PMP untuk Jakpro, Ahok Bilang Rp 7,7 Triliun, BPKAD Sebut Rp 5,2 Triliun

Kompas.com - 01/07/2015, 17:33 WIB
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah DKI Heru Budi Hartono. KOMPAS.COM/KURNIASARI AZIZAHKepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah DKI Heru Budi Hartono.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Heru Budi Hartono mengatakan PT Jakarta Propertindo tidak akan mendapat penyertaan modal pemerintah (PMP) hingga Rp 7,7 triliun. Menurut Heru, berdasarkan penghitungan yang telah dilakukan dana PMP yang dibutuhkan oleh Jakpro hanya mencapai Rp 5,2 triliun.

Pernyataan Heru ini berbeda dari pernyataan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, yang sebelumnya mengatakan PMP yang akan diberikan kepada Jakpro dalam APBD Perubahan DKI 2015 mencapai Rp 7,7 triliun.

"Kemarin saya hitung-hitung sama Pak Sekda (Saefullah) kurang lebih butuhnya Rp 5,2 triliun. Memang banyak proyek-proyek di Jakpro, tetapi saya minta yang diprioritas dulu lah," kata Heru di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (1/7/2015). [Baca: Ahok Sebut Pemberian Modal Rp 7,7 Triliun ke PT Jakpro Sesuai Perda]

Heru mengatakan pemberian PMP sebesar Rp 5,2 triliun untuk Jakpro telah mempertimbangkan semua proyek yang ditangani oleh Jakpro tahun ini, dan dana PMP tahun lalu yang belum terserap dengan baik oleh Jakpro.

"Jakpro juga sudah siap. Jakpro kan uang PMP yang tahun lalu belum terpakai juga, kurang lebih Rp 650 miliar. Jangan sampai nanti kita kasih PMP besar, tetapi Jakpro tidak siap," ujar Heru.

Sebelumnya, Ahok mengatakan, Pemprov DKI berhak memberikan PMP itu kepada PT Jakpro karena sudah diatur dalam Perda Penyertaan Modal yang menyebutkan Pemprov DKI harus memberi modal kepada PT Jakpro hingga Rp 10 triliun.

"Rp 10 triliun itu nanti dibagi kepada 2-3 BUMD, misalnya buat Jakpro dan Bank DKI. Jadi enggak buat Jakpro saja, kebanyakan," ucap Heru.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Duduk Perkara Pemkab Bekasi Beri Info Keliru soal Warga Terpapar Omicron

Duduk Perkara Pemkab Bekasi Beri Info Keliru soal Warga Terpapar Omicron

Megapolitan
Fakta Soal Varian Omicron di Jakarta, Belum Ditemukan dan Kabar yang Sebelumnya Beredar Keliru

Fakta Soal Varian Omicron di Jakarta, Belum Ditemukan dan Kabar yang Sebelumnya Beredar Keliru

Megapolitan
RS Polri Identifikasi 5 Korban Tewas Kebakaran di Tambora lewat DNA

RS Polri Identifikasi 5 Korban Tewas Kebakaran di Tambora lewat DNA

Megapolitan
Sumur Resapan Ambles di Lebak Bulus Diaspal, Kontraktor: Itu Inisiatif Kami, Bukan Program Pemerintah

Sumur Resapan Ambles di Lebak Bulus Diaspal, Kontraktor: Itu Inisiatif Kami, Bukan Program Pemerintah

Megapolitan
Anies Tak Temui Buruh dalam Audiensi di Balai Kota

Anies Tak Temui Buruh dalam Audiensi di Balai Kota

Megapolitan
Sumur Resapan Ambles di Lebak Bulus, Kontraktor Klaim Gunakan Penutup di Atas Standar

Sumur Resapan Ambles di Lebak Bulus, Kontraktor Klaim Gunakan Penutup di Atas Standar

Megapolitan
Manajemen PT Transjakarta Bungkam soal Video Direksi Tonton Tari Perut

Manajemen PT Transjakarta Bungkam soal Video Direksi Tonton Tari Perut

Megapolitan
Alasan Kejari Kota Tangerang Ajukan Banding atas Vonis Cynthiara Alona

Alasan Kejari Kota Tangerang Ajukan Banding atas Vonis Cynthiara Alona

Megapolitan
Pemprov DKI: Sampai Sekarang Belum Ditemukan Varian Omicron di Jakarta

Pemprov DKI: Sampai Sekarang Belum Ditemukan Varian Omicron di Jakarta

Megapolitan
Pastikan Tak Ada Temuan Varian Omicron, Pemkab Bekasi Akui Ada Kekeliruan Informasi

Pastikan Tak Ada Temuan Varian Omicron, Pemkab Bekasi Akui Ada Kekeliruan Informasi

Megapolitan
Sumur Resapan Ambles di Lebak Bulus, Ini Penjelasan Kontraktor

Sumur Resapan Ambles di Lebak Bulus, Ini Penjelasan Kontraktor

Megapolitan
Aksi Demonstrasi di Depan Balai Kota DKI Jakarta Bubar, Jalan Medan Merdeka Selatan Kembali Dibuka

Aksi Demonstrasi di Depan Balai Kota DKI Jakarta Bubar, Jalan Medan Merdeka Selatan Kembali Dibuka

Megapolitan
Buruh Pastikan Mogok Nasional Protes UMP 2022 Jalan Terus

Buruh Pastikan Mogok Nasional Protes UMP 2022 Jalan Terus

Megapolitan
Polisi Dikeroyok Geng Motor di Pondok Indah: Berawal dari Balap Liar, 6 Pelaku Ditangkap

Polisi Dikeroyok Geng Motor di Pondok Indah: Berawal dari Balap Liar, 6 Pelaku Ditangkap

Megapolitan
Buruh Mengaku Kecewa kepada Anies karena Tak Beri Kepastian Revisi UMP 2022

Buruh Mengaku Kecewa kepada Anies karena Tak Beri Kepastian Revisi UMP 2022

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.