Kompas.com - 08/07/2015, 12:00 WIB
Pemudik motor terjebak macet di jalur alternatif Karawang-Cikampek, Cilamaya, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (27/7/2014). Arus mudik ke kota-kota di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur diperkirakan akan masih padat hingga H-1 Lebaran. KOMPAS IMAGES / RODERICK ADRIAN MOZESPemudik motor terjebak macet di jalur alternatif Karawang-Cikampek, Cilamaya, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (27/7/2014). Arus mudik ke kota-kota di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur diperkirakan akan masih padat hingga H-1 Lebaran.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com
- Mudik Lebaran semakin terasa. Beberapa tempat keberangkatan mudik seperti terminal, suasananya semakin ramai. Mendekati puncak arus mudik, masyarakat perlu berhati-hati dalam perjalanan, khususnya bagi yang membawa anak.

Sekretaris Jenderal Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Samsul Ridwan mengatakan bahwa setiap tahun mudik dan pada saat kembali, masih terlihat anak-anak kurang mendapat perhatian. Akibatnya, kerap muncul kasus yang membahayakan keselamatan anak yang diajak mudik oleh orangtuanya.

"Akibatnya, pada setiap hajatan mudik selalu terjadi peristiwa berulang; anak 'hilang' lepas dari orang tua, kecelakaan yang berakibat kematian atau cacat permanen bagi anak dan lain-lain," kata Samsul, kepada Kompas.com, Rabu (8/7/2015).

Ia mengimbau pihak yang terkait selain orangtua, misalnya pemerintah untuk mengantisipasi langsung kasus semacam itu. Misalnya, disediakan layanan 'peringatan mudik ramah anak', tempat istirahat yang layak bagi anak dan standar khusus layanan bagi anak-anak.

Beberapa standar itu, menurut dia, belum dipenuhi. Pihaknya mencatat, tak hanya pada mudik Lebaran saja peristiwa buruk pada anak tercatat terjadi. Pada mudik Natal, tahun baru, libur sekolah, sepanjang mudik tahun lalu, Komnas PA mencatat terdapat lebih dari 36 anak mengalami kecelakaan dan 6 anak 'lepas' dari orangtua.

Oleh karenanya, pada H-9 Lebaran sebelum puncaknya, diharapkan pemerintah menyiapkan beberapa skenario berikut untuk mewujudkan mudik ramah anak. Pertama, pemerintah segera membuat sosialisasi dan kampanye progresif melalui media mengenai 'mudik ramah anak'. Kedua, segera menyiapkan 'posko ramah anak' di setiap titik keramaian, misalnya bandara, stasiun, terminal, pelabuhan dan area-area transit pemudik untuk memberikan pelayanan maksimal pada anak.

Ketiga, menyiapkan layanan kesehatan dan makanan atau nutrisi gratis khususnya bagi pemudik anak. Terakhir mengimbau kepada orangtua atau kru moda transportasi, petugas layanan transportasi, dan lain-lain agar berhati-hati dan lebih ramah pada anak, terutama bayi.

Sebab, menurut dia, melindungi anak merupakan amanat dari undang-undang dan konstitusi, seperti yang termaktub dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebakaran 9 Kios di Pasar Rebo, Bermula dari Pedagang Tinggalkan Warung Saat Kompor Menyala

Kebakaran 9 Kios di Pasar Rebo, Bermula dari Pedagang Tinggalkan Warung Saat Kompor Menyala

Megapolitan
88 dari 90 Sekolah yang Ditutup akibat Temuan Kasus Covid-19 Sudah Dibuka Kembali

88 dari 90 Sekolah yang Ditutup akibat Temuan Kasus Covid-19 Sudah Dibuka Kembali

Megapolitan
Polda Metro Jaya Pulangkan 98 Karyawan Pinjol Ilegal di PIK

Polda Metro Jaya Pulangkan 98 Karyawan Pinjol Ilegal di PIK

Megapolitan
Wagub DKI Anggap Wajar Studi Banding Panitia Formula E ke Arab Saudi

Wagub DKI Anggap Wajar Studi Banding Panitia Formula E ke Arab Saudi

Megapolitan
Trotoar di Kebayoran Baru Diduga Diubah Tanpa Izin

Trotoar di Kebayoran Baru Diduga Diubah Tanpa Izin

Megapolitan
Ikan Bandeng di Pasar Malam Rawa Belong Dipanen Khusus untuk Perayaan Imlek

Ikan Bandeng di Pasar Malam Rawa Belong Dipanen Khusus untuk Perayaan Imlek

Megapolitan
Tradisi Keluarga Betawi Saat Imlek, Berikan Ikan Bandeng ke Orangtua dan Mertua

Tradisi Keluarga Betawi Saat Imlek, Berikan Ikan Bandeng ke Orangtua dan Mertua

Megapolitan
UPDATE 28 Januari: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 653

UPDATE 28 Januari: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 653

Megapolitan
Polisi Selidiki Dugaan Penyebaran Berita Bohong Terkait Kasus Dua Penjambret Tewas Ditabrak

Polisi Selidiki Dugaan Penyebaran Berita Bohong Terkait Kasus Dua Penjambret Tewas Ditabrak

Megapolitan
Polisi Cari Pria yang Pura-pura Tertabrak dan Adang Mobil di Pasar Rebo

Polisi Cari Pria yang Pura-pura Tertabrak dan Adang Mobil di Pasar Rebo

Megapolitan
Anggota DPRD DKI Sebut Studi Banding Formula E Tak Perlu ke Arab Saudi, Cukup ke Mandalika

Anggota DPRD DKI Sebut Studi Banding Formula E Tak Perlu ke Arab Saudi, Cukup ke Mandalika

Megapolitan
Polisi Selidiki Video Pria Pura-pura Tertabrak Mobil, Diduga Hendak Memeras

Polisi Selidiki Video Pria Pura-pura Tertabrak Mobil, Diduga Hendak Memeras

Megapolitan
Pasar Malam Ikan Bandeng di Rawa Belong Diserbu Warga Jelang Imlek

Pasar Malam Ikan Bandeng di Rawa Belong Diserbu Warga Jelang Imlek

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Epidemiolog: Jakarta Harusnya Terapkan PPKM Lebih Ketat

Kasus Covid-19 Melonjak, Epidemiolog: Jakarta Harusnya Terapkan PPKM Lebih Ketat

Megapolitan
Polisi Hentikan Penyidikan Penjambretan di Tebet karena Pelaku Tewas Ditabrak Korban

Polisi Hentikan Penyidikan Penjambretan di Tebet karena Pelaku Tewas Ditabrak Korban

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.