Kompas.com - 18/06/2015, 18:11 WIB
Polisi memasang garis polisi di depan minimarket yang menjadi sasaran pencuri di Jalan KS Tubun, Tegal Selatan, Kota Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (07/12/2013). KOMPAS.COM/Ari Himawan SaronoPolisi memasang garis polisi di depan minimarket yang menjadi sasaran pencuri di Jalan KS Tubun, Tegal Selatan, Kota Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (07/12/2013).
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com — Polisi tengah mempelajari pola perampokan minimarket di Jakarta. Sebab, aksi kejahatan ini mulai merebak dan meresahkan sejumlah minimarket di beberapa wilayah Jakarta.

"Yang jelas kita sudah mengetahui pola dan karakteristik mereka," kata Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Didik Sugiarto di Jakarta, Kamis (18/6/2015).

Dari kejahatan yang terjadi dalam beberapa minggu belakangan ini, aksi selalu terjadi lepas tengah malam.

Selain itu, mereka juga datang dengan jumlah banyak. "Kami enggak bisa kasih tahu semua karena masih dalam analisis pola," kata Didik.

Namun, Didik menyebut bahwa yang harus ditekankan adalah pola minimarket dalam mengirim uang hasil dagangannya. Selama ini, minimarket kerap kali menyimpan uang dalam jumlah banyak di toko.

"Ternyata banyak minimarket yang selalu lama menyimpan uang hasil penjualan di dalam brankas," kata Didik.

Pola ini tentu sudah dibaca oleh para perampok. Oleh karena itu, tak jarang perampok membawa hasil kejahatan dengan jumlah besar.

Didik juga meminta pengelola minimarket tanggap terhadap jenis-jenis pengiriman uang sehingga dapat meminimalkan aksi kejahatan di minimarket.

"Kan banyak penyetoran uang. Ada yang setor tunai, atau yang lainnya. Intinya, jangan sampai simpan banyak uang di brankas," kata Didik.

Aksi perampokan terakhir di minimarket terjadi di wilayah Cibubur, Jakarta Timur. Aksi kejahatan itu terjadi pada Senin (8/6/2015) pada pukul 03.20 dini hari.

Ketika itu, karyawan minimarket, yakni Da (23), DK (19), dan NH (18), sedang makan di teras. Tiba-tiba empat orang yang mengendarai dua sepeda motor datang dan langsung menodongkan pistol ke mereka.

Saat beraksi, kawanan pelaku itu masih mengenakan helm. Pelaku menginstruksikan ketiga korban untuk menunjukkan lokasi penyimpanan uang. Setelah itu, pelaku mengambil uang di dalam brankas dan melarikan diri.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebakaran Dekat RS Fatmawati, Seorang Terpental Kena Ledakan Kompor Gas

Kebakaran Dekat RS Fatmawati, Seorang Terpental Kena Ledakan Kompor Gas

Megapolitan
 Harga Tiket Kereta Api Jakarta-Yogyakarta Terbaru Tahun 2021

Harga Tiket Kereta Api Jakarta-Yogyakarta Terbaru Tahun 2021

Megapolitan
Viral Video Api Menyembur di Langit Cikarang, Ternyata Ini Penyebabnya...

Viral Video Api Menyembur di Langit Cikarang, Ternyata Ini Penyebabnya...

Megapolitan
8 Warung Makan Dekat RS Fatmawati Terbakar, Diduga karena Kompor Gas Meledak

8 Warung Makan Dekat RS Fatmawati Terbakar, Diduga karena Kompor Gas Meledak

Megapolitan
Sejarah Panjang Masjid Istiqlal: Dicanangkan Soekarno, Diresmikan Soeharto, Direnovasi Jokowi

Sejarah Panjang Masjid Istiqlal: Dicanangkan Soekarno, Diresmikan Soeharto, Direnovasi Jokowi

Megapolitan
Cegah Terulangnya Bentrokan Pemuda, Lurah Kebon Baru Siapkan Pesantren Kilat

Cegah Terulangnya Bentrokan Pemuda, Lurah Kebon Baru Siapkan Pesantren Kilat

Megapolitan
Redam Bentrokan Kelompok Pemuda, 3 Gang Perbatasan RW 01 dan RW 02 Kebon Baru Ditutup

Redam Bentrokan Kelompok Pemuda, 3 Gang Perbatasan RW 01 dan RW 02 Kebon Baru Ditutup

Megapolitan
Jumlah Pasien Covid-19 di RS Polri Selalu di Bawah 50 Orang Sejak Awal April 2021

Jumlah Pasien Covid-19 di RS Polri Selalu di Bawah 50 Orang Sejak Awal April 2021

Megapolitan
Harga Tiket Kereta Api Jakarta-Surabaya Terbaru Tahun 2021

Harga Tiket Kereta Api Jakarta-Surabaya Terbaru Tahun 2021

Megapolitan
RS Polri Vaksinasi Covid-19 bagi Juru Parkir, Diklaim yang Pertama di Indonesia

RS Polri Vaksinasi Covid-19 bagi Juru Parkir, Diklaim yang Pertama di Indonesia

Megapolitan
Anies Sebut Kemenangan Melawan Pandem Covid-19 Sudah di Depan Mata

Anies Sebut Kemenangan Melawan Pandem Covid-19 Sudah di Depan Mata

Megapolitan
Cara Daftar untuk Dapat BLT UMKM Depok 2021 Senilai Rp 1,2 Juta

Cara Daftar untuk Dapat BLT UMKM Depok 2021 Senilai Rp 1,2 Juta

Megapolitan
Artis Rio Reifan Kembali Ditangkap Terkait Dugaan Narkoba

Artis Rio Reifan Kembali Ditangkap Terkait Dugaan Narkoba

Megapolitan
Koja Berdarah, Ketika 3 Tewas dan Ratusan Luka-Luka dalam Konflik Makam Mbah Priok

Koja Berdarah, Ketika 3 Tewas dan Ratusan Luka-Luka dalam Konflik Makam Mbah Priok

Megapolitan
Cerita Pangdam Jaya Dudung Abdurrachman Shalat Bersama Pedemo hingga Ketika Ambil Keputusan Berisiko

Cerita Pangdam Jaya Dudung Abdurrachman Shalat Bersama Pedemo hingga Ketika Ambil Keputusan Berisiko

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X