Ahok: Saya Kira Anggota Dewan Punya Otak dan Nurani untuk Sepakati LRT

Kompas.com - 15/06/2015, 19:03 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat menjadi pembicara dalam Seminar Sespimma Polri, di Balai Kota, Kamis (11/6/2015). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat menjadi pembicara dalam Seminar Sespimma Polri, di Balai Kota, Kamis (11/6/2015).
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meminta anggota DPRD DKI Jakarta untuk menyepakati program transportasi massal berbasis rel atau light rail transit (LRT). Proyek LRT itu, kata Basuki, sesuai dengan apa yang telah tercantum dalam Rencana Panjang Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2013-2017 dengan menyediakan banyak transportasi massal sebagai pengentasan kemacetan di Ibu Kota.

"Sekarang gini, saya kira anggota Dewan punya nurani dan otak untuk sepakati LRT karena LRT ini sesuai dengan RPJMD agar Pemprov DKI membangun transportasi massal berbasis rel. Kalau Anda menolak (pembangunan LRT) kan lucu, berarti itu namanya Anda mau menghambat saya," kata Basuki di Balai Kota, Senin (15/6/2015). 

Meski pembangunan moda transportasi massal berbasis rel itu tercantum dalam RPJMD 2013-2017, sebelumnya anggota Fraksi Gerindra DPRD DKI, Mohamad Sanusi, menyebutkan pembangunan LRT belum tercantum di dalam rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) dan rencana detail tata ruang (RDTR).

Moda transportasi massal berbasis rel yang sudah tercantum dalam RTRW dan RDTR adalah monorel serta MRT (mass rapid transit).

Menanggapi hal tersebut, Basuki mengaku sudah banyak anggota DPRD yang menyepakati pembangunan LRT.

"Saya kira enggak semua anggota Dewan begitu. Saya sudah ngomong kok dan beberapa anggota Dewan sudah sangat setuju (pembangunan LRT). Dia mau atau enggak mau (pembangunan LRT), gue tetap jalan terus (membangun LRT) karena ini sudah amanat peraturan RPJMD," kata Sanusi. 

Sementara itu, atas permintaan Sanusi kepada Pemprov DKI untuk melakukan presentasi pembangunan LRT kepada DPRD, Basuki mengaku dapat memenuhinya. "Ya sudah nanti kami presentasi saja," kata Basuki singkat. 

Rencananya, Pemprov DKI akan mengalokasikan Rp 500 miliar dari APBD Perubahan 2015 untuk pembangunan jalan Koridor 1 (Kelapa Gading-Kebayoran Lama) dan pada APBD 2016, akan dialokasikan anggaran yang lebih besar lagi.

Ia menargetkan akhir tahun ini, pembangunan infrastruktur LRT sudah dapat dilaksanakan. Adapun Pemprov DKI berencana membangun LRT di tujuh koridor.

Ketujuh koridor itu ialah Kebayoran Lama-Kelapa Gading (21,6 km), Tanah Abang-Pulo Mas (17,6 km), Joglo-Tanah Abang (11 km), Puri Kembangan-Tanah Abang (9,3 km), Pesing-Kelapa Gading (20,7 km), Pesing-Bandara Soekarno-Hatta (18,5 Km), dan Cempaka Putih-Ancol (10 km).

Ahok, sapaan Basuki, menargetkan tiap tahun rampung satu pembangunan koridor LRT. Dia juga telah mengoordinasikan pembangunan LRT ini kepada Presiden Joko Widodo.

Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sering Tawuran dan Membegal, Anggota Geng Motor 'Maju Kena Mundur Kena' Diciduk Polisi

Sering Tawuran dan Membegal, Anggota Geng Motor 'Maju Kena Mundur Kena' Diciduk Polisi

Megapolitan
Wanita Tewas di Margonda Residence Depok, Polisi Temukan Palu

Wanita Tewas di Margonda Residence Depok, Polisi Temukan Palu

Megapolitan
Operasi Patuh Jaya, Pengedara Motor Dominasi Pelanggaran di Jakarta Timur

Operasi Patuh Jaya, Pengedara Motor Dominasi Pelanggaran di Jakarta Timur

Megapolitan
Tipu Pencari Kerja, ASN Kota Tangerang Beraksi Bersama Tiga Oknum Lain

Tipu Pencari Kerja, ASN Kota Tangerang Beraksi Bersama Tiga Oknum Lain

Megapolitan
Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Siap Bantu Jakarta Sediakan Tempat Karantina

Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Siap Bantu Jakarta Sediakan Tempat Karantina

Megapolitan
Terkait Hoaks Obat Covid-19, Polisi Panggil Anji dan Hadi Pranoto Pekan Ini

Terkait Hoaks Obat Covid-19, Polisi Panggil Anji dan Hadi Pranoto Pekan Ini

Megapolitan
Warga Kabupaten Bekasi yang Tak Pakai Masker Bisa Kena Denda Maksimal Rp 250.000

Warga Kabupaten Bekasi yang Tak Pakai Masker Bisa Kena Denda Maksimal Rp 250.000

Megapolitan
Dinkes Jakarta: Persepsi Masyarakat Belum Anggap Covid-19 sebagai  Ancaman

Dinkes Jakarta: Persepsi Masyarakat Belum Anggap Covid-19 sebagai Ancaman

Megapolitan
Pasang Wifi untuk Belajar Siswa Kurang Mampu, F-PAN Minta Pemprov DKI Lakukan Hal yang Sama

Pasang Wifi untuk Belajar Siswa Kurang Mampu, F-PAN Minta Pemprov DKI Lakukan Hal yang Sama

Megapolitan
Kasatpol PP DKI: 595 Tempat Usaha dan 60 Tempat Hiburan Langgar Aturan PSBB

Kasatpol PP DKI: 595 Tempat Usaha dan 60 Tempat Hiburan Langgar Aturan PSBB

Megapolitan
PN Jakarta Barat Ditutup karena Covid-19, Sidang Lucinta Luna Ditunda

PN Jakarta Barat Ditutup karena Covid-19, Sidang Lucinta Luna Ditunda

Megapolitan
Volume Penumpang KA Bandara Soekarno-Hatta Naik 93 persen

Volume Penumpang KA Bandara Soekarno-Hatta Naik 93 persen

Megapolitan
Kekhawatiran Orangtua di Bekasi Saat Izinkan Anak Kembali Belajar di Sekolah

Kekhawatiran Orangtua di Bekasi Saat Izinkan Anak Kembali Belajar di Sekolah

Megapolitan
Hati-hati Anggota Gadungan, Masyarakat Diminta Konfirmasi ke BNN jika Kerabatnya Ditangkap

Hati-hati Anggota Gadungan, Masyarakat Diminta Konfirmasi ke BNN jika Kerabatnya Ditangkap

Megapolitan
Gugus Tugas Tangsel Pastikan Rumah Lawan Covid-19 Tak Ditutup Selama Pandemi Belum Berakhir

Gugus Tugas Tangsel Pastikan Rumah Lawan Covid-19 Tak Ditutup Selama Pandemi Belum Berakhir

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X