pakai seragam hijau DKI, pegang bendera hitam putih) saat melepas bus sosialisasi Demam Berdarah Dengue, di Balai Kota, Senin (15/6/2015).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama belajar dari pengalamannya terkena demam berdarah dengue (DBD). Dia menginginkan warga Jakarta, khususnya kelas menengah, bebas dari serangan nyamuk aedes aegypty.

"Karena DBD ini kan jentik nyamuknya bersarang di air yang bersih, bukan kotor. Justru yang berbahaya itu warga kelas menengah ke atas, seperti yang tinggal di rumah mewah atau apartemen," kata Basuki.

"Mereka tidak izinkan kader jumantik (juru pemantau jentik) masuk ke dalam lingkungan mereka," kata Basuki seusai melepas bus penyuluhan Demam Berdarah Dengue di Balai Kota, Senin (15/6/2015). 

Oleh karena itu, dia menargetkan Jakarta Bebas DBD 2020. Dinas Kesehatan DKI bersama Kementerian Kesehatan diminta menjangkau warga kelas menengah.

Basuki pun menceritakan pengalamannya terkena DBD. Nyamuk aedes aegypty yang bersarang di dispenser pos satpamnya juga menggigit anak bungsunya, Daud Albeener. Akibat DBD, Basuki pun tak masuk kerja selama kurang lebih 4 hari.

"Banyak orang-orang enggak sadar bisa kena DBD, saya saja kalau diambil darahnya, mikir kan, enggak mungkin Gubernur kena DBD. Banyak orang enggak mengerti, saya juga dulu enggak mengerti. Saya baru kerja di sini, baru mengerti DBD," kata Basuki.

Selanjutnya, Basuki menyerahkan tanggung jawab para jumantik kepada lurah di masing-masing wilayah. Para lurah di Ibu Kota diminta untuk aktif memberikan sosialisasi bahaya DBD.

"Kami sudah tugaskan setiap lurah untuk tanggung jawab. Kami betul-betul ingin Jakarta bebas DBD," kata Basuki.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sekuriti Penusuk PSK di Apartemen Ciputat Sudah Siapkan Pisau Sebelum Berkencan

Sekuriti Penusuk PSK di Apartemen Ciputat Sudah Siapkan Pisau Sebelum Berkencan

Megapolitan
Tabrak Beton Pembatas Jalur Sepeda di Sudirman, Mobil Avanza Terguling dan Ringsek

Tabrak Beton Pembatas Jalur Sepeda di Sudirman, Mobil Avanza Terguling dan Ringsek

Megapolitan
Berkaca Kasus Konten TikTok Pembukaan Persalinan, IDI Jaksel Ingatkan Dokter Bijak Bermedsos

Berkaca Kasus Konten TikTok Pembukaan Persalinan, IDI Jaksel Ingatkan Dokter Bijak Bermedsos

Megapolitan
Minibus Tabrak Jalur Sepeda Permanen, Kadishub DKI Sebut Sopir Mengantuk

Minibus Tabrak Jalur Sepeda Permanen, Kadishub DKI Sebut Sopir Mengantuk

Megapolitan
IPM Kota Bogor Turun di Masa Pandemi, Pemkot Luncurkan Program Orangtua Asuh

IPM Kota Bogor Turun di Masa Pandemi, Pemkot Luncurkan Program Orangtua Asuh

Megapolitan
Pertahankan Keaslian Bangunan, Pengelola Minta Revitalisasi Tak Banyak Ubah Masjid Keramat Luar Batang

Pertahankan Keaslian Bangunan, Pengelola Minta Revitalisasi Tak Banyak Ubah Masjid Keramat Luar Batang

Megapolitan
Tak Mampu Bayar Setelah Berkencan, Sekuriti Tusuk PSK di Apartemen Ciputat

Tak Mampu Bayar Setelah Berkencan, Sekuriti Tusuk PSK di Apartemen Ciputat

Megapolitan
Revitalisasi Masjid Keramat Luar Batang Hampir Rampung, Siap Dibuka untuk Shalat Id

Revitalisasi Masjid Keramat Luar Batang Hampir Rampung, Siap Dibuka untuk Shalat Id

Megapolitan
Rizieq Shihab 'Ngamuk' Lagi ke Jaksa: Anda Pidanakan Maulid Nabi! Anda Ketakutan!

Rizieq Shihab "Ngamuk" Lagi ke Jaksa: Anda Pidanakan Maulid Nabi! Anda Ketakutan!

Megapolitan
Cerita Penyintas Covid-19 di Bogor Donasi Plasma Konvalesen Sambil Menunggu Buka Puasa

Cerita Penyintas Covid-19 di Bogor Donasi Plasma Konvalesen Sambil Menunggu Buka Puasa

Megapolitan
Cerita Saksi Saat Polisi Gerebek Penginapan di Tebet Terkait Kasus Prostitusi Anak

Cerita Saksi Saat Polisi Gerebek Penginapan di Tebet Terkait Kasus Prostitusi Anak

Megapolitan
Dishub DKI: Penumpang Kendaraan Pribadi dan Bus Tak Wajib Tes Covid-19 pada Masa Pengetatan Mudik

Dishub DKI: Penumpang Kendaraan Pribadi dan Bus Tak Wajib Tes Covid-19 pada Masa Pengetatan Mudik

Megapolitan
Polisi Telusuri Rekaman CCTV buat Cari Identitas Perempuan Pemotor yang Masuk Tol

Polisi Telusuri Rekaman CCTV buat Cari Identitas Perempuan Pemotor yang Masuk Tol

Megapolitan
Jakarta Tak Berlakukan SIKM pada 22 April-5 Mei dan 18-24 Mei 2021

Jakarta Tak Berlakukan SIKM pada 22 April-5 Mei dan 18-24 Mei 2021

Megapolitan
Kasus Pembacokan Pemuda di Kalideres, Polisi Sebut Pelaku Bikin Senjatanya Sendiri

Kasus Pembacokan Pemuda di Kalideres, Polisi Sebut Pelaku Bikin Senjatanya Sendiri

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X