Kompas.com - 10/07/2015, 16:37 WIB
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo naik ke dalam alat berat dalam peresmian pembangunan kembali monorel di Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (16/10/2013). KOMPAS.com/FABIAN JANUARIUS KUWADOGubernur DKI Jakarta Joko Widodo naik ke dalam alat berat dalam peresmian pembangunan kembali monorel di Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (16/10/2013).
Penulis Jessi Carina
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Komisi D DPRD DKI bidang Pembangunan Mohamad Sanusi menilai, keputusan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama membatalkan proyek monorel boleh saja dilakukan. Akan tetapi, dia mempertanyakan keputusan itu karena monorel sudah tercantum dalam peraturan daerah sebagai moda transportasi massal.

"Sebetulnya ada Perda RDTR 2014 lalu, masih dekat kan. Kalau mau dibatalin, kenapa kemarin dimasukin?" tanya Sanusi di Gedung DPRD DKI, Jumat (10/7/2015).

Perda yang dimaksud Sanusi adalah Perda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) 2014 yang artinya masih dalam pemerintahan Ahok, sapaan Basuki. Dalam perda tersebut sudah terdapat gambar berisi jalan-jalan yang akan digunakan dalam pembangunan jalur monorel.

Hal itu menunjukkan bahwa proyek ini sebenarnya sudah matang. Dia bingung, Pemerintah Provinsi DKI kini malah membatalkan proyek tersebut.

Sebaliknya, dia mempertanyakan soal proyek light rail transit (LRT) yang kini didukung habis-habisan oleh Ahok. Ahok malah menunjuk langsung PT Pembangunan Jaya dan PT Jakarta Propertindo dalam proyek LRT tanpa ada proses lelang sebelumnya.

Padahal, kata Sanusi, LRT belum tercantum dalam perda RDTR. "Kok kebalik? LRT yang enggak masuk perda malah dijalanin?" ujar Sanusi.

Pemprov DKI akan membatalkan realisasi pembangunan monorel karena PT Jakarta Monorail tak juga memberikan 15 syarat yang diajukan. Basuki mengaku hanya meneruskan langkah masa pemerintahan Gubernur DKI Fauzi Bowo, yang tidak melanjutkan pembangunan proyek transportasi massal gagasan masa pemerintahan Gubernur DKI Sutiyoso itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Rekomendasi

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kafe hingga Tempat Karaoke di Cakung Disegel karena Langgar Aturan PPKM

Kafe hingga Tempat Karaoke di Cakung Disegel karena Langgar Aturan PPKM

Megapolitan
Kasus Penembakan di Pinang, Polisi Periksa Lima Saksi

Kasus Penembakan di Pinang, Polisi Periksa Lima Saksi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Commitment Fee Formula E Mahal | Pria Gantung Diri saat Live di TikTok

[POPULER JABODETABEK] Commitment Fee Formula E Mahal | Pria Gantung Diri saat Live di TikTok

Megapolitan
Munculnya Dugaan Pembunuhan dalam Kasus Pria Gantung Diri Saat 'Live' di TikTok hingga Jawaban Polisi

Munculnya Dugaan Pembunuhan dalam Kasus Pria Gantung Diri Saat "Live" di TikTok hingga Jawaban Polisi

Megapolitan
Tambah 19 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 217 Pasien Dirawat

Tambah 19 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 217 Pasien Dirawat

Megapolitan
Asap Tebal Mengepul di Area TPU Pondok Kelapa, Berasal dari Pembakaran Sampah

Asap Tebal Mengepul di Area TPU Pondok Kelapa, Berasal dari Pembakaran Sampah

Megapolitan
Kasus Covid-19 Turun, Wagub DKI Klaim Tak Ada Lagi Antrean Pasien di IGD RS di Jakarta

Kasus Covid-19 Turun, Wagub DKI Klaim Tak Ada Lagi Antrean Pasien di IGD RS di Jakarta

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Dosis Dua di Tangsel Baru 38,7 Persen dari Target

Vaksinasi Covid-19 Dosis Dua di Tangsel Baru 38,7 Persen dari Target

Megapolitan
Pabrik Sablon di Cengkareng Dilanda Kebakaran, 14 Unit Damkar Dikerahkan

Pabrik Sablon di Cengkareng Dilanda Kebakaran, 14 Unit Damkar Dikerahkan

Megapolitan
Aksi Pembegalan Terjadi Lagi di Bintaro, Dua Pengemudi Ojol Dibacok

Aksi Pembegalan Terjadi Lagi di Bintaro, Dua Pengemudi Ojol Dibacok

Megapolitan
Tangsel Catat Penambahan 12 Kasus Covid-19, 13 Pasien Sembuh

Tangsel Catat Penambahan 12 Kasus Covid-19, 13 Pasien Sembuh

Megapolitan
Pemuda yang Tenggelam di Kali Hitam Ditemukan Tewas, Diduga Tercebur karena Mabuk

Pemuda yang Tenggelam di Kali Hitam Ditemukan Tewas, Diduga Tercebur karena Mabuk

Megapolitan
Jakarta Tambah 155 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,2 Persen

Jakarta Tambah 155 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,2 Persen

Megapolitan
Soal 'Commitment Fee' Formula E di Jakarta yang Mahal, Wagub DKI Sebut Itu Sesuai Aturan

Soal "Commitment Fee" Formula E di Jakarta yang Mahal, Wagub DKI Sebut Itu Sesuai Aturan

Megapolitan
Polisi: Korban Penembakan di Pinang Tangerang Ahli Pengobatan Alternatif dan Ketua Majelis Taklim

Polisi: Korban Penembakan di Pinang Tangerang Ahli Pengobatan Alternatif dan Ketua Majelis Taklim

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.