Kompas.com - 22/06/2015, 11:29 WIB
Deretan mobil omprengan tujuan Bogor/Ciawi sedang menunggu penumpang di Jalan Perindustrian, Kebon Pala, Makassar, Jakarta Timur, Selasa (8/1/2013) siang. KOMPAS.com/IMANUEL MORE GHALEDeretan mobil omprengan tujuan Bogor/Ciawi sedang menunggu penumpang di Jalan Perindustrian, Kebon Pala, Makassar, Jakarta Timur, Selasa (8/1/2013) siang.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorGlori K. Wadrianto
JAKARTA, KOMPAS.com — Upaya penertiban atas operasionalisasi taksi Uber oleh aparat kepolisian yang berawal dari laporan Organda dan Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta, Jumat (19/6/2015), mengundang berbagai pendapat.

Tak hanya di media massa, pengguna media sosial pun mengutarakan pandangannya atas kondisi tersebut. Salah satunya adalah seorang pengguna akun jejaring sosial Facebook dengan nama Gian Perkasa. Dia menyoroti eksisnya angkutan omprengan yang dia sebut hingga kini masih marak di sekitaran Semanggi, tak jauh dari Mapolda Metro Jaya.

Dalam status Facebook yang ditulis pada Sabtu (20/6/2015) lalu, Gian melontarkan kritik atas tidak tegasnya penindakan terhadap angkutan omprengan. Padahal, sudah beberapa kali angkutan tersebut terlibat dalam kecelakaan yang menewaskan penumpangnya.

"Omprengan di seputaran Semanggi udah tahunan gan, kita bisa dilacak posisinya. Pemiliknya juga gak tahu siapa. Pernah ada kecelakaan hebat yang melibatkan pejabat entu, masih beredar juga tuh omprengan. Ini bisnis model sekarang malah diurus duluan," tulis dia sambil menautkan berita Kompas.com yang berjudul "Mobil Uber Itu Bukan Transportasi Umum".

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Benjamin Bukit mengatakan, secara peraturan, pihaknya tidak bisa menindak langsung mobil berpelat hitam. Sebab, hal itu merupakan kewenangan kepolisian.

Menurut Benjamin, cara yang bisa dilakukan oleh Dishubtrans adalah melaporkannya ke kepolisian untuk kemudian polisi yang mengambil tindakan. Hal itu merupakan cara yang juga mereka lakukan terhadap Uber. "Polisi yang nindak karena kalau pelat hitam kita tidak bisa," ujar dia seusai upacara peringatan HUT ke-488 Kota Jakarta di Lapangan Monas, Senin (22/6/2015).

Benjamin mengaku tahu tentang eksisnya angkutan omprengan di sekitar Semanggi. Ia mengaku sudah rutin menyampaikan hal tersebut kepada polisi. Namun, dia menilai penindakan terhadap angkutan omprengan belum konsisten.

Benjamin menyatakan akan terus berkoordinasi dengan kepolisian agar penindakan terhadap angkutan omprengan bisa terus dilakukan. "Selalu kok ditertibkan, seperti di Rawa Buaya (Jakarta Barat). Cuma kurang konsisten saja. Kita terus koordinasi dengan polisi. Kalau polisi mau tegas, ya langsung dikandangin," kata Benjamin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebakaran Melanda Gudang Penyimpanan Ikan di Pelabuhan Muara Baru

Kebakaran Melanda Gudang Penyimpanan Ikan di Pelabuhan Muara Baru

Megapolitan
Jumlah Pengunjung Ragunan pada Libur Waisak Capai 31.206 Orang

Jumlah Pengunjung Ragunan pada Libur Waisak Capai 31.206 Orang

Megapolitan
Sudah Sebulan 400 KK di Kampung Nelayan Marunda Alami Krisis Air Bersih

Sudah Sebulan 400 KK di Kampung Nelayan Marunda Alami Krisis Air Bersih

Megapolitan
Lift Macet akibat Kelebihan Muatan, 7 Orang Terjebak Dievakuasi Damkar Kota Bekasi

Lift Macet akibat Kelebihan Muatan, 7 Orang Terjebak Dievakuasi Damkar Kota Bekasi

Megapolitan
Cerita Anies ke Universitas Oxford Jajaki Kerja Sama Pengembangan Kebijakan Publik Jakarta

Cerita Anies ke Universitas Oxford Jajaki Kerja Sama Pengembangan Kebijakan Publik Jakarta

Megapolitan
Warga Bogor Dibegal Saat Pulang Kerja, Korban Dibacok, Motor dan Uangnya Raib

Warga Bogor Dibegal Saat Pulang Kerja, Korban Dibacok, Motor dan Uangnya Raib

Megapolitan
Dentuman Meriam Akan Terdengar Lagi di Depok Besok, Warga Diimbau Tak Panik

Dentuman Meriam Akan Terdengar Lagi di Depok Besok, Warga Diimbau Tak Panik

Megapolitan
Bima Arya Usulkan Sekda Jadi Pj Kepala Daerah

Bima Arya Usulkan Sekda Jadi Pj Kepala Daerah

Megapolitan
TV Tersambar Petir, Sebuah Rumah di Bekasi Dilanda Kebakaran

TV Tersambar Petir, Sebuah Rumah di Bekasi Dilanda Kebakaran

Megapolitan
Besok, Oditur Akan Bantah Pleidoi Kolonel Priyanto Terdakwa Kasus Pembunuhan Handi-Salsabila

Besok, Oditur Akan Bantah Pleidoi Kolonel Priyanto Terdakwa Kasus Pembunuhan Handi-Salsabila

Megapolitan
Pabrik Kimia di Cikarang Dilanda Kebakaran, Pemadaman Butuh Waktu 7 Jam

Pabrik Kimia di Cikarang Dilanda Kebakaran, Pemadaman Butuh Waktu 7 Jam

Megapolitan
Politisi PDI-P: Banyak Program yang Tak Dieksekusi Anies

Politisi PDI-P: Banyak Program yang Tak Dieksekusi Anies

Megapolitan
Seorang Remaja Satroni Rumah Ketua RW di Pulogadung, Curi 3 Ponsel

Seorang Remaja Satroni Rumah Ketua RW di Pulogadung, Curi 3 Ponsel

Megapolitan
Pria yang Tewas Gantung Diri di Apartemen Kawasan Duren Sawit Diduga Terlilit Utang

Pria yang Tewas Gantung Diri di Apartemen Kawasan Duren Sawit Diduga Terlilit Utang

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Bakal Panggil Manajemen Ancol karena Khawatir Merugi Saat Formula E Berlangsung

Ketua DPRD DKI Bakal Panggil Manajemen Ancol karena Khawatir Merugi Saat Formula E Berlangsung

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.