Ahok: Orang-orang Kaget Ada LRT, padahal Itu Bahasa Kerennya Kereta

Kompas.com - 02/07/2015, 15:37 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bersama Ketua Kopaja Nanang Basuki, seusai melakukan pertemuan di Balai Kota, Rabu (24/6/2015). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bersama Ketua Kopaja Nanang Basuki, seusai melakukan pertemuan di Balai Kota, Rabu (24/6/2015).
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menganggap tak perlu menyelenggarakan public hearing untuk merealisasikan pembangunan light rail transit (LRT). Menurut dia, pembangunan LRT merupakan pembangunan kereta api seperti biasanya.

Hanya saja, LRT berbentuk kereta yang lebih ringan dari kereta api. "LRT itu kan sudah ada di dalam RTRW (rencana tata ruang wilayah) 2030 dan di RPJMD (rencana panjang jangka menengah daerah) 2013-2017 tentang kereta api. Ngapain public hearing lagi? Orang-orang kaget ada LRT, padahal LRT itu bahasa kerennya kereta," kata Basuki di Balai Kota, Kamis (2/7/2015). 

LRT adalah kereta dengan tiga rangkaian. LRT dirancang supaya mudah saat berkelok-kelok. Sementara itu, rel kereta api dengan rel LRT tidak berbeda, sama-sama menggunakan rel ganda.

"Kalau kereta api itu kan panjang, susah belok. Kalau LRT, rangkaian keretanya tiga biji saja supaya bisa nekuk dan berhentinya gampang," kata pria yang biasa disapa Ahok itu. 

Semasa era pemerintahan Gubernur Joko Widodo, Pemprov DKI Jakarta getol mengadakan public hearing dengan masyarakat dan akademisi setiap akan memulai sebuah proyek. Mereka diundang ke Balai Kota dan diminta pendapat dan masukannya tentang proyek yang akan dibangun.

Beberapa proyek yang pelaksanaan pembangunannya diawali dengan public hearing adalah pembangunan mass rapid transit (MRT), monorel, dan enam ruas jalan tol.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sering Tawuran dan Membegal, Anggota Geng Motor 'Maju Kena Mundur Kena' Diciduk Polisi

Sering Tawuran dan Membegal, Anggota Geng Motor 'Maju Kena Mundur Kena' Diciduk Polisi

Megapolitan
Wanita Tewas di Margonda Residence Depok, Polisi Temukan Palu

Wanita Tewas di Margonda Residence Depok, Polisi Temukan Palu

Megapolitan
Operasi Patuh Jaya, Pengedara Motor Dominasi Pelanggaran di Jakarta Timur

Operasi Patuh Jaya, Pengedara Motor Dominasi Pelanggaran di Jakarta Timur

Megapolitan
Tipu Pencari Kerja, ASN Kota Tangerang Beraksi Bersama Tiga Oknum Lain

Tipu Pencari Kerja, ASN Kota Tangerang Beraksi Bersama Tiga Oknum Lain

Megapolitan
Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Siap Bantu Jakarta Sediakan Tempat Karantina

Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Siap Bantu Jakarta Sediakan Tempat Karantina

Megapolitan
Terkait Hoaks Obat Covid-19, Polisi Panggil Anji dan Hadi Pranoto Pekan Ini

Terkait Hoaks Obat Covid-19, Polisi Panggil Anji dan Hadi Pranoto Pekan Ini

Megapolitan
Warga Kabupaten Bekasi yang Tak Pakai Masker Bisa Kena Denda Maksimal Rp 250.000

Warga Kabupaten Bekasi yang Tak Pakai Masker Bisa Kena Denda Maksimal Rp 250.000

Megapolitan
Dinkes Jakarta: Persepsi Masyarakat Belum Anggap Covid-19 sebagai  Ancaman

Dinkes Jakarta: Persepsi Masyarakat Belum Anggap Covid-19 sebagai Ancaman

Megapolitan
Pasang Wifi untuk Belajar Siswa Kurang Mampu, F-PAN Minta Pemprov DKI Lakukan Hal yang Sama

Pasang Wifi untuk Belajar Siswa Kurang Mampu, F-PAN Minta Pemprov DKI Lakukan Hal yang Sama

Megapolitan
Kasatpol PP DKI: 595 Tempat Usaha dan 60 Tempat Hiburan Langgar Aturan PSBB

Kasatpol PP DKI: 595 Tempat Usaha dan 60 Tempat Hiburan Langgar Aturan PSBB

Megapolitan
PN Jakarta Barat Ditutup karena Covid-19, Sidang Lucinta Luna Ditunda

PN Jakarta Barat Ditutup karena Covid-19, Sidang Lucinta Luna Ditunda

Megapolitan
Volume Penumpang KA Bandara Soekarno-Hatta Naik 93 persen

Volume Penumpang KA Bandara Soekarno-Hatta Naik 93 persen

Megapolitan
Kekhawatiran Orangtua di Bekasi Saat Izinkan Anak Kembali Belajar di Sekolah

Kekhawatiran Orangtua di Bekasi Saat Izinkan Anak Kembali Belajar di Sekolah

Megapolitan
Hati-hati Anggota Gadungan, Masyarakat Diminta Konfirmasi ke BNN jika Kerabatnya Ditangkap

Hati-hati Anggota Gadungan, Masyarakat Diminta Konfirmasi ke BNN jika Kerabatnya Ditangkap

Megapolitan
Gugus Tugas Tangsel Pastikan Rumah Lawan Covid-19 Tak Ditutup Selama Pandemi Belum Berakhir

Gugus Tugas Tangsel Pastikan Rumah Lawan Covid-19 Tak Ditutup Selama Pandemi Belum Berakhir

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X