Kompas.com - 24/06/2015, 15:00 WIB
Pengerjaan proyek pembangunan transportasi massal cepat (MRT) fase pertama (15,70 kilometer) di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (27/5). Pembangunan MRT bertujuan mengurangi kemacetan di Ibu Kota yang semakin parah. KOMPAS/HENDRA A SETYAWANPengerjaan proyek pembangunan transportasi massal cepat (MRT) fase pertama (15,70 kilometer) di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (27/5). Pembangunan MRT bertujuan mengurangi kemacetan di Ibu Kota yang semakin parah.
EditorTri Wahono


Oleh Agnes Rita Sulistyawaty

Apabila tidak mengunjungi Jakarta selama beberapa tahun, besar kemungkinan Anda tercengang dengan perkembangan fisik kota ini. Banyak simpul aktivitas baru, mulai dari pusat kota Jakarta hingga ke sekitarnya.

Namun, pengembangan transportasi publik belum sepesat pertumbuhan kota ini. Akibatnya, kemacetan masih terjadi karena kendaraan pribadi menjadi andalan.

Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta pada 2014 mencatat, 2,4 juta orang yang tinggal di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) menjadi komuter di wilayah Jakarta. Apabila setiap orang melakukan satu kali perjalanan pergi dan satu perjalanan pulang, sedikitnya ada 4,8 juta perjalanan komuter di Jakarta. Jumlah ini belum termasuk 7,9 juta warga Jakarta yang melakukan perjalanan di dalam satu wilayah kota Jakarta.

Wilayah Jakarta Pusat merupakan tempat tujuan terbesar komuter. Hal ini tidak dapat dilepaskan karena pusat pemerintahan negara ini ada di Jakarta Pusat. Berbagai pusat kegiatan, perwakilan negara asing, dan kantor swasta juga ada di wilayah administratif seluas 48,2 kilometer persegi ini.

BPS Jakarta juga mencatat, penggunaan kendaraan umum untuk komuter Jabodetabek hanya 23-30 persen dari total perjalanan. Sebagian besar komuter masih memanfaatkan sepeda motor untuk mengakomodasi perjalanan mereka.

Faktor keamanan di angkutan umum juga menjadi salah satu pertimbangan orang enggan menggunakan angkutan umum. Selain pencurian, pemerkosaan penumpang angkutan umum juga masih terjadi. Pekan lalu, seorang penumpang angkutan D01 Kebayoran-Ciputat diperkosa sopir angkutan itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Andreas Lucky Lukwira, pengguna angkutan umum yang juga moderator akun @naikumum, berharap Dinas Perhubungan DKI Jakarta bersikap tegas terhadap pelaku kekerasan, termasuk pemilik kendaraan. Hal ini untuk memberikan efek jera dan mencegah kejadian serupa terulang. Apalagi, sopir yang melakukan kejahatan itu sopir tembak. "Jakarta sebagai kota 24 jam harus turut didukung angkutan umum yang beroperasi 24 jam dan terjamin keamanannya," kata Andreas.

Ia berharap bus transjakarta yang beroperasi malam hari bisa ditambah karena keamanan bus ini lebih terjamin. Persoalannya, pengguna transjakarta atau KRL banyak yang membutuhkan angkutan pengumpan untuk membawa mereka sampai ke tujuan. Di sinilah pentingnya ketersediaan angkutan umum yang aman dan nyaman pada malam hari sekalipun.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bakal Ikuti PTM Terbatas, Murid SD Berusia 12 Tahun di Kota Tangerang Divaksinasi Covid-19

Bakal Ikuti PTM Terbatas, Murid SD Berusia 12 Tahun di Kota Tangerang Divaksinasi Covid-19

Megapolitan
Polisi Kejar 4 Pengeroyok yang Sebabkan Seorang Pria Tewas di Lokalisasi Gunung Antang

Polisi Kejar 4 Pengeroyok yang Sebabkan Seorang Pria Tewas di Lokalisasi Gunung Antang

Megapolitan
Pria Tewas di Lokalisasi Gunung Antang, Polisi: Habis Main Tak Mau Bayar lalu Dikeroyok

Pria Tewas di Lokalisasi Gunung Antang, Polisi: Habis Main Tak Mau Bayar lalu Dikeroyok

Megapolitan
Mengenal Mustafa Kemal Ataturk, Namanya Akan Digunakan di Jalan Jakarta tapi Diprotes MUI dan PKS

Mengenal Mustafa Kemal Ataturk, Namanya Akan Digunakan di Jalan Jakarta tapi Diprotes MUI dan PKS

Megapolitan
Polisi Selidiki Kasus Tabrak Lari di Kemayoran

Polisi Selidiki Kasus Tabrak Lari di Kemayoran

Megapolitan
Kontroversi Penggunaan Nama Mustafa Kemal Ataturk di Jalan Jakarta, Disebut Diktator

Kontroversi Penggunaan Nama Mustafa Kemal Ataturk di Jalan Jakarta, Disebut Diktator

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Tangsel Capai 50,2 Persen dari Target

Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Tangsel Capai 50,2 Persen dari Target

Megapolitan
75 Polisi Disiagakan untuk Tilang Pelanggar Ganjil Genap di Jakarta

75 Polisi Disiagakan untuk Tilang Pelanggar Ganjil Genap di Jakarta

Megapolitan
Strawberry Cafe di Duri Kepa Gunakan Konsep 'Squid Game', Pengunjung Meningkat 4 Kali Lipat

Strawberry Cafe di Duri Kepa Gunakan Konsep "Squid Game", Pengunjung Meningkat 4 Kali Lipat

Megapolitan
5 Terduga Pelaku Penggelapan Mobil Ditangkap Para Korbannya Saat Buat KTP Palsu

5 Terduga Pelaku Penggelapan Mobil Ditangkap Para Korbannya Saat Buat KTP Palsu

Megapolitan
Polisi Akan Gelar Perkara Kasus Tabrak Lari di Tol Sedyatmo untuk Tentukan Status Terduga Pelaku

Polisi Akan Gelar Perkara Kasus Tabrak Lari di Tol Sedyatmo untuk Tentukan Status Terduga Pelaku

Megapolitan
Penggerebekan Ruko Pinjol di Cengkareng Berujung 6 Orang Jadi Tersangka

Penggerebekan Ruko Pinjol di Cengkareng Berujung 6 Orang Jadi Tersangka

Megapolitan
Kebakaran Rumah di Duri Kepa, Akses Jalan Sempit Sulitkan Petugas Damkar

Kebakaran Rumah di Duri Kepa, Akses Jalan Sempit Sulitkan Petugas Damkar

Megapolitan
Dukung Interpelasi Formula E Tetap Jalan, Ketua DPRD DKI: Sudah Semestinya Anies Jelaskan di Forum Resmi

Dukung Interpelasi Formula E Tetap Jalan, Ketua DPRD DKI: Sudah Semestinya Anies Jelaskan di Forum Resmi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Holywings Kembali Digerebek | Lokasi Sirkuit Formula E Masih Tanda Tanya

[POPULER JABODETABEK] Holywings Kembali Digerebek | Lokasi Sirkuit Formula E Masih Tanda Tanya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.