Kompas.com - 02/07/2015, 14:00 WIB
Puluhan bus di Terminal Pulogadung, Jakarta Timur menjalani pemeriksaan uji kelaikan kendaraan dalam melayani angkutan mudik lebaran. Senin (21/7/2014). Kompas.com/Robertus BelarminusPuluhan bus di Terminal Pulogadung, Jakarta Timur menjalani pemeriksaan uji kelaikan kendaraan dalam melayani angkutan mudik lebaran. Senin (21/7/2014).
Penulis Jessi Carina
|
EditorKistyarini
BEKASI, KOMPAS.com — Pihak Terminal Induk Bekasi beserta Dinas Perhubungan Kota Bekasi memeriksa kesiapan bus-bus angkutan mudik yang tersedia di terminal tersebut.

Salah satu hal yang diperiksa dari bus-bus tersebut adalah asap knalpot yang dihasilkan bus. "Ketebalan asap itu maksimal 50 persen, semakin kecil semakin bagus karena berarti asap semakin tipis," ujar Kepala Terminal Induk Bekasi Fathikun Ibnu di Terminal Bekasi, Kamis (2/7/2015).

Fathikun mengatakan, ada alat khusus untuk mengukur ketebalan tersebut. Apabila ketebalan asap sudah melebihi ambang batas, bus tersebut tidak boleh digunakan untuk mudik.

Hal-hal lain yang juga diperiksa adalah ketersediaan alat kemudi bus, misalnya kemudi yang baik, wiper yang masih beroperasi, dan juga ketersediaan dongkrak serta ban cadangan. Bus-bus yang telah memenuhi syarat akan ditandai dengan stiker khusus.

Hari ini, kata Fathikun, pihaknya baru memeriksa sebanyak 25 bus yang sedang menunggu penumpang di terminal. Dari 25 bus tersebut, sebanyak 18 bus lulus uji kelayakan dan ditempeli stiker, 2 bus tidak lulus, dan 5 bus ditindak karena belum lulus uji kir.

Jumlah bus yang disiapkan untuk menampung pemudik tahun ini adalah 500 unit. Sebanyak 350 unit adalah bus reguler dan selebihnya adalah bus tambahan. Bus-bus tersebut memiliki tujuan yang beragam dari Jawa Barat, Jawa, dan Lampung.

Fathikun pun menjelaskan bahwa pemeriksaan tersebut akan dilakukan secara berkala. Dia mengaku tidak ingin menjadwalkan pemeriksaan tersebut.

Biasanya, kata dia, apabila jadwal pemeriksaan sudah diumumkan, para sopir bus langsung mempersiapkan bus mereka. "Jadi, sidaklah. Saya mau lihat kesiapan mereka kalau tiba-tiba kayak gini," ujar Fathikun.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertunjukan Barongsai Saat Perayaan Imlek di Vihara Amurva Bhumi Ditiadakan

Pertunjukan Barongsai Saat Perayaan Imlek di Vihara Amurva Bhumi Ditiadakan

Megapolitan
Kasus Omicron Terdeteksi di Jakarta Selatan, Wali Kota Minta Warga Patuhi Protokol Kesehatan

Kasus Omicron Terdeteksi di Jakarta Selatan, Wali Kota Minta Warga Patuhi Protokol Kesehatan

Megapolitan
Bertambah, Temuan Kasus Covid-19 Kini Ada di 90 Sekolah Jakarta

Bertambah, Temuan Kasus Covid-19 Kini Ada di 90 Sekolah Jakarta

Megapolitan
Kasus Covid-19 di PN Depok Bertambah, 21 Pegawai Terkonfirmasi Positif

Kasus Covid-19 di PN Depok Bertambah, 21 Pegawai Terkonfirmasi Positif

Megapolitan
Alasan Ibu Laporkan Anak yang Jual Kulkasnya: Saya Tak Kuat Lagi, Saya Diusir, Pantas Enggak?

Alasan Ibu Laporkan Anak yang Jual Kulkasnya: Saya Tak Kuat Lagi, Saya Diusir, Pantas Enggak?

Megapolitan
Kebakaran Hanguskan 26 Rumah di Tambora, Diduga akibat Korsleting

Kebakaran Hanguskan 26 Rumah di Tambora, Diduga akibat Korsleting

Megapolitan
UPDATE 25 Januari: Kasus Baru Covid-19 di Jakarta Tembus 2.190, 9 Pasien Meninggal

UPDATE 25 Januari: Kasus Baru Covid-19 di Jakarta Tembus 2.190, 9 Pasien Meninggal

Megapolitan
Dukcapil Akan Layani Perbaikan Dokumen Kependudukan bagi Warga Terdampak Banjir di Tegal Alur

Dukcapil Akan Layani Perbaikan Dokumen Kependudukan bagi Warga Terdampak Banjir di Tegal Alur

Megapolitan
Butuh Uang Usai Kena PHK, Pria di Ciputat Jual Kulkas Ibunya lalu Dilaporkan ke Polisi, Kini Jadi Terdakwa

Butuh Uang Usai Kena PHK, Pria di Ciputat Jual Kulkas Ibunya lalu Dilaporkan ke Polisi, Kini Jadi Terdakwa

Megapolitan
Pemkot Siapkan 60 RPTRA di Jakarta Selatan sebagai Sentra Vaksinasi 'Booster'

Pemkot Siapkan 60 RPTRA di Jakarta Selatan sebagai Sentra Vaksinasi "Booster"

Megapolitan
Disdamkar: 146 kebakaran terjadi di Kabupaten Bekasi sepanjang 2021

Disdamkar: 146 kebakaran terjadi di Kabupaten Bekasi sepanjang 2021

Megapolitan
Polisi Kejar Pemasok Sabu yang Diedarkan di Kawasan Kepulauan Seribu

Polisi Kejar Pemasok Sabu yang Diedarkan di Kawasan Kepulauan Seribu

Megapolitan
Advokat yang Memaki Ibu Korban Kekerasan Seksual di Depok Dinilai Langgar Kode Etik

Advokat yang Memaki Ibu Korban Kekerasan Seksual di Depok Dinilai Langgar Kode Etik

Megapolitan
Kronologi Pembongkaran Trotoar di Cilandak, Pemkot Jaksel Sebut PNS Tak Terlibat

Kronologi Pembongkaran Trotoar di Cilandak, Pemkot Jaksel Sebut PNS Tak Terlibat

Megapolitan
Pihak Keluarga Belum Terima Pemberitahuan Perkembangan Penyidikan Kakek Tewas Dikeroyok di Cakung

Pihak Keluarga Belum Terima Pemberitahuan Perkembangan Penyidikan Kakek Tewas Dikeroyok di Cakung

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.