Batan Kembangkan Listrik Bertenaga Nuklir

Kompas.com - 30/06/2015, 10:49 WIB
Tampak kamera pengawas yang memantau kondisi di dalam ruang reaktor nuklir di gedung Badan Teknologi Nuklir Nasional (Batan) di kompleks Pusat Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspitek), Serpong, Tangerang, Senin (29/6/2015). KOMPAS.com/Andri Donnal PuteraTampak kamera pengawas yang memantau kondisi di dalam ruang reaktor nuklir di gedung Badan Teknologi Nuklir Nasional (Batan) di kompleks Pusat Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspitek), Serpong, Tangerang, Senin (29/6/2015).
|
EditorKistyarini

TANGERANG, KOMPAS.com - Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) tengah mempersiapkan pra-proyek untuk membuat program reaktor daya eksperimen (RDE) atau pembangkit listrik tenaga nuklir sederhana.

Hal ini dilakukan atas dasar kemampuan nuklir itu sendiri yang sebenarnya bisa menjadi energi alternatif untuk menghasilkan listrik.

"Ini sifatnya non-komersil karena kita sebagai litbang (penelitian dan pengembangan). Intinya, kita mau buat satu sebagai masternya. Kalau berhasil, bisa untuk dipakai di daerah-daerah terpencil yang masih kesulitan akses listrik," kata Kepala Batan Djarot Sulistio Wisnubroto kepada Kompas.com, Senin (29/6/2015).

Program RDE ini dilaksanakan bertempat di kawasan Pusat Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspitek), Serpong, Tangerang Selatan. Tujuan program ini sendiri adalah untuk mendapatkan konsep desain reaktor yang tepat sekaligus meyakinkan masyarakat kalau teknologi nuklir aman dan bersahabat.

Sebelum diizinkan untuk dipakai oleh masyarakat umum, RDE akan digunakan oleh pihak Batan terlebih dahulu sekaligus untuk uji coba.

"Nanti kita pakai buat pasokan listrik di sini-sini saja dulu. Kita ini bayar listrik mahal, bayar ke PLN saja berapa miliar satu tahun, kebayang kan gimana kalau bisa berhemat pakai nuklir," tambah Djarot.

Target menyelesaikan pra-project RDE adalah sampai akhir tahun 2015. RDE ini akan jadi cikal bakal dari pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) yang sudah banyak beroperasi di beberapa negara, seperti Amerika, RRC, India, dan sebagainya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perusahaan Jasa Pengiriman Siapkan Opsi Hadapi Ganjil Genap, Pakai Motor hingga Ubah Pelat Kuning

Perusahaan Jasa Pengiriman Siapkan Opsi Hadapi Ganjil Genap, Pakai Motor hingga Ubah Pelat Kuning

Megapolitan
Ini Alasan Anji Wawancara Hadi Pranoto soal Klaim Temuan Obat Covid-19

Ini Alasan Anji Wawancara Hadi Pranoto soal Klaim Temuan Obat Covid-19

Megapolitan
Meriahkan 17 Agustus di Masa Pandemi, Pemkot Tangerang Gelar Lomba Joget Balon Online

Meriahkan 17 Agustus di Masa Pandemi, Pemkot Tangerang Gelar Lomba Joget Balon Online

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Bantah Bakal Buka Sekolah September 2020

Wali Kota Tangerang Bantah Bakal Buka Sekolah September 2020

Megapolitan
44 Perusahaan di Jakarta Ditutup Sementara karena Ada Kasus Covid-19

44 Perusahaan di Jakarta Ditutup Sementara karena Ada Kasus Covid-19

Megapolitan
Alasan Ibu Pura-pura Temukan Bayi Terlantar yang Ternyata Anaknya Sendiri...

Alasan Ibu Pura-pura Temukan Bayi Terlantar yang Ternyata Anaknya Sendiri...

Megapolitan
Sempat Ditutup karena Covid-19, Hari Ini PN Jakbar Kembali Gelar Persidangan

Sempat Ditutup karena Covid-19, Hari Ini PN Jakbar Kembali Gelar Persidangan

Megapolitan
Anji Mengaku Pegal Usai Dicecar 45 Pertanyaan oleh Polisi

Anji Mengaku Pegal Usai Dicecar 45 Pertanyaan oleh Polisi

Megapolitan
Muhamad-Sara Resmi Direkomendasikan sebagai Bakal Calon Kepala Daerah di Pilkada Tangsel

Muhamad-Sara Resmi Direkomendasikan sebagai Bakal Calon Kepala Daerah di Pilkada Tangsel

Megapolitan
Hari Pertama Penerapan Sanksi Ganjil Genap, 1.062 Mobil Ditilang

Hari Pertama Penerapan Sanksi Ganjil Genap, 1.062 Mobil Ditilang

Megapolitan
Kasus Covid-19 di RS Azra, Pemkot Bogor Enggan Berdebat soal Hasil Pemeriksaan

Kasus Covid-19 di RS Azra, Pemkot Bogor Enggan Berdebat soal Hasil Pemeriksaan

Megapolitan
Pemkot Bekasi Minta Ditjen Perkeretapian Amankan Area Struktur Bata Kuno

Pemkot Bekasi Minta Ditjen Perkeretapian Amankan Area Struktur Bata Kuno

Megapolitan
Kembali ke Zona Oranye, Pemkot Tangerang Enggan Perketat PSBB Lagi

Kembali ke Zona Oranye, Pemkot Tangerang Enggan Perketat PSBB Lagi

Megapolitan
Pandemi Covid-19, Pemprov DKI Hanya Menata 11 Kampung Kumuh dari Target 56 RW

Pandemi Covid-19, Pemprov DKI Hanya Menata 11 Kampung Kumuh dari Target 56 RW

Megapolitan
Jalan Dr Sumarno Cakung Berlaku Satu Arah Saat Jam Pulang Kantor

Jalan Dr Sumarno Cakung Berlaku Satu Arah Saat Jam Pulang Kantor

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X