Kompas.com - 15/06/2015, 17:51 WIB
Cuplikan percakapan antara akun yang mengaku sebagai Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu dengan salah seorang wartawan Irfan Abdurrahmat melalui facebook. Dalam percakapan tersebut, akun bernama Ahmad Syaikhu itu meminta sejumlah pulsa kepada Irfan. KOMPAS.COM/JESSI CARINACuplikan percakapan antara akun yang mengaku sebagai Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu dengan salah seorang wartawan Irfan Abdurrahmat melalui facebook. Dalam percakapan tersebut, akun bernama Ahmad Syaikhu itu meminta sejumlah pulsa kepada Irfan.
Penulis Jessi Carina
|
EditorDesy Afrianti
BEKASI, KOMPAS.com - Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu menegaskan bahwa dia tidak pernah meminta pulsa melalui akun Facebook bernama "Ahmad Syaikhu". Dia pun memastikan bahwa akun yang mengatasnamakan namanya tersebut merupakan akun palsu.

"Itu bukan saya," ujar Syaikhu melalui pesan singkat, Senin (15/6/2015). Selain itu, Syaikhu juga melakukan klarifikasi melalui akun Twitter pribadinya, @syaikhu_ahmad.

Dalam kicauannya di Twitter, Ahmad Syaikhu memberikan nama akun Facebook resminya. Untuk akun pribadi, Syaikhu mengatakan bisa dicari melalui facebook.com/ahmadsyaikhupks dan fanspage facebook.com/bangsyaikhu.

Dia pun meminta masyarakat berhati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakannya melalui akun Facebook. [Baca: Akun Facebook Wakil Wali Kota Bekasi Dibajak untuk Minta Pulsa]

"Agar berhati-hati. Saya selama ini menggunakan kartu pasca bayar," ujar Syaikhu.

Sebelumnya, seorang jurnalis, Irfan Abdurahmat, menerima pesan pribadi melalui akun facebook dari akun yang mengatasnamakan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu.

Dalam pesan tersebut, Ahmad Syaikhu seolah meminta pulsa dari Irfan. Melalui gambar berisi percakapan yang dikirim kepada Kompas.com, akun bernama Ahmad Syaikhu mengucapkan salam terlebih dahulu dan menanyakan posisi Irfan.

Irfan pun menjawab bahwa dia sedang berada di Bandung. Setelah itu, akun bernama Ahmad Syaikhu langsung meminta pulsa kepada Irfan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Beragam Pengetatan Aturan Keluar-Masuk Jakarta Jelang dan Usai Lebaran

Beragam Pengetatan Aturan Keluar-Masuk Jakarta Jelang dan Usai Lebaran

Megapolitan
Warga Johar Baru Sering Tawuran, Jembatan 'Disalahkan' dan Harus Ditutup

Warga Johar Baru Sering Tawuran, Jembatan "Disalahkan" dan Harus Ditutup

Megapolitan
Lokasi Tes Genose C19 di Jakarta sebagai Syarat Perjalanan

Lokasi Tes Genose C19 di Jakarta sebagai Syarat Perjalanan

Megapolitan
[Update 22 April]: Kasus Covid-19 Kota Tangerang Bertambah 23 Pasien

[Update 22 April]: Kasus Covid-19 Kota Tangerang Bertambah 23 Pasien

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Saat Mako Brimob Diserbu Tahanan Teroris: 5 Polisi dan 1 Napi Tewas

[POPULER JABODETABEK] Saat Mako Brimob Diserbu Tahanan Teroris: 5 Polisi dan 1 Napi Tewas

Megapolitan
Kabupaten Bekasi Catat 35 Kasus Baru Covid-19, Kamis Kemarin

Kabupaten Bekasi Catat 35 Kasus Baru Covid-19, Kamis Kemarin

Megapolitan
Sebuah Mobil Tabrak Pembatas Jalur Sepeda di Sudirman karena Gagal Menyalip

Sebuah Mobil Tabrak Pembatas Jalur Sepeda di Sudirman karena Gagal Menyalip

Megapolitan
KRI Nanggala Hilang Kontak, Keluarga di Depok Berharap Kolonel Harry Selamat

KRI Nanggala Hilang Kontak, Keluarga di Depok Berharap Kolonel Harry Selamat

Megapolitan
Kasus Aktif Covid-19 di Depok Naik Lagi Jadi 1.707 Pasien

Kasus Aktif Covid-19 di Depok Naik Lagi Jadi 1.707 Pasien

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Cerah Berawan

Megapolitan
8 Aturan Warga Jakarta yang Hendak Keluar Kota di Masa Pengetatan dan Larangan Mudik

8 Aturan Warga Jakarta yang Hendak Keluar Kota di Masa Pengetatan dan Larangan Mudik

Megapolitan
'Radhar Panca Dahana Itu 'Orang Gila', Pikirannya Gila, Visioner...'

"Radhar Panca Dahana Itu 'Orang Gila', Pikirannya Gila, Visioner..."

Megapolitan
Buntut Konten Tiktok Persalinan, Majelis Etik IDI Siapkan Fatwa Etika Bermedia Sosial untuk Dokter

Buntut Konten Tiktok Persalinan, Majelis Etik IDI Siapkan Fatwa Etika Bermedia Sosial untuk Dokter

Megapolitan
Teladan dari Radhar Panca Dahana, Tetap Gigih Menafkahi Keluarga meski Badan Sudah Ringkih

Teladan dari Radhar Panca Dahana, Tetap Gigih Menafkahi Keluarga meski Badan Sudah Ringkih

Megapolitan
Pesona Masjid Asmaul Husna, Rumah Ibadah Berselimut Kaligrafi Kufi di Tangerang...

Pesona Masjid Asmaul Husna, Rumah Ibadah Berselimut Kaligrafi Kufi di Tangerang...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X