Ahok Alihkan Kewajiban Pengembang Bangun LRT untuk Bangun Jalan Layang

Kompas.com - 01/07/2015, 18:41 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bersama Ketua Kopaja Nanang Basuki, seusai melakukan pertemuan di Balai Kota, Rabu (24/6/2015). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bersama Ketua Kopaja Nanang Basuki, seusai melakukan pertemuan di Balai Kota, Rabu (24/6/2015).
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tidak jadi melibatkan pengembang untuk membangun Light Rail Transit (LRT). Awalnya ada sebanyak delapan pengembang yang diklaim Basuki bersedia membangun LRT, namun akhirnya PT Jakarta Propertindo dan Pembangunan Jaya yang akan membangun moda transportasi massal berbasis rel tersebut.

Dengan demikian, Basuki bakal mengalihkan kewajiban pengembang swasta dengan membangun dua jalan layang di samping jalan layang angka 8 Semanggi, Jakarta Pusat. 

"Jadi, (kewajiban pengembang) akan kami alihkan untuk membangun (jalan layang) di kupingnya angka 8 jalan lingkar Semanggi. Saya ingin buat (jalan layang) luarnya, supaya kita tidak perlu berputar-putar di dalam, tambah macet saja. Nanti ada jalan layang berputar dua," kata Basuki, di Balai Kota, Rabu (1/7/2015). 

Ahok, sapaan Basuki mengatakan, pembangunan jalan layang itu akan menelan anggaran hingga Rp 600 miliar. Sedangkan jika pihak swasta yang membangun jalan layang itu hanya membutuhkan anggaran sekitar Rp 350 miliar.

Tak hanya itu, swasta juga mengerjakan program lebih cepat dibandingkan DKI. "Kami minta swasta dari kewajiban Koefisien Luas Bangun (KLB) mereka," ujarnya. 

Mantan Bupati Belitung Timur itu mengaku sudah menyampaikan rencana ini kepada para pengembang, salah satunya adalah Agung Sedayu Group.

Apabila pembangunan jalan layang ini terealisasi, Basuki memastikan pekerjaannya tidak akan mengganggu pekerjaan MRT yang sedang dilaksanakan. Sebab, pengerjaan jalan layang ini dilaksanakan di atas dan akan sejajar tingginya dengan jalan yang sudah terbangun di sana.

Saat ini desainnya sedang dibuat. Jika desain sudah selesai, Pemprov DKI akan meminta izin kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPU-Pera).

Pembangunan jalan layang oleh swasta ini, lanjut dia, lebih baik daripada pemerintah meminjam dana ke lembaga donor asing seperti JICA (Japan International Cooperation Agency).

"Kan saya sudah mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub). Swasta yang kelebihan KLB, mereka harus ganti dalam bentuk membangun infrastruktur. Lebih baik manfaatkan itu," kata Basuki.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wagub DKI Anggap Wajar Studi Banding Panitia Formula E ke Arab Saudi

Wagub DKI Anggap Wajar Studi Banding Panitia Formula E ke Arab Saudi

Megapolitan
Trotoar di Kebayoran Baru Diduga Diubah Tanpa Izin

Trotoar di Kebayoran Baru Diduga Diubah Tanpa Izin

Megapolitan
Ikan Bandeng di Pasar Malam Rawa Belong Dipanen Khusus untuk Perayaan Imlek

Ikan Bandeng di Pasar Malam Rawa Belong Dipanen Khusus untuk Perayaan Imlek

Megapolitan
Tradisi Keluarga Betawi Saat Imlek, Berikan Ikan Bandeng ke Orangtua dan Mertua

Tradisi Keluarga Betawi Saat Imlek, Berikan Ikan Bandeng ke Orangtua dan Mertua

Megapolitan
UPDATE 28 Januari: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 653

UPDATE 28 Januari: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 653

Megapolitan
Polisi Selidiki Dugaan Penyebaran Berita Bohong Terkait Kasus Dua Penjambret Tewas Ditabrak

Polisi Selidiki Dugaan Penyebaran Berita Bohong Terkait Kasus Dua Penjambret Tewas Ditabrak

Megapolitan
Polisi Cari Pria yang Pura-pura Tertabrak dan Adang Mobil di Pasar Rebo

Polisi Cari Pria yang Pura-pura Tertabrak dan Adang Mobil di Pasar Rebo

Megapolitan
Anggota DPRD DKI Sebut Studi Banding Formula E Tak Perlu ke Arab Saudi, Cukup ke Mandalika

Anggota DPRD DKI Sebut Studi Banding Formula E Tak Perlu ke Arab Saudi, Cukup ke Mandalika

Megapolitan
Polisi Selidiki Video Pria Pura-pura Tertabrak Mobil, Diduga Hendak Memeras

Polisi Selidiki Video Pria Pura-pura Tertabrak Mobil, Diduga Hendak Memeras

Megapolitan
Pasar Malam Ikan Bandeng di Rawa Belong Diserbu Warga Jelang Imlek

Pasar Malam Ikan Bandeng di Rawa Belong Diserbu Warga Jelang Imlek

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Epidemiolog: Jakarta Harusnya Terapkan PPKM Lebih Ketat

Kasus Covid-19 Melonjak, Epidemiolog: Jakarta Harusnya Terapkan PPKM Lebih Ketat

Megapolitan
Polisi Hentikan Penyidikan Penjambretan di Tebet karena Pelaku Tewas Ditabrak Korban

Polisi Hentikan Penyidikan Penjambretan di Tebet karena Pelaku Tewas Ditabrak Korban

Megapolitan
Sembilan Kios di Pasar Rebo Terbakar

Sembilan Kios di Pasar Rebo Terbakar

Megapolitan
Resmi Diluncurkan, Angkot Ber-AC di Jakarta Dilengkapi Kamera CCTV hingga Emergency Button

Resmi Diluncurkan, Angkot Ber-AC di Jakarta Dilengkapi Kamera CCTV hingga Emergency Button

Megapolitan
Cegah Kerumunan, Puskesmas Aren Jaya Batasi Kuota Vaksinasi Booster 100 Orang Per Hari

Cegah Kerumunan, Puskesmas Aren Jaya Batasi Kuota Vaksinasi Booster 100 Orang Per Hari

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.