Ahok Ingin Jadikan Go-Jek "Feeder" Transjakarta

Kompas.com - 24/06/2015, 09:17 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (dua kanan) berbincang dengan Pangdam Jaya Mayjen TNI Agus Sutomo (kanan) saat menaiki bus transjakarta gandeng merek Scania di kawasan Monas, Jakarta, Senin (22/6/2015). PT Transjakarta hari ini meluncurkan 20 unit bus gandeng merek Scania bertepatan dengan peringatan HUT Ke-488 DKI Jakarta. Bus memiliki kapasitas hingga 140 orang dengan 39 kursi, termasuk 6 kursi prioritas dan 2 ruang untuk pengguna kursi roda. TRIBUNNEWS / DANY PERMANAGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (dua kanan) berbincang dengan Pangdam Jaya Mayjen TNI Agus Sutomo (kanan) saat menaiki bus transjakarta gandeng merek Scania di kawasan Monas, Jakarta, Senin (22/6/2015). PT Transjakarta hari ini meluncurkan 20 unit bus gandeng merek Scania bertepatan dengan peringatan HUT Ke-488 DKI Jakarta. Bus memiliki kapasitas hingga 140 orang dengan 39 kursi, termasuk 6 kursi prioritas dan 2 ruang untuk pengguna kursi roda.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan PT Transjakarta akan menandatangani nota kesepahaman dengan perusahaan ojek berbasis aplikasi mobile, Go-Jek. Kesepakatan itu untuk membuat aplikasi khusus bernama Go-Busway pada pertengahan Juli mendatang. 

"Kami ingin Go-Jek jadi feeder kami dan yang naik Go-Jek bisa baca lewat aplikasi itu. Warga juga bisa tahu letak transjakarta dan kelihatan transjakarta sampai jam berapa tiba di halte, kalau dihitung-hitung aplikasi ini seperti Waze," kata Basuki, di Balai Kota, Rabu (27/6/2015).

Pemenang Jakarta Urban Challenge dalam New Cities Summit yang diberi tugas Basuki untuk membuat aplikasi tersebut.

Basuki menginginkan, aplikasi itu memudahkan pengguna transjakarta mengetahui lokasi jalan kaki, halte terdekat, jembatan penyeberangan, lokasi tempat Go-Jek mangkal, lokasi parkir taksi, stasiun, dan lain-lain.

"Aplikasi ini juga bisa melihat gang-gang, kan banyak gang di Jakarta, jadi seperti Waze. Konsepnya sudah ketemu, cuma masalahnya bus kami yang baru belum beroperasi, nanti langsung dipasang GPS di busnya," kata Basuki. 

Sementara itu, Direktur Utama PT Transjakarta Antonius NS Kosasih mengatakan aplikasi Go-Busway adalah sebuah aplikasi khusus yang nantinya akan berada dalam aplikasi Go-Jek.

Dengan aplikasi tersebut, para pengguna transjakarta dapat mengetahui letak bus di masing-masing koridor, dan waktu yang dibutuhkan untuk menunggu bus di koridor-koridor tersebut. 

Aplikasi Go Busway yang akan terintegrasi dengan Go-Jek rencananya dibuat khusus untuk smartphone yang menggunakan sistem operasi Android maupun iOS.

Kosasih meyakini, pembuatan aplikasi tersebut dapat mempermudah penumpang transjakarta dalam menggunakan jasa angkutan tersebut kedepannya.

"Nantinya kami ingin aplikasi Go-Busway juga bisa mengenali pengemudi yang mengemudikan bus kami. Sehingga para penumpang bisa memberikan rating terhadap kualitas pelayanan pengemudi kami," ujar Kosasih.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gejala Virus Corona Sangat Umum, Warga Diminta Waspada

Gejala Virus Corona Sangat Umum, Warga Diminta Waspada

Megapolitan
Kantor Wali Kota Jakarta Utara Kebanjiran

Kantor Wali Kota Jakarta Utara Kebanjiran

Megapolitan
Banjir Mulai Genangi Pademangan, Warga Stok Mie Instan hingga Air Bersih

Banjir Mulai Genangi Pademangan, Warga Stok Mie Instan hingga Air Bersih

Megapolitan
Jalan DI Panjaitan Macet Gara-gara Genangan Air Hujan

Jalan DI Panjaitan Macet Gara-gara Genangan Air Hujan

Megapolitan
Serangan Netizen ke Akun Medsos Pelaku Penodongan di Warteg Mempersulit Kerja Polisi

Serangan Netizen ke Akun Medsos Pelaku Penodongan di Warteg Mempersulit Kerja Polisi

Megapolitan
Butuh 3 Hari untuk Pastikan Pasien yang Dirawat di RSPI Terinfeksi Virus Corona

Butuh 3 Hari untuk Pastikan Pasien yang Dirawat di RSPI Terinfeksi Virus Corona

Megapolitan
MAPID Sajikan Peta Wilayah Rawan Banjir di Jakarta

MAPID Sajikan Peta Wilayah Rawan Banjir di Jakarta

Megapolitan
Antisipasi Virus Corona, Angkasa Pura II Bagikan Masker Gratis untuk Petugas Bandara Soetta

Antisipasi Virus Corona, Angkasa Pura II Bagikan Masker Gratis untuk Petugas Bandara Soetta

Megapolitan
Kronologi Pasien Diduga Terinfeksi Virus Corona hingga Dirawat di RSPI Sulianti Saroso

Kronologi Pasien Diduga Terinfeksi Virus Corona hingga Dirawat di RSPI Sulianti Saroso

Megapolitan
Cegah Virus Corona, Angkasa Pura II Perketat Pengawasan 2 Bandara Ini

Cegah Virus Corona, Angkasa Pura II Perketat Pengawasan 2 Bandara Ini

Megapolitan
Wabah Corona Menyerang, Lion Grup Tutup Sementara Penerbangan ke Wuhan

Wabah Corona Menyerang, Lion Grup Tutup Sementara Penerbangan ke Wuhan

Megapolitan
Pemprov DKI Jakarta Beri Bantuan Peralatan Sekolah hingga Obat-obatan untuk Korban Banjir

Pemprov DKI Jakarta Beri Bantuan Peralatan Sekolah hingga Obat-obatan untuk Korban Banjir

Megapolitan
Hujan Deras, Jalan Medan Merdeka Barat Tergenang

Hujan Deras, Jalan Medan Merdeka Barat Tergenang

Megapolitan
17 Titik di Jakarta Dilanda Banjir Siang Ini

17 Titik di Jakarta Dilanda Banjir Siang Ini

Megapolitan
Jari Kaki Wanita Digigit Tikus di Bioskop, Summarecon Mall Serpong Buat Program Berantas Hama

Jari Kaki Wanita Digigit Tikus di Bioskop, Summarecon Mall Serpong Buat Program Berantas Hama

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X