Gabung ke Transjakarta, Gaji Sopir Kopaja Rp 5,4 Juta Per Bulan

Kompas.com - 25/06/2015, 08:44 WIB
Kompas.com/Kurnia Sari Aziza Bus Kopaja bermerek Toyota yang terintegrasi transjakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com — Direktur Utama PT Transjakarta Antonius Kosasih mengatakan, para sopir bus kopaja terintegrasi transjakarta nantinya akan mendapat gaji bulanan seperti halnya sopir transjakarta. Besarannya diperkirakan mencapai dua kali upah minimum provinsi.

Sebagai catatan, saat ini besaran UMP DKI Jakarta mencapai Rp 2,7 juta. Dengan demikian, para sopir bus kopaja terintegrasi transjakarta nantinya akan mendapat gaji Rp 5,4 juta.

"Penghasilan bulanan untuk sopir kopaja yang akan direkrut untuk kontrak dengan transjakarta saat ini sudah direncanakan mendekati dua kali UMP, tetapi bisa saja dua kali UMP," kata Kosasih saat dihubungi, Kamis (25/6/2015).

Menurut Kosasih, besaran gaji bulanan untuk para sopir bus kopaja ditentukan oleh besaran pembayaran rupiah per kilometer kepada Kopaja. Saat ini, PT Transjakarta dan pengurus Kopaja masih terus mematangkan besaran tersebut.

"Gajinya akan tecermin dalam harga rupiah per kilometer yang di dalamnya mencakup biaya penghasilan bulanan sopir," ujar dia.

Seperti diberitakan, Kopaja sepakat untuk bergabung ke dalam manajemen PT Transjakarta. Dengan demikian, Kopaja akan ikut terlibat dalam penyelenggaraan layanan bus transjakarta.

Kopaja akan menjadi operator untuk layanan bus transjakarta ukuran sedang. Bus-bus kopaja yang nantinya digunakan dalam penyelenggaraan layanan bus transjakarta adalah bus-bus yang telah memenuhi spesifikasi sesuai yang telah ditetapkan oleh PT Transjakarta, meliputi memiliki AC dan pintu tengah yang tinggi.

Saat ini, Kopaja sudah memiliki 120 unit bus dengan spesifikasi tersebut dan ada sekitar 200 unit bus lainnya yang sedang ada di bagian karoseri dan ditargetkan sudah bisa beroperasi dalam dua sampai tiga bulan ke depan.


EditorAna Shofiana Syatiri

Terkini Lainnya

Pasar Ikan Modern Muara Baru Tak Jual Ikan dari Teluk Jakarta

Pasar Ikan Modern Muara Baru Tak Jual Ikan dari Teluk Jakarta

Megapolitan
'Black History Month', Ini Penemu Afrika-Amerika yang Nyaris Terlupakan

"Black History Month", Ini Penemu Afrika-Amerika yang Nyaris Terlupakan

Internasional
Proses Panjang di Balik Khasiat Jamu Kemasan

Proses Panjang di Balik Khasiat Jamu Kemasan

Edukasi
Sekda Kendal: Sekarang Film Porno Sudah Diblokir, Saya Cari Sudah Tidak Bisa

Sekda Kendal: Sekarang Film Porno Sudah Diblokir, Saya Cari Sudah Tidak Bisa

Regional
Pemimpin Oposisi Nekat Berangkat, Venezuela Tutup Perbatasan Kolombia

Pemimpin Oposisi Nekat Berangkat, Venezuela Tutup Perbatasan Kolombia

Internasional
Waspadai Penyalahgunaan BBM, Polisi Razia Mobil Pick-Up di SPBU

Waspadai Penyalahgunaan BBM, Polisi Razia Mobil Pick-Up di SPBU

Regional
Parkir Liar di Jalan Protokol Bekasi, Siap-siap Kendaraan Ditempel Stiker 'Nyeleneh'

Parkir Liar di Jalan Protokol Bekasi, Siap-siap Kendaraan Ditempel Stiker "Nyeleneh"

Megapolitan
VIDEO: Hoaks atau Fakta Sepekan 18-23 Februari 2019

VIDEO: Hoaks atau Fakta Sepekan 18-23 Februari 2019

Nasional
Kemenkeu Pastikan Pemberian THR Sesuai Jadwal, Setelah Pemilu

Kemenkeu Pastikan Pemberian THR Sesuai Jadwal, Setelah Pemilu

Nasional
Banyak yang Merekam tetapi Tak Menolong, Ini Fakta Kasus Mahasiswa Bunuh Diri di Lampung

Banyak yang Merekam tetapi Tak Menolong, Ini Fakta Kasus Mahasiswa Bunuh Diri di Lampung

Regional
Petugas Kekurangan Mesin Pompa Air untuk Padamkan Kebakaran Lahan di Bengkalis

Petugas Kekurangan Mesin Pompa Air untuk Padamkan Kebakaran Lahan di Bengkalis

Regional
Ada Konser Kebangsaan di Monas, Kepala UPK Minta Pengamanan Ditambah

Ada Konser Kebangsaan di Monas, Kepala UPK Minta Pengamanan Ditambah

Megapolitan
4 Fakta Mengenai MRT Jakarta yang Mulai Beroperasi Maret 2019

4 Fakta Mengenai MRT Jakarta yang Mulai Beroperasi Maret 2019

Megapolitan
MK: Uji Materi Soal Surat Suara Tambahan Bisa Diputuskan dengan Cepat

MK: Uji Materi Soal Surat Suara Tambahan Bisa Diputuskan dengan Cepat

Nasional
5 Fakta Pembakaran Mobil Caleg PDI-P Sleman, Dibakar Dini Hari hingga Disiram Bensin

5 Fakta Pembakaran Mobil Caleg PDI-P Sleman, Dibakar Dini Hari hingga Disiram Bensin

Regional

Close Ads X